Minggu, 15 Mei 2011

Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 1960's (romantic, contemplative, trippy)

 "We are more popular than Jesus now;
I don't know which will go first -
Rock 'n' roll or Christianity."

(John Lennon)

"Play it fuckin' loud!"

(Bob Dylan) 

Rock 'n' roll, bukan sekedar musik yang keras, penuh distorsi, tempo cepat, serta teriakan-teriakan pembangkit semangat, lebih jauh lagi ini adalah sebuah karya intelektual, dengan sejarah sound yang dinamis, berkembang, serta berubah bentuk mengikuti arus pemikiran jiwa-jiwa pemberontak di sepanjang zaman. Lewat lagu-lagu yang tersimpan dalam album-album yang dibuat melalui perjalanan panjang ide-ide, daya kreasi, hasrat berinovasi, dan tentu saja, arogansi menjadi rockstar, rock 'n' roll terdokumentasikan secara baik, liar, sekaligus menawan yang membawa pendengar, pemuja, fans, pada level baru dari ketundukan terhadap melodi dan harmonisasi. Semuanya diawali dari indera pendengaran, lalu rock 'n' roll menjadi kendaraan yang tepat untuk membawanya menuju hati, jiwa, dan pikiran, sampai akhirnya ke setiap tempat yang belum pernah terjamah. Inilah rock 'n' roll dalam perjalanannya yang melesat cepat, terjal, terpuruk, bangkit, menggebrak, nyaris mati, bermetamorfosis, berevolusi, stagnan, revolusioner, dan hidup untuk selamanya! 

Revolver
The Beatles

"Turn off your mind, relax and float downstream, This is not dying, this is not dying."

Ketika sayatan suara strings mendayu di album ini (Eleanor Rigby), sebuah pengumuman dilontarkan bahwa The Beatles tidak lagi sama. Mereka menghilangkan seragam serta goyang kepala ceria, menggantinya ke dalam kekhidmatan pop yang lebih dalam membicarakan puisi cinta (Here, There and Everywhere), atau penghayatan spiritualitas lewat permainan sitar (Love You To) sebagai semacam indikasi bahwa level yang lebih tinggi sedang mereka gapai. Tema dan lirik nihil yang dijadikan indah dalam sebuah melodi (I'm Only Sleeping) membuktikan kepiawaian departemen songwriting dalam memahami musik dan dengarlah bagaimana Ringo Starr menemui takdirnya (Yellow Submarine). Album ini adalah awal dari pencapaian The Beatles dalam inovasi musik yang tanpa batas, di mana salah satu caranya adalah dengan melompat jauh ke masa depan (Tomorrow Never Knows).

Trivia
Proses rekaman album ini merupakan sebuah inovasi baru dalam dunia recording dengan penggunaan alat-alat serta instrumen yang terbilang canggih pada zamannya. Suara vokal John Lennon di lagu Tomorrow Never Knows adalah contoh penggunaan teknologi di mana John sengaja memaksa teknisinya untuk membuat suaranya terdengar seperti suara Dalai Lama yang sedang berceramah dari puncak gunung Himalaya.  


Highway 61 Revisited
Bob Dylan

"How does it feel? To be without a home, Like a complete unknown, Like a rolling stone."

Sebagai suara dari sebuah generasi, maka menjadi sahih apabila Bob Dylan dengan tegas sekaligus puitis menyerukan kegelisahan dalam sebuah anthem (Like A Rolling Stone). Bob tidak mendefinisikan genre musiknya secara spesifik, namun aroma protes di dalamnya menghentak bersama dengan irama yang dimainkan (Tombstone Blues). Kritis menyinggung topik sosial yang berlaku dalam hubungan antar-manusia (From A Buick 6) dan tak lupa ia berkisah tentang satir politik (Queen Jane Approximately) sebelum akhirnya kembali ke akar blues yang telah lebih fasih dalam mengekspresikan kepahitan (Ballad of A Thin Man). Album ini diawali oleh sebuah hentakan dan kemudian ditutup oleh sebuah renungan panjang dari koridor gelap nan sunyi tentang kehidupan (Desolation Row).

Trivia
Album ini menandakan awal transisi Bob Dylan dari akustik ke elektrik yang oleh para fans setia musik folk dianggap sebagai bentuk pengkhianatan. Saat mengadakan konser di Newport Folk Festival, sehabis membawakan lagu Like A Rolling Stone Bob disoraki oleh para penontonnya dengan cacian dan hinaan. Kabarnya akibat kejadian ini dia merasa syok dan sampai harus meneteskan air matanya di belakang panggung.

The Doors
The Doors

 "Try to set the night on fire!"

Untuk karya di era flower generation, album ini mampu merangkum dengan baik perjalanan psychedelic yang memusingkan  dalam balutan irama-irama magisnya (Light My Fire). Nuansa rock keras berpadu bersama syair-syair indah Jim Morrison menghasilkan kontradiksi yang magnetis (Break on Through {To the Other Side}) ditambah dengan sound blues yang berat sebagai identitas lain yang mereka anut (Back Door Man). Lagu cinta mengalir dalam flow yang gelap dengan efek acid trip yang begitu kentara (The Crystal Ship) sambil di sisi lain melodi sing-a-long menghadirkan  suasana terang bulan yang syahdu (Alabama Song {Whisky Bar}). Sisi gelap yang dimunculkan dalam album ini merupakan sebuah kontemplasi suram yang menekan imajinasi sampai ke bantas "kesuntukan" yang sempurna (The End).  

Trivia
Lagu The End tercipta jauh sebelum The Doors merilis album debutnya. Pada suatu ketika mereka mengadakan sebuah show di sebuah klub dan membawakan lagu ini. Jim Morrison mengubah baitnya lalu berteriak dengan lantang "Mother, I want to fuck you!" yang kemudian disambut oleh riuh-rendah penonton. Hal tersebut dianggap tidak senonoh dan mereka diusir oleh sang manajer klub. Peristiwa ini sampai ke telinga bos Elektra Records yang tertarik dengan imej band dan langsung mengontrak mereka untuk merilis album. 

The Velvet Underground & Nico
The Velvet Underground

"I don't know just where I'm going, But I'm gonna try for the kingdom, If I can, Cause it makes me feel like I'm a man."

Inilah sebuah eksperimen avant-garde yang meletakkan fondasi awal bagi setiap gebrakan tour-de-force dalam dunia musik rock (All Tomorrow's Parties). Penggunaan riff gitar yang repetitif adalah awal dari ide mengenai distorsi punk yang kasar (I'm Waiting for the Man) dan tribute-nya terhadap narkotika dalam senandung lagu dengan transisi tempo yang menggila (Heroin) merupakan gebrakan ekspresi kebebasan yang nyata. Mereka mengangkat tema-tema yang tidak biasa seperti tentang sosok pengedar narkoba, malaikat maut, atau bahkan pelaku sadomasokis (Venus in Furs). Suara Nico yang agak kaku membawakan lagu cinta dengan kesan yang elegan dan damai (I'll Be Your Mirror) sementara suara lembut Lou Reed membawakan atmosfer dream pop yang menggoda tanpa henti (Sunday Morning).

Trivia
Keterleibatan Nico, solis wanita asal Jerman, di album ini adalah lebih karena campur tangan produser Andy Warhol. Setelah album ini dirilis, mereka tidak lagi berkolaborasi dengan Nico, hal ini disebabkan karena personel band merasa Nico kurang disiplin dan profesional. Dia selalu telat datang untuk show dan menghabiskan banyak waktu di kamar rias untuk ritual bakar lilin yang aneh. Selain itu, tuli parsial yang dideritanya sering mempengaruhi harmonisasi lagu dan menjadi bahan olok-olok personel lainnya.   

Are You Experienced?
The Jimi Hendrix Experience

 "Excuse me while I kiss the sky."

Seperti petir di tangan Zeus, gitar listrik dengan pasrah menyerahkan dirinya kepada sang dewa Jimi Hendrix untuk "diperkosa" agar mengeluarkan suara mengerang yang dahsyat (Purple Haze). Feedback dan riff bercampur aduk dalam kocokan tangan Jimi (Foxy Lady) sementara melodi blues yang aduhai menerjang terus-menerus tanpa ampun (Red House). Mereka meraih status populer untuk keahlian aransemen dalam memberikan energi pada sebuah lagu (Hey Joe) dan mantra sihir blues yang kental untuk mengiringi kedamaian suasana mellow psychedelic (The Wind Cries Mary). Warna khas musik mereka adalah sound pembangkit semangat yang mengalir deras dari penggunaan instrumen yang maksimal serta ketukan up-beat yang sangat liar (Fire). Setelah ini, gitar listrik mulai menjalani garis takdirnya di dunia.

Trivia
Pada awalnya album ini kurang mendapatkan respon hangat di Amerika Serikat. Sampai ketika mereka mengadakan konser di Monterrey Pop Festival, dengan nekat Jimi Hendrix membakar gitarnya sendiri di atas panggung sehabis lagu terakhir dibawakan. Ini mengundang decak kagum penonton dan setelahnya nama mereka menjadi terkenal walaupun harus dibayar mahal dengan luka bakar yang diderita Jimi di tangannya. Ia dilarikan ke rumah sakit sehabis konser tersebut.  
 

0 komentar:

Poskan Komentar