Senin, 23 April 2012

Narasi Adiksi

 "So play the game 'Existence' to the end, of the beginning..."

(Tomorrow Never Knows, The Beatles)

Seperti ketika memeriksa daya penglihatan di ruang klinik mata di mana pasien dipersilahkan duduk tegak untuk kemudian menatap dan menyebutkan apa yang saja yang bisa ia lihat beberapa meter di depannya, pertama-tama pasien akan diuji dengan mata telanjang. Lalu si pemeriksa akan menanyakan, apa yang anda lihat di depan anda ─ sekarang? Coba sebutkan! Kemudian setahap demi setahap pasien dipakaikan kacamata dengan berbagai jenis lensa sampai semuanya bisa ia lihat dengan lebih jelas dan nyata. Lihat semuanya... dengarkan bagaimana orang-orang menyebut kehidupan sekarang sebagai era teknologi, era informasi, era wireless, era dunia maya, era media sosial, era web 2.0... tapi dari balik lensa kau melihatnya... ini adalah era adiksi... ketika manusia berubah menjadi stopkontak. Lucu bagaimana rokok, pil ekstasi, bubuk kokain, heroin, berubah bentuk menjadi lebih futuristik... menjadi layar dan tombol... dihisap, ditelan, dihirup, disuntik... dirangkum ke dalam satu cara, dicolokkan... karena stopkontak tidak akan memiliki esensi bila tidak dicolokkan oleh sesuatu... dan demikianlah eksistensi manusia sekarang... babak baru dari peradaban... selamat datang zat adiktif baru... selamat tinggal teori evolusi Darwin... kita adalah sesuatu yang harus dicolokkan untuk hidup, untuk menjadi manusia seutuhnya. Mungkin terdengar konyol, manusia menjadi stopkontak... tapi lihatlah lebih dalam lagi... dengan lensa yang paling presisi... maka pasien bisa melihat dengan lebih jernih apa yang ada di hadapannya... susunan huruf... berbentuk Y, diikuti O, lalu U. Dan kini kau bisa membacanya dengan jelas.   

6 komentar:

  1. what a point i have never imagined

    BalasHapus
  2. what a world i have never imagined

    BalasHapus
  3. so now we live in a world wide web. when a smile become a colon and parenthesis. nice!

    BalasHapus