<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962</id><updated>2012-02-15T11:48:07.332+07:00</updated><category term='quote'/><category term='inner light'/><category term='blah blah blah'/><category term='poem'/><category term='portrait'/><category term='feature'/><category term='idolizing'/><category term='list'/><category term='news'/><category term='tribute'/><title type='text'>MALARKII!</title><subtitle type='html'>"Half the world away, I've been lost I've been found but I don't feel down."

(Half the World Away, Oasis)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-3486020938603965983</id><published>2012-02-07T13:34:00.001+07:00</published><updated>2012-02-08T12:56:51.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inner light'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portrait'/><title type='text'>Vicarious</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"You never really understand a person until you consider things from his point of view--until you climb inside of his skin and walk around in it."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;(&lt;i&gt;To Kill A Mockingbird&lt;/i&gt;, Harper Lee)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;Bagaimana kalau selama ini ternyata kita juga lah yang salah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Bicara mengenai kebebasan berekspresi di Indonesia, siapa yang telah melahirkannya: reformasi atau &lt;i&gt;social network&lt;/i&gt;? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Yang jelas era 2000-an telah melahirkan manusia baru di nusantara, manusia yang sensitif, kritis, bersuara, bicara, sehingga bila konotasi negatifnya bisa disingkirkan dari pikiran, manusia Indonesia layak diberi sebutan manusia oral (merujuk pada kesadarannya dalam mengutarakan pendapat, walau salah satu perantaranya juga termasuk melalui teks). Tentu saja ini merupakan hal yang bagus. Setelah sekian lama mulut kita selalu dibungkam dan pikiran kita digiring dalam rambu-rambu tertentu, maka kebebasan seperti ini adalah runtuhnya tembok Berlin kita. Gerbang telah terbuka, walau mungkin kita masih merangkak, menggapai udara baru ini dengan keluguan sehingga terkadang beberapa terdengar terlalu cerewet, terkadang terlalu memaksa untuk didengar, terkadang juga senyaring tong kosong. Satu hal, masa-masa tembok pembatas itu sudah dilewati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang ‘menyenangkan’ ketika negeri ini selalu memiliki berita-berita untuk dibicarakan, isu-isu untuk didiskusikan, peristiwa-peristiwa hangat yang selalu terjadi sehingga kita bisa selalu terlepas dari cengkeraman teror kebungkaman. Dan bisa jadi karena sebelumnya kita memiliki pengalaman hidup di rezim Orde Baru sehingga topik yang selalu populer untuk dibicarakan (diteriakkan bahkan diprotes) adalah topik mengenai kondisi negara dan para politisi; atau lebih tepatnya lagi, negara di tangan para politisi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Reaksi yang ditunjukkan dari bicara mengenai topik tersebut bisa bermacam-macam. Ada geram, gerah, jengkel, dongkol, gemas, kesal, marah, menertawakan, mengkritik habis-habisan, menyerang tanpa kompromi, menyindir tajam, memparodikan dengan konyol, menyayat kepalsuan mereka dengan pisau ketidakpercayaan yang terus diasah dalam peluh asa di hari-hari demokrasi. Dan sisanya adalah pujian. Masalah korupsi adalah virus utamanya. Para politisi seakan bersatu di bawah payung korupsi melawan rakyat yang terikat oleh ketidakadilan. Berita-berita mengenai korupsi kerah putih ini terus datang silih berganti, tidak ada habisnya, selalu diperbaharui tiap tahun dengan pelaku dan modus yang bervariasi. Sifatnya yang akut  seolah otomatis tercetak di DNA para politisi sementara kemiskinan yang belum teratasi menjadi parameter dari tiap penghakiman oleh masyarakat. Menghamburkan banyak uang dengan kinerja di bawah standar adalah catatan rapor yang layak diwarnai merah mengkilat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Rakyat pun bereaksi. Berpikir betapa tak habis pikirnya para politisi tersebut mencederai amanat jutaan jiwa, bahkan tak jarang secara berjamaah dan terang-terangan. Rakyat bertanya ke mana perginya hati nurani para anggota dewan, di mana otak mereka dan mengapa sifat rakus itu begitu mengakar. Lewat atmosfer kebebasan berpendapat yang demokratis, mereka berteriak dalam satu suara. Tidak melulu melalui demonstrasi, tapi dengan medium lain yang juga mampu memfasilitasi jeritan mereka. Dari mulai acara TV, talk show, debat terbuka, petisi-petisi, forum-forum pembela rakyat, asosiasi pemuda-pemudi harapan bangsa, sindiran-sindiran yang diselipkan dalam budaya pop, atau mungkin sekedar komentar &lt;i&gt;nyinyir &lt;/i&gt; dalam karakter terbatas huruf/angka (tidak lupa emoticon) di media sosial. Seperti singa yang dilepas dari kandang, kebebasan ini sama buasnya dengan predator kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Rakyat adalah protagonis, setidaknya demikianlah pemahaman yang diterima. Suara-suara mereka mengarah pada moralitas dan nilai-nilai kehidupan yang luhur. Di balik protesnya, tersembunyi pula pengumuman mulia bahwa jikalau mereka terlahir sebagai politisi, tentunya mereka akan benar-benar menjadi sosok penyambung lidah rakyat, karena mereka tahu apa yang harus dilakukan oleh para politisi sementara para politisi itu semua hanyalah para pemula yang diangkat berdasarkan curriculum vitae dengan kredibilitas nol. Rakyat membangun argumen-argumen kebenaran yang disodorkan langsung di wajah para politisi. Mereka membuat ‘permainan’ dan menemukan ‘kesenangan’ tersendiri lewat cibiran, kadang itu juga bisa membangun kepercayaandiri dengan terdengar cerdas atau bijak. Yang jelas rakyat selalu benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana kalau ternyata rakyat telah salah menilai selama ini? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Perilaku korupsi politisi mencerminkan suatu keinginan yang besar untuk mengumpulkan uang, bahkan menggila sampai tak terkendali. Korupsi bisa jadi merupakan kejahatan yang paling jujur dalam merefleksikan sifat/mental pelaku sebagai manusia, kondisi lingkungan/manusia di sekitarnya, dan nilai-nilai kehidupan yang berlaku di masyarakat. Sebagai suatu tindak kriminal, eksistensi korupsi bergantung pada aspek-aspek tersebut. Mengingat skala pencuriannya yang biasanya berjumlah besar, maka korupsi politisi tidak lagi bicara motif pemenuhan kebutuhan sang pelaku dalam menjalani hidup, tapi lebih kepada ‘desire’ atau apa yang pelaku inginkan dalam hidup. Beda kasusnya dengan curanmor atau merampok bank yang kebanyakan bermotif ekonomi atau pembunuhan yang motifnya lebih emosional. Secara motif, korupsi berakar sama dengan perkosaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Saya punya semacam ilustrasi cerita. Setiap politisi dilahirkan dari rakyat, apalagi karena sistem negara kita bukan monarkhi. Tersebutlah seorang anak manusia dilahirkan di sebuah desa, di pinggir kota, di pemukiman sederhana, atau di tempat manapun di Indonesia yang mencerminkan rakyat. Lalu anak ini dibesarkan oleh keluarga yang sederhana, pas-pasan, berkecukupan atau hampir berkecukupan, keluarga yang tidak kaya dan juga belum tergolong miskin sehingga mampu menyekolahkan si anak sehingga logika berpikirnya terbentuk. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak yang ia lihat, semakin banyak yang ia alami dalam hidup. Ia melihat apa yang disebut kelas sosial, kelas di luar sekolah di mana ia pun mengidentifikasikan diri di dalamnya. Kondisi negara, kondisi ekonomi, pemberitaan di TV, masalah kemakmuran, kriminalitas, semuanya terhimpun dalam satu judul: perbedaan kelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Sebelah mata anak itu melihat ke bawah, sebelah lagi melihat ke atas. Tumbuh di lingkungan cukup sederhana membuat tujuan hidupnya menjadi jelas, ke atas, menuju kelas sosial yang satunya lagi. Menyaksikan kemiskinan dan keterbelakangan telah membuat hatinya geram dan memantik motivasi kuat di dalam diri untuk memperbaiki keadaan, nasionalismenya memanas. Maka ia belajar, bekerja keras, dan berjuang sepenuh hati sementara orang-orang lain di sekitarnya tidak tahu harus berbuat apa. Baginya itu tidak menjadi soal, toh merekalah rakyat yang hendak ia wakili suaranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Marx, Machiavelli, &lt;i&gt;The Republic&lt;/i&gt;, semuanya ia lahap. Ia aktif dalam pergerakan sosial, berdemonstrasi, memporovokasikan ideologi-ideologinya lewat berbagai media, beryel-yel, bergabung dengan partai politik, merumuskan program-program suci, dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Ia mengorbankan banyak hal, waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin kehidupan percintaan; masa mudanya dipenuhi percikan patriotisme Soekarno baru dalam tagline pemuda harapan bangsa. Si anak bangsa ini bangkit.&lt;br /&gt;Lalu akhirnya ia duduk dan menyadari bahwa semuanya sudah berubah. Hidupnya tidak lagi seperti dulu, kini ia dihormati, punya banyak relasi, memiliki kedudukan dan hidup sejahtera. Pada titik ini dia menoleh ke belakang, melihat jarak yang terbentang antara masa lalunya dan masa kini. Ia melihat dua hal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Pertama, rakyat tidak berubah. Ia tidak menyalahkan apa yang telah ia lakukan selama ini. Ia mulai menyadari dengan rakyat yang seperti apa ia berhadapan. Dulu ia berada sederajat dengan mereka namun sekarang ia telah bermetamorofosis dan apa yang ia pelajari dari semuanya adalah ia meraihnya lewat kerja keras. Sementara rakyat yang lain berada dalam realita yang aneh, mereka tahu perbedaan antara keadaan buruk dan baik, namun mereka ‘betah’ berada dalam keadaan yang mereka punya dan memilih untuk mengeluh kepada Tuhan atau pemerintah terkait hal tersebut. Padahal si anak bangsa berasal dari tempat yang sama dengan rakyat tetapi ia mampu untuk merubah keadaan dirinya. Ia bertanya apa mungkin perjuangannya telah disia-siakan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang ia hadapi adalah rakyat yang menuntut fasilitas umum dan beberapa hari setelah permintaannya dikabulkan, apa yang telah mereka terima itu dirusak lewat vandalisme, pencurian material, atau perusakan dan pelanggaran yang disengaja. Taman kota disulap jadi kebun sampah atau rawa gelap gulita. Shelter bus umum dicorat-coret. Pembatas jalan dijebol. &lt;i&gt;Zebra cross&lt;/i&gt; atau jembatan penyeberangan sepi pengunjung. Trotoar dipenuhi pedagang kaki lima. Kalau sudah begitu, membangun sesuatu untuk kemudian dirusak adalah suatu tindak pemborosan, dan bukankah pemborosan sendiri merupakan perbuatan yang tidak terpuji? Lebih baik menggunakan uang untuk sesuatu yang pasti dan jelas penggunaannya. Siapa yang mengkorupsi siapa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Ia telah berjuang dengan sengit untuk menjadi seperti sekarang sementara sifat rakyatnya sendiri seperti kebal terhadap kemajuan. Ia menemukan bahwa pernyataan “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubah nasibnya sendiri” adalah logika yang masuk akal, ia membuktikannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Kedua, fungsi jabatannya tercederai oleh sikap mental yang berlaku di masyarakat. Ini merujuk pada kesepakatan umum mengenai makna dari kata sukses. Setiap orang yang belajar atau bekerja, semuanya diharapkan, didoakan untuk mencapai kesuksesan. Dan kita semua terlanjur gemar mengkonotasikan sukses dengan kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Seorang guru tidak dikatakan sukses jika dia tidak berpenghasilan tinggi. Para orang tua senang jika anaknya menjadi dokter karena dokter biasanya sukses, apalagi dokter spesialis. Begitupun dengan si anak bangsa. Ia diharapkan untuk menjadi orang sukses oleh orang-orang di sekelilingnya. Betapa sering kita mendengar bahwa kekayaan adalah cermin kesuksesan dan terutama karena ia berasal dari kalangan bawah maka dorongan itu makin kuat. Siapa yang mau tahu tugasnya sebagai wakil rakyat, kontribusinya terhadap sosial? Apa yang dibanggakan dari keluarga seorang wakil rakyat selain kedudukan dan kekayaan atau kesuksesan yang dimilikinya? Ketika ia pindah ke Jakarta, wejangan yang didapatnya adalah agar ia bisa ‘sukses’ bukan dukungan untuk membela rakyat. Ini sudah merupakan ketetapan umum yang menggerakkan segala niatnya sehingga membuatnya merasa bahwa hidup harus membayar hutang padanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Saya merasa mental OKB (Orang Kaya Baru) menjembatani aktivitas korupsi wakil rakyat. Menurut saya asal muasal munculnya status tersebut bila ditelusuri berpangkal pada karakter inferior masyarakat Indonesia yang berkubang dalam kedangkalan sikap hidup. Tentunya korupsi bukanlah sesuatu yang bisa dimaklumi. Selain karena adanya kesempatan, korupsi pun terjadi karena adanya dorongan ilusif yang membuat si pelaku harus melakukannya dengan resiko apapun. Ini bukan semata masalah kebutuhan yang tidak terpenuhi, tapi mengarah pada usaha mengakomodasi gaya hidup perut buncit, gaya hidup yang disebut sebagai ‘sukses’. Dan si pelaku, si politisi, si wakil rakyat adalah alat yang berupa ujung logam lancip yang berdiri di atas pegangan kayu yang panjang dari sebuah tombak. Kedua bagian ini saling berpadu. Mengisi posisi masing-masing untuk menjalani fungsinya sebagai perkakas berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Jika kembali pada bagaimana orang-orang bebas berpendapat, ada kesan kontradiktif yang tertangkap. Tidak hanya kepercayaan terhadap wakil rakyat yang luntur, kepercayaan terhadap rakyat pun mengundang tanda tanya. Bagaimana bisa meminta wakil rakyat untuk hidup sederhana jika rakyat merasa risih untuk hidup sederhana. Bagaimana bisa meminta wakil rakyat untuk tidak berfoya-foya jika diam-diam di dalam hati rakyat pun menyimpan keinginan untuk bisa merasakannya. Bagaimana meminta wakil rakyat untuk bekerja keras melayani bila rakyat sendiri memilih untuk bermalas-malasan selalu mengeluh. Bisa jadi segala kritik yang tertuju pada wakil rakyat merupakan penyaluran dari rasa iri, sehingga makin banyak orang berbondong-bondong mencalonkan diri sebagai wakil rakyat demi untuk merasakan keistimewaan yang ada. Untuk merasakan ‘kesuksesan’.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,serif; font-family:Georgia,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Entahlah, yang jelas selalu ada dua sisi mata uang. Dan bila kita belajar dari sejarah, kita tahu bahwa rakyat lah yang bisa merubah wakil rakyat, bukan sebaliknya. Rakyat pula lah yang bisa merubah suatu negara atau pemerintahan, bukan sebaliknya. Dan cermin adalah salah satu penemuan terpenting dalam peradaban manusia. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-3486020938603965983?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/3486020938603965983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2012/02/vicarious.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/3486020938603965983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/3486020938603965983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2012/02/vicarious.html' title='Vicarious'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-8696749055760249394</id><published>2012-01-09T19:36:00.060+07:00</published><updated>2012-01-17T11:18:24.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>It May Be As Easy As Just to Sit and Watch, But Somehow Eyes Need to Be Taught to See Things Closer and Further, For There's Always Wisdom in Every Creation, Someone Said</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Well, let's say that since you were little, you always dreamed of getting a lion. And you wait, and you wait, and you wait, but the lion doesn't come. And along comes a giraffe. You can be alone, or you can be with the giraffe."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Beginners&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;50/50&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iaBcBYY37JI/Ttd7H5jZMII/AAAAAAAAAlc/tU8qd6ivlqE/s1600/50-50-Trailer.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681144830589743234" src="http://2.bp.blogspot.com/-iaBcBYY37JI/Ttd7H5jZMII/AAAAAAAAAlc/tU8qd6ivlqE/s320/50-50-Trailer.jpg" style="display: block; height: 170px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Komedi kanker. Sebenarnya bukan pasangan kata yang pas, seperti yang dicontohkan oleh tokoh Adam saat dia didiagnosis memiliki tumor &lt;i&gt;schwanomma &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;di bagian punggungnya dan&amp;nbsp;kemudian dia harus menghadapi kenyataan diselingkuhi oleh pacarnya, berurusan dengan ibunya yang over-protektif, digunakan sebagai "umpan" oleh teman baiknya untuk mendekati perempuan, dan yang paling menjengkelkan adalah mendengarkan orang-orang selalu mengucapkan kalimat: "&lt;i&gt;You're gonna be okay&lt;/i&gt;" padanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Namun kondisi tersebut justru memunculkan situasi komedi dunia modern di mana bagaimana pun sekaratnya seseorang, &lt;i&gt;life&lt;/i&gt; akan tetap &lt;i&gt;goes on&lt;/i&gt;! Maka persahabatan dan cinta menjadi sangat berarti untuk melewati hari demi hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Film ini sukses mensinkronisasi unsur komedi dan drama tanpa membuat salah satunya jadi lebih dominan dari yang lain. Hasilnya adalah sebuah &lt;i&gt;feel-good movie&lt;/i&gt; (yang mengingatkan saya pada &lt;i&gt;Greenberg&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Another Year&lt;/i&gt;) yang menyentuh hati lewat &lt;i&gt;gelitikan &lt;/i&gt;yang dikemas secara bersahaja. Fase putus asa yang dilalui Adam, ditambah lagi dengan detik-detik mendebarkan menuju meja operasi (dalam keadaan kalap, Adam yang tidak punya SIM nekat menyetir mobil sahabatnya lalu menerobos jalan satu arah. Ia berhenti, mengusir sahabatnya itu keluar dan mengamuk di dalam sambil teriak dan memukul-mukul kemudi. Setelah itu, ia menelepon terapisnya dan dengan lembut berkata: "&lt;i&gt;I wish you were my girlfriend&lt;/i&gt;"), merupakan sebuah momen yang sarat simpatik yang ditujukan kepada penonton tentang betapa gamangnya menunggu kematian datang. Terutama lagi jika bicara mengenai kesendirian seseorang saat menghadapinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Secara subjektif, sangat mudah untuk menyukai Anna Kendrick di dalam film ini dalam perannya sebagai seorang terapis muda yang sedang &lt;i&gt;training&lt;/i&gt; (dan punya kebiasaan membiarkan lantai mobilnya diseraki bungkus makanan &amp;amp; minuman). Kecanggungannya saat menghadapi Adam serta penampilannya yang anggun, menjadi angin segar bagi setiap orang depresif untuk berpikir tentang sesegera mungkin menemui terapis. Dan film ini menjadi lebih sempurna lagi saat lagu &lt;i&gt;Yellow Ledbetter&lt;/i&gt; dari Pearl Jam dipasang di bagian &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Mendayu-dayu tepat saat &lt;i&gt;Miss&lt;/i&gt; Kendrick ada di sana. &lt;i&gt;Aw, Fuck&lt;/i&gt;!&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Beginners&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-18qJigSr69c/TtfOMfT6MAI/AAAAAAAAAmM/9vk0TD1nDeU/s1600/watch-beginners-online.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://2.bp.blogspot.com/-18qJigSr69c/TtfOMfT6MAI/AAAAAAAAAmM/9vk0TD1nDeU/s320/watch-beginners-online.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sebuah film yang kalem. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Di usianya yang berada di 30-an, Oliver mendengar pengakuan ayahnya yang sudah berumur 75 tahun bahwa selama ini dirinya adalah seorang gay dan memutuskan untuk menjalani statusnya itu secara lebih praktikal, tidak lagi secara teoritis, terutama setelah istrinya meninggal dunia. Maka, terjawablah sudah segala bentuk "kedinginan" yang selama ini Oliver saksikan langsung dari hubungan kedua orangtuanya itu yang berujung pada pengambilan sikapnya untuk tidak menjadi seperti ayahnya yang selama ini hidup menjalani komitmen&amp;nbsp; penuh penyangkalan. Lalu, sang ayah meninggal akibat kanker dan Oliver bertemu dengan Anna, perempuan asal Prancis yang unik. Dia mencintainya tapi dia tidak yakin dengan bagaimana caranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Dibesarkan dengan contoh yang buruk dari hubungan cinta orangtuanya, Oliver "belajar" dari kisah singkat romantisme gay antara sang ayah dan kekasihnya, Andy. Dalam gaya tutur film yang nonlinear, Oliver mengenang saat-saat terakhir kebersamaan dengan ayahnya itu yang bersimpangan dengan kisah asmara yang sedang ia jalani yang terjalin manis namun juga mengandung kehati-hatian. Sebagai seorang anak, dia tidak bisa mengabaikan sosok orangtua satu-satunya itu yang sejak dulu tidak pernah begitu dekat (dia akrab dengan ibunya) yang kemudian melahirkan keakraban ambigu di antara keduanya. Dia mencintai ayahnya, mencintai cinta sesama jenis yang dijalankan ayahnya, dan belajar mencintai Anna sepenuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Beginners adalah film "galau" dalam skala filosofis yang dikemas secara kontemporer sehingga hasilnya tidak menjadi terlalu "berat". Oliver yang seorang desainer grafis, mengembangkan sebuah proyek seni yang ia beri judul &lt;i&gt;The History of Sadness&lt;/i&gt; yang berupa rangkaian sketsa karikatur buatan tangannya. Ia menggambarkan bahwa dari sejak bumi tercipta, kesedihan pertama yang ada berawal dari sebuah pernikahan antar pasangan yang salah yang kemudian berujung pada penemuan cara bunuh diri, penciptaan alkohol, obat-obat terlarang, dll. Entah ini menakut-nakuti atau tidak, tapi pernikahan mungkin memang merupakan sesuatu yang sulit. Cinta dan pernikahan, bisa jadi keduanya berada di dua sisi berbeda. Untuk hal ini, semua orang adalah pemula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;Carnage&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5aytqarC0vM/TwKwJgwNJ5I/AAAAAAAAApA/-NEyEs2v8wg/s1600/kate-winslet-nel-film-carnage-di-roman-polanski-214632.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" rea="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-5aytqarC0vM/TwKwJgwNJ5I/AAAAAAAAApA/-NEyEs2v8wg/s320/kate-winslet-nel-film-carnage-di-roman-polanski-214632.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Michael dan Penelope adalah orang tua dari seorang anak yang dua giginya patah dan kepalanya terluka karena dipukul kayu oleh anak dari Alan dan Nancy. Penelope mengundang pasangan tersebut ke rumahnya untuk mengadakan pertemuan dan pembicaraan bersahabat antar orang tua untuk menghapus ketegangan di kedua belah pihak. Dan pada akhirnya, masing-masing mendapat pengalaman "&lt;i&gt;the worst day of my life&lt;/i&gt;" dengan membuktikan bahwa tidak ada yang bisa melakukan &lt;i&gt;verbal bullying&lt;/i&gt; yang lebih baik daripada pasangan orang tua bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Maka inilah empat orang yang saling "menyiksa" dan menyalahkan dalam arena adu debat &lt;i&gt;good parents&lt;/i&gt; vs. &lt;i&gt;bad parents&lt;/i&gt;, konvensional vs. modern, republikan vs. demokrat, pasifis vs. realis,&amp;nbsp; pecinta hewan vs. pembenci hewan, maskulin vs. feminin, karir vs. rumah tangga, korban vs. pelaku, histeris vs. histeris, dengan tema-tema yang diangkat mulai dari hamster, John Wayne, panggilan sayang, pekerjaan, sampai kemiskinan di Afrika. Setiap orang bebas untuk mengutarakan isi hatinya sampai muntah sekalipun, bahkan masing-masing bebas untuk berpihak pada siapa saja, bisa jadi dua lawan dua atau satu lawan tiga. Waktu istirahat akan ditentukan dari suara dering&lt;i&gt; handphone&lt;/i&gt;. Tersedia kopi, &lt;i&gt;cobbler&lt;/i&gt; (semacam pai), dan sebotol&lt;i&gt; scotch&lt;/i&gt; gratis dan tak boleh merokok di dalam rumah. Semuanya untuk menguji seberapa lama keramahtamahan dapat bertahan di antara orang-orang yang menyimpan "kegilaan" di balik peradabannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Diadaptasi dari naskah teater Yasmina Reza, film ini adalah tontonan komedi terhadap permasalahan rumah tangga metropolitan. &lt;i&gt;Nervous breakdown&lt;/i&gt; adalah milik perempuan sementara laki-laki punya apatisme. Karakter-karakter ini dengan beban dan "penyakit" psikologis-nya masing-masing saling berhadapan untuk mencapai satu gelar prestisius dari zaman kebebasan berpendapat, yaitu: &lt;i&gt;I am the right one&lt;/i&gt;. Pujian layak diberikan untuk penampilan Jodie Foster, John C. Reily, Kate Winslet, dan Christoph Waltz. Walau bukan karya terbaik sutradara Roman Polanski, tapi tetap saja, ini adalah karya Roman Polanski! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Martha Marcy May Marlene&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QerBpFX7NLg/TvxcMJ8vtBI/AAAAAAAAAn4/621NIsGQ4aE/s1600/Martha-Marcy-May-Marlene-Trailer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="174" src="http://4.bp.blogspot.com/-QerBpFX7NLg/TvxcMJ8vtBI/AAAAAAAAAn4/621NIsGQ4aE/s320/Martha-Marcy-May-Marlene-Trailer.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Martha adalah gadis belia yang menghilang dari keluarganya selama 2 tahun&amp;nbsp;karena tergabung dalam sebuah perkumpulan &lt;i&gt;cult&lt;/i&gt; rahasia di mana ia dipanggil dengan nama Marcy May (Marlene adalah nama yang dipakai semua perempuan anggota &lt;i&gt;cult&amp;nbsp;&lt;/i&gt;itu&amp;nbsp;khusus saat menjawab telepon). Diliputi oleh ketakutan karena sebuah kegiatan perkumpulan (yang dipimpin oleh laki-laki bernama Patrick) menjurus kriminal, di suatu pagi ia melarikan diri dan tinggal bersama kakak perempuannya yang telah bersuami. Di tempatnya yang baru ini, Martha tenggelam dalam persimpangan antara kenyataan dan mimpi (memori) serta di antara kehidupan normal dan kehidupannya&amp;nbsp;sebelum ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Martha terbiasa tidur bersama lebih dari lima orang perempuan lain dalam satu kamar sehingga ketika ia diberi sebuah kamar di rumah kakaknya itu ia tidak bisa tidur karena sendirian. Martha terbiasa berbagi baju dengan perempuan anggota perkumpulan yang lainnya sehingga ia merasa lucu saat kakaknya memberikannya sebuah baju. Martha terbiasa berenang tanpa busana. Martha adalah seorang sosialis yang menentang konsep tentang karier yang diutarakan oleh kakak iparnya. Dan Martha adalah gadis belia yang dengan santai masuk ke dalam kamar kakaknya yang sedang berhubungan seks lalu meringkuk di atas kasur, bersebelahan dengan posisi misionaris yang sedang dilakukan oleh pasangan tersebut (baginya, &lt;i&gt;orgy&lt;/i&gt; adalah hal yang lumrah). Untuk itu, sang kakak yang terkejut berteriak padanya: "&lt;i&gt;This is not normal, this is privacy&lt;/i&gt;." Ini menjadi kalimat kunci yang menggambarkan&amp;nbsp;kehidupan Martha sebelumnya, tanpa privasi dan dalam banyak aspek,&amp;nbsp;tidak normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sepanjang film, Martha, yang diperankan dengan sangat baik oleh Elizabeth Olsen, berada dalam paranoia dan kebingungan untuk "berkoneksi" dengan dunia barunya. Pengalaman abusif yang pernah dia alami membawanya kepada semacam trauma dan teror dari sosok Patrick yang sulit untuk dihilangkan begitu saja ("&lt;i&gt;How far are we from yesterday&lt;/i&gt;?"). Secara tersirat, Martha merepresentasikan persamaan perempuan = korban dalam segala hal (formula&amp;nbsp;abadi dalam&amp;nbsp;dunia sinema selama bertahun-tahun). Dan tak ada yang lebih berbahaya bagi perempuan&amp;nbsp;selain menjadi korban ideologi, karena efeknya mengarah langsung pada kegilaan. Kejahatan selalu mengenakan selimut yang terbaik. Untuk Marcy May, Patrick bernyanyi: "&lt;i&gt;She's just a picture/ Just a picture/ That's all&lt;/i&gt;."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Moneyball&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sHarOUT2NDw/TvldR07c2zI/AAAAAAAAAns/x2dKZt_0cFA/s1600/MoneyballGrab01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://3.bp.blogspot.com/-sHarOUT2NDw/TvldR07c2zI/AAAAAAAAAns/x2dKZt_0cFA/s320/MoneyballGrab01.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"How can you not get romantic about baseball?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sejak awal, Billy Beane selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidupnya. Saat muda, ia memilih menjadi pemain baseball profesional dan menolak beasiswa sebuah universitas hanya untuk menjadi seorang &lt;i&gt;rising star&lt;/i&gt; yang gagal. Ia memilih untuk menjadi manajer tim Oakland Athletics, tim dengan cita-cita tinggi namun dana yang terbatas. Ia memilih untuk merekrut para pemain buangan untuk bertanding di liga dan itu terjadi karena, dibanding mempercayai &lt;i&gt;talent scout&lt;/i&gt;-nya, ia lebih memilih untuk mempercayai Peter Brand, lulusan fakultas ekonomi yang ahli dalam menganalisis pertandingan melalui data statistik. Tapi apa Billy berhasil dengan semua pilihannya itu? Setidaknya dia percaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Walau premisnya terkesan klise untuk film bertema olahraga, namun film ini tidak seperti yang lain. Penempatan klimaks pertandingan besar yang bukan di bagian &lt;i&gt;ending &lt;/i&gt;adalah sebuah pernyataan kepada audiens bahwa ini bukan hanya tentang upaya meraih kemenangan dalam struktur heroik &lt;i&gt;from zero to hero&lt;/i&gt;, lebih jauh lagi ini adalah tentang berada di dalam lapangan bisnis di mana pertaruhan adalah filosofi permainannya. Billy tidak pernah menonton timnya bertanding di pinggir lapangan, ia juga tidak bersosialisasi dengan para pemainnya, dan ketika memecat pemain, ia memilih kata-kata yang lugas dan singkat. Sikapnya merupakan cerminan dari pengalamannya selama 20 tahun lebih berada di dunia baseball, yang selalu memiliki awal yang menjanjikan, sama seperti setiap kesempatan dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Dengan pencampuran &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; melankolis dan optimistis di sepanjang film, &lt;i&gt;Moneyball &lt;/i&gt;membawa &lt;i&gt;sport movie&lt;/i&gt; ke level lain karena ceritanya yang terfokus pada sisi-sisi manajerial-nya (ditambah lagi dengan karakter Billy yang kontemplatif yang membuat film jadi &lt;i&gt;rada&lt;/i&gt; psikologis). Brad Pitt dengan sukses melucuti aroganisme dan kebintangannya untuk memerankan pria yang berjuang dalam ketidakpastian nasibnya, karena pada akhirnya olahraga bukanlah ilmu pasti atau ilmu hitung-hitungan, ada nilai lain yang terdapat di sana. Suatu nilai yang menjawab situasi di mana saat Billy ditawari untuk menjadi &lt;i&gt;general manager&lt;/i&gt; bergaji tertinggi sepanjang sejarah baseball, ia lebih memilih untuk mencintai baseball.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;The Skin I Live in&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vemyHcbG7JU/TvxdUB-SkmI/AAAAAAAAAoc/eT66Cf6vXO4/s1600/antonio_banderas_skin_a_l.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-vemyHcbG7JU/TvxdUB-SkmI/AAAAAAAAAoc/eT66Cf6vXO4/s320/antonio_banderas_skin_a_l.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Tidak ada hukuman yang lebih pantas diberikan kepada pemerkosa selain merubah jenis kelaminnya&amp;nbsp;secara paksa dalam operasi plastik dan tak ada yang lebih ambisius bagi seorang ahli bedah plastik yang berduka karena kehilangan istrinya selain menyulap orang asing menjadi mirip dengan istri aslinya tersebut. Kedua premis ini bertemu dalam kisah Pinokio &lt;i&gt;bondage, dominance &amp;amp; submission&lt;/i&gt; &amp;nbsp;tentang penebusan dan dendam dari seorang dokter yang secara tragis ditinggal mati oleh istri dan putri semata-wayangnya. Resiko pun ia ambil dengan eksekusi yang dingin dalam tindakan sekali-dilakukan-tidak-bisa-kembali-lagi-ke-awal demi batinnya yang terluka, reputasinya, serta kemajuan ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Entah ini kekejaman atau komedi, yang jelas saat &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; seorang laki-laki sadar dari pengaruh bius dan mendapati dirinya berada di meja operasi bersama sang dokter yang berkata bahwa operasi &lt;i&gt;vaginoplasty&lt;/i&gt;-nya berhasil dan si laki-laki dengan lemas berekspresi seperti, "&lt;i&gt;What? I have a vagina&lt;/i&gt;?" lalu kembali pingsan, jelas sekali adegan tersebut membuat &lt;i&gt;ngilu&lt;/i&gt;. Sama &lt;i&gt;ngilu&lt;/i&gt;-nya seperti saat si dokter menjelaskan ke pasiennya benda apa saja yang harus dimasukkan agar lubang vaginanya terbuka dan menjadi lebih dalam. Seperti tirai, rahasia kelam pun terungkap satu per satu yang semakin diingat-ingat semakin menambah rasa &lt;i&gt;ngilu&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Di antara semua katalog film Pedro Almodovar, film ini rasanya adalah yang paling &lt;i&gt;hardcore&lt;/i&gt;. Penampilan anggun Elena Anaya (&lt;i&gt;muse&lt;/i&gt; baru setelah Penelope Cruz, &lt;i&gt;senor&lt;/i&gt; Pedro?) dengan baik&amp;nbsp;menghiasi&amp;nbsp;&lt;i&gt;scene-scene&lt;/i&gt; di film di balik semua kasus penyimpangan yang terjadi dalam cerita. Pelajaran terbaik adalah&amp;nbsp;bila dua orang sedang melakukan seks, belum tentu keduanya sama-sama bisa menikmati dan jika itu yang terjadi, lebih baik segera berhenti. &lt;i&gt;And sex change is not a joke&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tinker Tailor Soldier Spy&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-i1KOynxGfTM/Tw2FJUx52hI/AAAAAAAAApI/p-_7VPQv59k/s1600/tinker-tailor-soldier-spy-12092011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://4.bp.blogspot.com/-i1KOynxGfTM/Tw2FJUx52hI/AAAAAAAAApI/p-_7VPQv59k/s320/tinker-tailor-soldier-spy-12092011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Diangkat dari novel dengan judul sama karya John le Carre, Film ini mengangkat kisah intrik dunia spionase di era perang dingin. Cerita berpusat pada tokoh George Smiley yang dipecat dari sebuah &lt;em&gt;British Intelligence&lt;/em&gt; untuk kemudian bekerja secara independen mengungkap identitas seorang agen ganda yang berhubungan dengan kasus pemberhentiannya itu. Dibantu oleh&amp;nbsp;seorang agen muda dan seorang "buronan" yang mengungkap rahasia adanya keterlibatan pihak Rusia, investigasi berjalan&amp;nbsp;pelan namun pasti dengan penemuan fakta-fakta baru yang di antaranya menyinggung skandal perselingkuhan mantan istrinya dengan orang dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sebagai film&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;bertema mata-mata, penyajiannya mungkin akan terasa kurang "pop" dengan minusnya aksi tembak-tembakan atau kejar-kejaran khas Hollywood. Namun dengan barisan &lt;em&gt;cast&lt;/em&gt; yang kebanyakan aktor-aktor yang tidak lagi muda, maka argumen yang tepat adalah film ini merupakan sebuah &lt;em&gt;thriller investigation &lt;/em&gt;yang&amp;nbsp;lebih menonjolkan&amp;nbsp;permainan kata, trik, dan plot yang cerdas. George Oldman&amp;nbsp;tampil sangat baik memerankan karakter tokoh utama&amp;nbsp;yang kaku sekaligus elegan khas Inggris. Logat bicara dan kacamatanya mengaburkan bayangan bahwa dia juga adalah paman Harry Potter yang gila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sutradara asal Swedia, Tomas Alfredson, mengajak penonton untuk berkonsentrasi di&amp;nbsp;sepanjang film dengan menampilkan&amp;nbsp;&lt;em&gt;detail-detail&lt;/em&gt; kecil yang penting dalam membangun cerita, seperti&amp;nbsp;butir keringat yang menetes di atas meja, lalat di dalam mobil, atau gerakan bola mata. Bahkan bila jeli, bukan tidak mungkin&amp;nbsp;penonton bisa langsung mengungkap identitas penyusup itu di pertengahan film. Pada akhirnya memang tidak ada persahabatan yang abadi jika memilih mata-mata sebagai mata pencaharian karena seseorang harus hidup dalam kecurigaan penuh selama 24 jam. Kehilangan apa saja merupakan resiko yang harus ditanggung dan dihadapi, kecuali untuk James Bond, karena dia selalu berhasil mendapatkan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-8696749055760249394?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/8696749055760249394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2012/01/it-may-be-as-easy-as-just-to-sit-and.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8696749055760249394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8696749055760249394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2012/01/it-may-be-as-easy-as-just-to-sit-and.html' title='It May Be As Easy As Just to Sit and Watch, But Somehow Eyes Need to Be Taught to See Things Closer and Further, For There&apos;s Always Wisdom in Every Creation, Someone Said'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iaBcBYY37JI/Ttd7H5jZMII/AAAAAAAAAlc/tU8qd6ivlqE/s72-c/50-50-Trailer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-1681461174814749028</id><published>2011-12-19T22:39:00.004+07:00</published><updated>2011-12-19T22:46:51.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inner light'/><title type='text'>Simbiosis Transendensialisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;You can tell the size of your God by looking at the size of your worry list.&amp;nbsp; The longer your list, the smaller your God.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: x-small;"&gt;(Anonymous)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Saya sudah terlalu lama hidup di dalam lingkungan yang beranggapan bahwa mempertanyakan atau bahkan sekedar berpikir tentang apa yang Tuhan lakukan adalah hal yang tabu, subversif, melenceng, atau dalam kerangka pemikiran tertentu, tindakan itu juga tergolong dosa. Yang jelas kita akan selalu menyepakati kesimpulan akhir bahwa Tuhan adalah maha terhadap apapun sehingga kita sebagai manusia, tidak punya pilihan lagi selain meratapi kekecilan kita yang luar biasa itu. Ada kecenderungan pemahaman yang menyebut karena Tuhan itu Maha Besar dan manusia hanyalah seukuran atom yang terbagi-bagi lagi dan lagi dan lagi, maka menyinggung soal Tuhan adalah sebuah upaya yang takkan terjamah oleh manusia selain dari menjamah kegilaannya sendiri. Maka terima saja kesimpulan besar itu: Tuhan adalah yang paling Tuhan di atas segala apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Tersebutlah Tuhan yang sangat besar itu sebagai kekuatan tak terbatas yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Kehadiran-Nya mau tidak mau mengecilkan eksistensi manusia. Agama muncul sebagai ideologi praktis dan teoritis dalam meletakkan pijakan-pijakan di atas jalur yang menghubungkan manusia dengan Tuhan. Kehadirannya mau tidak mau menggoda iman manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Lalu pada prosesnya, agama memiliki fungsi lain. Melewati nalar manusia, ajaran agama berkembang sebagai medium yang mengajak manusia untuk “berdamai” dengan Tuhan. “Berdamai” dalam pengertian ketundukan tanpa syarat, penyerahan diri yang tak bisa ditawar-tawar lagi posisinya. Karena Tuhan Maha Apa Saja ―dengan kekuatan yang meliputi membelah matahari jadi dua dalam satu tiupan, membangkitkan dinosaurus dari tanah, atau menciptakan sepuluh Adolf Hitler― sedangkan manusia begitu tidak berdaya, maka “perdamaian” harus dicetuskan untuk menegaskan posisi keduanya. Ide tentang kemurkaan Tuhan dan neraka akhirat menjadi unsur penting dalam pengenalan agama yang pada ujungnya juga digunakan untuk mendefinisikan (atau mempersonifikasikan) Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Ketaatan terhadap Tuhan jadi nama lain dari ketakutan akan Tuhan. Ketakutan seperti lutut bergetar, kencing di celana, gemeretak di gigi, yang muncul dari membayangkan Tuhan sebagai penguasa absolut dari segala penguasa yang selalu siap dengan kemarahannya untuk menghukum manusia. Maka ketakutan manusia pun dibuat menjadi absolut. Agama, dalam pengertian lain, adalah panduan untuk mempertegas rasa takut manusia terhadap hukuman-hukuman dan angkara murka Sang Pencipta. Sehingga akhirnya, agama tidak lebih dari sekedar hal-hal dogmatis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Terkait dengan lingkungan saya ―atau lingkungan yang terwakili dalam istilah Indonesia― atmosfer dogmatik yang begitu kuat terletak pada prinsip beribadah yang melekat di keyakinan umat beragama. Hal-hal yang menyangkut penghakiman prematur mengenai pahala dan dosa. Adalah suatu kelumrahan untuk menyebut bahwa tujuan beribadah adalah untuk menyenangkan hati Tuhan atau meredakan kemarahan-Nya (bayangkan sebuah bencana alam yang dikaitkan dengan dosa para penduduk tempat bencana tersebut terjadi). Jika manusia beribadah maka Tuhan tersenyum, jika manusia lalai Tuhan akan kesal. Ibadah adalah untuk Tuhan, penyerahan terbaik dari kelemahan manusia untuk Sang Maha Dahsyat. Dan jika saya tidak salah melihat, ibadah menjadi manifestasi dari karakter dan mental upeti/sesajen pengikut-Nya. Ketundukan terhadap sang &lt;em&gt;Superpower&lt;/em&gt;. Mental yang telah membentuk wajah bangsa ini selama ratusan tahun.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Film &lt;em&gt;The Tree of Life&lt;/em&gt; dirilis tahun ini. Karya sutradara Terrence Malick (setelah sekian lama vakum) ini menuai pujian dari para kritikus dan meraih banyak penghargaan. Ada satu sequence di dalamnya yang membuat saya terbius. Sebuah adegan kilas balik visual mengenai penciptaan kehidupan dari mulai pembentukan langit, galaksi, bumi, lautan, daratan, tumbuhan, mahluk bersel satu, ikan, dinosaurus dan kepunahannya, lalu akhirnya manusia yang mungil dan lemah, meringkuk di dalam janin. Adegan yang luar biasa yang memperlihatkan Tuhan sedang berkarya, menghasilkan mahakarya demi mahakarya dengan cita rasa yang tak terjangkau, ide dan kejeniusan yang tak terbendung, pertunjukan kekuatan yang Maha Arogan. Benar-benar sebuah pengalaman sinematis yang epik nan syahdu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Memang tidak bijak untuk menjustifikasi kesahihan ide visual Terrence Malick di film itu. Apa yang dia gambarkan belum tentu apa yang terjadi sebenarnya, itu hanya upaya kecil manusia untuk melukiskan kekuasaan Tuhan dan merayakan kehidupan. Namun demikian, komplekstisitas yang ditampilkan mampu merepresentasikan kekuasaan absolut tersebut yang menunjukkan bahkan dalam mahluk sekelas protozoa pun, terdapat karakter-karakter dan fungsi alamiah yang mengarah pada ide besar di baliknya. Ini membawa saya pada keimanan yang baru. Keimanan yang tumbuh dari melihat. Pengaruh dari film itu adalah saya (berusaha) meyakini diri bahwa apapun yang ada di sekeliling saya, saya melihat (secara dramatis atau teatrikal) Tuhan (dalam karya dan ide).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Daun bukan hanya sebatas daun. Komplekstisitas di dalamnya meliputi sel-sel mikroskopik yang tersusun rapi, sistem fotosintesis, klorofil, warnanya yang khas, ukuran, pola, tekstur, tulang-tulang daun, massanya, zat-zat yang terkandung di dalamnya, termasuk juga pose manis saat dia diterpa angin atau pose romantis saat dia jatuh gugur. Begitu juga komplekstisitas partikel-partikel debu saat ia melayang di bawah pancaran batang cahaya matahari yang menembus masuk lewat jendela atau lubang pintu. Air mendidih dengan gelembung yang pecah-pecah disertai suara kumur-kumur dan asap yang muncul lalu menghilang seperti roh halus. Pupil mata yang melebar, lalu mengecil, melebar lagi, dan mengecil saat lampu senter dinyalakan-dimatikan tepat di depannya. Lalu stalagtit, stalagmit. Ubur-ubur yang sedang berenang. Burung-burung bermigrasi. Tirai ditiup angin. Detak jantung. Sifat Keilahaian itu menyulap kesederhanaan sekelas garis-garis di telapak tangan menjadi tampak elegan melebihi kekenesan dalam Blackberry atau &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Kemudian timbul pertanyaan dari dalam diri mengenai makna peribadatan. Apa sebenarnya maksud dari manusia beribadah kepada Tuhan? Sudah jelas Tuhan Maha Perkasa lalu mengapa peribadatan manusia menjadi sesuatu yang diwajibkan? Apa yang bisa manusia berikan yang sementara Tuhan tidak punya? Ketika orang-orang mensinkronisasikan kemarahan Tuhan dengan kelalaian suatu kaum dalam beribadah, apakah mereka membicarakan Tuhan yang sama? Tuhan yang menciptakan matahari dengan ukurannya yang besar dan membiarkannya melayang di langit?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Tuhan tidak memerlukan manusia. Segala hal yang dilakukan oleh manusia mungkin tidak ada artinya sama sekali bagi-Nya. Dia yang membuat laut merah dan membelahnya menjadi dua. Dia membuat semuanya, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dia adalah seniman dengan Aurora Borealis-Nya, bintang-bintang-Nya, angin tornado-Nya, dan muntahan lahar-Nya yang mencat gunung dengan warna merah terang elektrik. Dia adalah arsitek Mount Everest, air terjun Niagara, fisikawan yang menciptakan waktu, biologis yang menciptakan darah, kimiawan yang menciptakan semua yang tertera di tabel periodik. Dengan keagungan yang seperti itu, lalu apa yang mungkin bisa dilakukan oleh manusia yang Maha Kecil ini? Apa yang bisa diserahkannya karena badan dan jiwa yang kita punya juga adalah pinjaman dari-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Maka apa jadinya Tuhan jika peribadahan kita menjadi penting untuk-Nya? Bagi saya adalah kekerdilan. Kekerdilan yang amat sangat lancang ditujukan kepada Tuhan sebagai sosok yang “gampangan”. Manusia yang kerap mengaitkan (atau menghitung) pahala dan dosa dengan peribadatan mengindikasikan Tuhan sebagai sosok borjuis kecil yang manja yang ingin selalu dihibur dan disenangkan,gemar mengancam serta meledak-ledak bila kesal. Dia tidak membutuhkan apa-apa dari manusia. Hanya saja manusia yang terlalu egois yang menganggap apa yang dilakukannya atas nama aktivitas ibadah bakal mampu menggerakkan hati Tuhan. Bahkan jika seluruh manusia di dunia ini tidak beribadah, rasanya Tuhan tidak akan kehilangan apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Namun itu bukan berarti bahwa beribadah tidak memiliki nilai. Yang akan saya tekankan di sini adalah mengenai pergeseran fungsinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Saya meyakini bahwa salah satu tujuan fundamental kehidupan manusia adalah agar manusia terus belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Tidak hanya ilmu-ilmu yang sifatnya teoritis tapi juga praktis, tidak hanya yang materiil tapi juga imateriil. Semua ilmu pengetahuan di dunia ini, yang telah ada maupun yang belum ditemukan, asalnya dari Tuhan. Maka setiap ilmu bila ditelusuri maka akhirnya akan mengarah kepada-Nya dengan cara masing-masing. Seperti, entah bagaimana dengan yang lain, tapi saya menemukan kebesaran Tuhan di balik terciptanya internet, tentang bagaimana ilmu-ilmu yang telah ada bisa saling terhubung untuk menciptakan teknologi ini dan yang jelas, bagaimana sebuah media mampu memperpendek jarak fisik yang terbentang adalah suatu mukjizat. Dan dengan ilmu-ilmu pengetahuan di dunia ini, beserta perangkat manusia yang derajatnya melebihi mahluk lain, maka suatu hubungan terbentuk, bahwa Tuhan tidak membutuhkan pemujaan dan ketertundukan manusia (hal yang sudah pasti) melainkan Dia menghendaki untuk dicari dan selalu dicari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Yang menjadi masalah dari proses pencarian ini adalah sejak awal Tuhan tidak pernah hilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Karena itu, ibadah memiliki nilai. Ibadah adalah salah satu ilmu pencarian tersebut, mencari sesuatu yang tidak pernah hilang. Tuhan tidak membutuhkan manusia tetapi manusia yang membutuhkan Tuhan. Fungsi ibadah berkaitan langsung dengan manusia secara personal, bukan melulu masalah pahala dan dosa. Bukanlah kemurkaan Tuhan yang harus diperhatikan dalam hal kelalaian beribadah melainkan perkembangan diri secara psikologis (batiniah) atas apa yang telah dilewatkan dari kesempatan untuk mendekati-Nya. Sama seperti saat belajar di sekolah, seharusnya bukanlah nilai rapor yang diburu dari mengerjakan PR atau mengikuti ujian, melainkan ilmu itu sendiri, “kebebasannya” tanpa dipengaruhi institusi atau kebanggaan pribadi. Maka bukan kewajiban, ibadah adalah kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Saya sebagai seorang muslim punya ibadah wajib sholat lima kali dalam sehari. Jika saya tidak sholat, saya tidak perlu mengkhawatirkan tentang dosa (bukan urusan saya), tapi adalah waktu dan kesempatan yang saya lewatkan untuk secara syahdu menggerakkan badan dan jiwa mendatangi-Nya. Selain gerakan dan bacaan, sholat tentunya membutuhkan konsentrasi, kesunyian, kemurnian pikiran dan hati serta penyerahan yang ikhlas, dan itu semua perlu dilatih dengan baik dan intens (untuk itu saya diberi kesempatan lima kali sehari). Jadi ini bukan lagi masalah pahala dan dosa. Ini masalah tentang bagaimana individu mencari dan menemukan Tuhan dengan segala proses yang akan mempengaruhi jiwa dan mentalnya sebagai manusia sampai dia mati kelak. Beruntunglah mereka yang telah berhasil mencapainya sebelum ajal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Saya tegaskan saya bukan seorang pendakwah, penyebar syiar, khotib, cendikiawan agama, ahli kebatinan, murid ahli kebatinan, atau bahkan orang alim. Tulisan ini adalah reaksi saya terhadap “kemunculan-Nya” dalam arena &lt;em&gt;pop culture&lt;/em&gt; yang memercik semacam “reinvensi” bagi keimanan saya. Sama seperti yang lain, saya adalah manusia kecil yang kebetulan mempercayai Tuhan, yang membedakan hanyalah bentuk kepercayaan tersebut. Bagi saya, pencintraan manusia terhadap sosok Tuhan menggambarkan sosok manusia tersebut bila menjadi pemimpin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: small;"&gt;Tuhan adalah besar sebesar-besarnya. Sementara manusia itu kecil. Namun Tuhan tidak membiarkan kita manusia berada dalam “kekecilan” karena kita adalah bagian dari Tuhan yang nantinya akan kembali pada-Nya. Ketundukan buta adalah sikap yang merendahkan kodrat manusia dan posisi Tuhan itu sendiri. Bahkan dalam ketundukan terhadap-Nya kita dituntut untuk tahu alasan mengapa ketundukan itu kita jalankan. Tuhan takkan membiatkan kita tersesat karena kita memiliki akal, hati, jiwa, mata, hidung, telinga, mulut, tangan, kaki, jantung, darah, sel, bahkan aroma tubuh. Apakah itu semua cukup atau tidak, hanya Bob Dylan yang bisa menjawabnya: “&lt;em&gt;The answer my friend is blowin’ in the wind/The answer is blowin’ in the wind&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-1681461174814749028?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/1681461174814749028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/12/mencari-yang-tidak-pernah-hilang.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1681461174814749028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1681461174814749028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/12/mencari-yang-tidak-pernah-hilang.html' title='Simbiosis Transendensialisme'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-8961898049006794492</id><published>2011-11-30T21:04:00.008+07:00</published><updated>2011-12-01T12:22:51.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Put a man and a woman in a single scene, make up a memorable act or short line, describe their love to each other in a cute way, then mix it with good yet unfamiliar music. And so the audience will buy your DVD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Stories don't have a middle or an end anymore. They usually have a beginning that never stops beginning."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small; font-style: italic;"&gt;(Steven Spielberg)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Come Here&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: italic;"&gt;..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Before Sunrise&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-85309531531acc8e" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v14.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D85309531531acc8e%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4F5A42CDAB4F57BF4DD396C31A16894E08C1EEE1.418E7B2F6AC0AC2CE4AFA2298880B8C30BD87BA0%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D85309531531acc8e%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DP8f6SSn79Zdzcda_R3xQpzO3Oa8&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v14.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D85309531531acc8e%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4F5A42CDAB4F57BF4DD396C31A16894E08C1EEE1.418E7B2F6AC0AC2CE4AFA2298880B8C30BD87BA0%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D85309531531acc8e%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DP8f6SSn79Zdzcda_R3xQpzO3Oa8&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;A record store. Pick any vinyl record with an enticing front cover. Enter the music lounge. Play it on a gramophone. Just listen to the song. Then start being a secret admirer of someone standing next to you. Start pretending you're listening to the record. Start feeling each other. Start loving. Well, it's a good place to fall in love anyway. A good start.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Now imagine mp3 and an earphone.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;As always, she was&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-large;"&gt;late&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The Royal Tenenbaums&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Baumer baru saja pulang ke kota kelahirannya dari sebuah plesiran panjang mengelilingi samudera. Sesampainya di sana, ia hendak dijemput oleh Margot, adik tirinya, yang sudah lama tidak ia lihat. Pertemuan keduanya menjadi emosional mengingat sikap Baumer yang diam-diam sudah lama memendam cinta pada Margot. Terlebih lagi, kepergian Baumer mengarungi lautan sebenarnya didorong oleh rasa sakit hati yang mendalam karena Margot ternyata menikahi pria lain. Maka pertemuan mereka di dermaga ini menjadi momen spesial yang mungkin harus kembali dirasakan Baumer secara diam-diam. Cukuplah hanya memandangnya berjalan mendekat dari kejauhan. Cinta terlarang? Sepertinya bukan. Ini hanya kisah cinta lain di mana seseorang kebetulan jatuh cinta pada saudari angkatnya sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-ec4f9cec4b7d3132" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v14.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dec4f9cec4b7d3132%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D319909889E85B12566F6EEA140C51F306A6418FC.439C4D693D89957DC75D61070117D0403D898A58%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dec4f9cec4b7d3132%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dv3SJuf759pwAtP92QgSU5Jh6k8A&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v14.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dec4f9cec4b7d3132%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D319909889E85B12566F6EEA140C51F306A6418FC.439C4D693D89957DC75D61070117D0403D898A58%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dec4f9cec4b7d3132%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dv3SJuf759pwAtP92QgSU5Jh6k8A&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Gwyneth Paltrow berjalan mendekat dari kejauhan.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Mungkin itu juga yang dilihat Chris Martin suatu kali. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"&lt;span style="font-size: large;"&gt;Good luck&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;exploring the&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-large;"&gt;infinite abyss&lt;/span&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Garden State&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-d1064bcdb3b598de" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v18.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd1064bcdb3b598de%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D857E9485D0AC02847CCA26F8C7702F511633E767.5C751B1AF66E4E86CF030A6B30F377D7587A98F9%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd1064bcdb3b598de%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DVhrg_XP-tBvhDSfMeAulbMGzksI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v18.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd1064bcdb3b598de%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D857E9485D0AC02847CCA26F8C7702F511633E767.5C751B1AF66E4E86CF030A6B30F377D7587A98F9%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd1064bcdb3b598de%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DVhrg_XP-tBvhDSfMeAulbMGzksI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hey! &lt;span style="font-size: large;"&gt;You too."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Us &lt;span style="font-size: small;"&gt;too&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Meet&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;me in&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-large;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ontau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;k&lt;/span&gt;!&lt;span style="font-size: large;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Eternal Sunshine of the Spotless Mind&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sebelum &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Joel yang pemalu, Clementine yang eksentrik, keduanya berpacaran  setelah berkenalan di sebuah pantai bernama Montauk. Keduanya menjalani  pahit-manis hubungan sampai akhirnya sebuah pertengkaran memisahkan  keduanya. Sial bagi Joel karena sehabis perpisahan itu, Clementine  langsung menghapus ingatan akan dirinya di sebuah klinik&lt;/i&gt; &lt;i&gt;spesialis  penghapus memori. Tak mau berlama-lama sakit hati, Joel pun memutuskan  untuk melakukan hal yang sama. Singkat cerita, Joel menjalani proses  penghapusan ini dalam kondisi tertidur di atas kasurnya sementara dua orang teknisi menangani semuanya. Cerita lalu berpindah tempat ke dalam kepala Joel.  Semua memori yang menyangkut masa-masa kebersamaannya dengan Clementine dihapus  perlahan-lahan dari mulai memori yang terakhir sampai ke memori yang paling awal yaitu  ke waktu pertemuan mereka yang pertama kalinya terjadi. Di tengah-tengah  proses penghapusan itu, Joel menyesali keputusannya namun tidak mampu berbuat apa-apa karena dalam realita dia tengah terbaring tidur. Yang bisa ia lakukan hanyalah melewati kembali kenangan yang telah lewat lalu bangun tidur dengan ingatan nol tentang Clementine. Maka dalam kepasrahan itu, puncaknya adalah saat  dia harus kembali ke saat malam pertemuan pertama mereka di mana Clementine dengan iseng mengajak Joel untuk menerobos masuk sebuah rumah yang ditinggal penghuninya (Joel yang resah lari kabur keluar saat Clementine pergi ke lantai atas untuk mengacak-acak tempat tidur). Kali ini, mereka harus berpisah selamanya. (&lt;/i&gt;"I walked out the door. There's no memory left")&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Namun kemudian Clementine memanggilnya &lt;/i&gt;("Come back and make up a good-bye at least. Let's pretend we had one") &lt;i&gt;dan berbisik tentang Montauk dengan latar belakang rumah (memori Joel) yang berangsur-angsur runtuh.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-45dc8e05f9acbe70" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v24.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D45dc8e05f9acbe70%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D521EEBD061938C55A196090D0850F84E7808CFBC.831D3745682BE29BDDE32467D62277055B0AC44A%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D45dc8e05f9acbe70%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DRHgB8Sv1o1sX6aqSMzndIaF3wog&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v24.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D45dc8e05f9acbe70%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D521EEBD061938C55A196090D0850F84E7808CFBC.831D3745682BE29BDDE32467D62277055B0AC44A%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D45dc8e05f9acbe70%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DRHgB8Sv1o1sX6aqSMzndIaF3wog&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sesudah &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; Joel bangun di suatu pagi dalam keadaan bingung. Ia bersiap untuk menjalani rutinitasnya ke tempat kerja. Di stasiun kereta, ia gelisah dan memutuskan untuk membolos lalu pergi ke pantai Montauk tanpa alasan tertentu. Pokoknya pergi saja. Di sana ia bertemu lagi dengan Clementine dan berkenalan lagi (&lt;/i&gt;"Have we met before?") &lt;i&gt;dan bla bla bla.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Jadi, &lt;b&gt;meet me in Montauk&lt;/b&gt;, bukan sekedar tentang pertemuan (meet) atau sebuah kenangan indah (Montauk), tapi lebih daripada itu, saya harus menuliskannya dengan senyum yang manis, adalah takdir. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;I&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;just wanted to&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-large;"&gt;come here&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-size: large;"&gt;and say something&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;important&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Magnolia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-ac3cc0ceb01ba72b" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v17.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dac3cc0ceb01ba72b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D521D00E9E04F097C227F522F30ACC6D10B4298CE.1BF8998AE2945BF98E82CFE92739FCB710F9EBBD%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dac3cc0ceb01ba72b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dz1fsYJI1f5GGSG7pKTTdWPs9KMI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v17.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dac3cc0ceb01ba72b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D521D00E9E04F097C227F522F30ACC6D10B4298CE.1BF8998AE2945BF98E82CFE92739FCB710F9EBBD%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dac3cc0ceb01ba72b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dz1fsYJI1f5GGSG7pKTTdWPs9KMI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;(Very quiet, almost inaudible. Aimee Mann's "Save Me" plays in the background.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Officer Jim Kurring:&lt;/b&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I just wanted to come here, to come here and say something, say something important, something that you said. You said we should say things and do things. Not lie, not keep things back...these sorts of things that tear people up. Well, I'm gonna do that. I'm gonna do what you said, Claudia. I can't let this go.  I can't let you go. Now, you...you listen to me now. You're a good person. You're a good and beautiful person and I won't let you walk out on me. And I won't&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; let you say those things...those things about how stupid you are and this and that. I won't stand for that. You want to be with me...then you be with me. You see?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;(Claudia looks at the camera, with tears in her eyes, and smiles. She does.)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-8961898049006794492?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/8961898049006794492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/11/put-man-and-woman-in-single-scene-make.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8961898049006794492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8961898049006794492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/11/put-man-and-woman-in-single-scene-make.html' title='Put a man and a woman in a single scene, make up a memorable act or short line, describe their love to each other in a cute way, then mix it with good yet unfamiliar music. And so the audience will buy your DVD'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-739834652032658792</id><published>2011-11-29T04:30:00.004+07:00</published><updated>2011-12-01T17:26:33.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>In Search of Cinematic Experience, Guided by A Lost Map to A Buried Treasure</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"The artist's job is not to succumb to&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;despair but to find an antidote for the&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;emptiness of existence."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;(&lt;i&gt;Midnight in Paris&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;Drive&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2HmVlDOdJ_A/To8wSSxAZUI/AAAAAAAAAko/oPWl6eQMY_U/s1600/drv-05345+%25C2%25A9drive+film+holdings-llc.+all+rights+reserved.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-2HmVlDOdJ_A/To8wSSxAZUI/AAAAAAAAAko/oPWl6eQMY_U/s320/drv-05345+%25C2%25A9drive+film+holdings-llc.+all+rights+reserved.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ryan Gosling berperan sebagai seorang montir sekaligus &lt;i&gt;stuntman&lt;/i&gt; sekaligus supir bayaran spesialis meloloskan diri dari polisi dan sekaligus seorang pendiam yang gemar &lt;i&gt;ngemut&lt;/i&gt; tusuk gigi. Ia selalu berhasil membantu para perampok kabur dari TKP, ia bekerja sendirian dan hanya punya waktu 5 menit untuk menunggu di dalam mobil di tempat parkir sementara para perampok bekerja. Semuanya berjalan lancar sampai akhirnya seorang perempuan masuk ke dalam hidupnya, terutama karena perempuan ini adalah... Carrey Mulligan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ber-&lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;di dunia &lt;i&gt;kriminal &lt;/i&gt;underground era 80-an, skandal, pengkhianatan, dan uang kotor menjadi suguhan konflik yang utama. Tidak ada hal baru; seorang &lt;i&gt;antihero&lt;/i&gt; dingin yang menemukan cinta dalam diri seorang perempuan lugu menawarkan pada pilihan kesimpulan yang bisa ditebak. Namun yang menjadikannya berbeda adalah proses akulturasi budaya pop antara film &lt;i&gt;noir&lt;/i&gt; yang gelap dan kelam dengan suasana &lt;i&gt;80's&lt;/i&gt; yang lebih berwarna (lengkap dengan lagu-lagu &lt;i&gt;synth-pop&lt;/i&gt; sebagai&lt;i&gt; soundtrack&lt;/i&gt;) yang menjadikan film ini sebagai&lt;i&gt; thriller&lt;/i&gt; modern berselera klasik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tidak ada adegan cinta eksplosif ala James Bond di antara kedua tokoh utama. Selain karena sang perempuan sudah menikah dan punya seorang anak, sifat si jagoan yang cenderung kalem justru membuat "percikan" di antara keduanya terkesan personal dan hanya untuk dikenang secara diam-diam oleh masing-masing. Secara keseluruhan, film ini tidak berpegang pada aturan-aturan film &lt;i&gt;action &lt;/i&gt;pada umumnya dan lebih menonjolkan sisi &lt;i&gt;arthouse&lt;/i&gt; khas film kelas festival. Tapi itu tidak menghalangi penonton untuk mampu menikmati dan "mendalami" film ini selama mereka ingat bahwa ini bukan sekuel dari "&lt;i&gt;Fast And Furious&lt;/i&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;Jûsan-nin no shikaku&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;13 Assassins&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SAxnDzKKM3k/TimuMpynC1I/AAAAAAAAAjY/idaPBTy67Ww/s1600/13-Assassins-movie-stills_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213px" src="http://1.bp.blogspot.com/-SAxnDzKKM3k/TimuMpynC1I/AAAAAAAAAjY/idaPBTy67Ww/s320/13-Assassins-movie-stills_2.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di suatu masa di Jepang ketika&lt;i&gt; rockstar &lt;/i&gt;adalah seorang laki-laki dengan rambut dikuncir dan membawa pedang yang dikenal dengan sebutan pendekar samurai, hiduplah seorang penguasa lalim yang dingin, yang tak segan membunuh sepasang pengantin baru, memanah anak kecil dan keluarganya yang diikat (seperti &lt;i&gt;game&lt;/i&gt; menembak bebek, senapannya diganti panah dan bebeknya diganti manusia), dan memotong kedua tangan, kaki, serta lidah anak perempuan dari seorang petani yang memberontak. Maka seorang pendekar samurai diutus untuk menghentikkan kesewenang-wenangan tersebut. Ia mengumpulkan 12 orang pendekar samurai lainnya untuk terjun ke medan perang, dan selanjutnya adalah, &lt;i&gt;action&lt;/i&gt;! Tanpa &lt;i&gt;cut&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Walau beresiko (atau mungkin adalah sebuah penghormatan yang sengaja dilakukan si &lt;i&gt;filmmaker&lt;/i&gt; dalam bentuk &lt;i&gt;remake, reuse, recycle&lt;/i&gt;) dibanding-bandingkan dengan &lt;i&gt;Seven Samurai &lt;/i&gt;(Akira Kurosawa) baik dari segi plot, &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt;, karakter tokoh, dan sedikit gaya penyutradaraan, film ini setidaknya menghidupkan kembali subgenre fiksi epik &lt;i&gt;swords &amp;amp; sandals&lt;/i&gt; yang pernah berjaya di dunia sinema internasional. Adegan pertempuran dengan sabetan pedang dan percikan darah "terkoreografi" secara apik sehingga tidak menimbulkan kebosanan ketika menikmatinya selama sekitar 40-45 menit. &lt;i&gt;Scene-scene&lt;/i&gt; yang terbilang tersusun secara efisien dan efektif membuat film ini tidak terlalu "melelahkan" seperti film-film tentang samurai sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan seperti yang sudah bisa ditebak, kebenaran mengalahkan kejahatan. Si raja lalim merangkak meregang nyawa, dengan badan berlumuran darah dan bermandikan lumpur dia mengeluh, "&lt;i&gt;Pain. It hurts. I don't want to die. I'm scared. I'm scared.&lt;/i&gt;" (tentu saja dalam bahasa Jepang). Setelah banyak membunuh dan melukai orang-orang dengan tanpa perasaan akhirnya ia menunjukkan sebuah ekspresi yang lepas, penuh penghayatan, dan "menyentuh". Sayangnya itu cuma berlangsung sebentar. Seseorang berinisiatif menebas kepalanya. &lt;i&gt;Sayonara&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Melancholia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5Tc_yZnq9lE/To8v_DkgjWI/AAAAAAAAAkk/LjfDanoB8qk/s1600/Melancholia_F11_framegrab.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://4.bp.blogspot.com/-5Tc_yZnq9lE/To8v_DkgjWI/AAAAAAAAAkk/LjfDanoB8qk/s320/Melancholia_F11_framegrab.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;Di hari pernikahannya -yang telah menguras isi kantong kakak iparnya- Justine datang terlambat dua jam ke acara resepsi, mendengar pidato ibu kandungnya yang membenci pernikahan, mendapat promosi jabatan dari atasannya lalu dipecat beberapa jam kemudian karena menghina sang bos dengan terang-terangan, menghilang berkali-kali, tertidur bersama keponakannya saat acara potong kue, ibunya diusir oleh sang kakak ipar, menolak untuk berhubungan seks dengan pasangannya, Michael, dan memilih untuk melakukannya dengan orang asing di tengah lapangan golf, dan yang terakhir, saat acara selesai, ia ditinggal pergi oleh suami barunya itu. Malam itu lalu ditutup oleh kata pengantar dari kakaknya, Claire, yang berbunyi: "&lt;i&gt;Sometimes, I hate you so much&lt;/i&gt;!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;Justine kehilangan akal sehatnya, sementara Claire tercekam oleh rasa paranoid di tengah keluarga kecilnya yang bahagia. Namun Claire sedikit lebih beruntung, karena ia memiliki suami seorang pakar astronomi yang selalu menenangkannya, seorang suami yang tepat untuk menghadapi rasa takutnya terhadap sebuah planet asing bernama Melancholia yang selama ini bersembunyi di belakang matahari dan tengah bergerak menuju bumi. Jadi, semua kesintingan yang terjadi itu adalah mengenai upaya mengatasi ketakutan terhadap kemungkinan kiamat yang akan segera datang atau yang lebih spesifik lagi, ketakutan terhadap kematian. Penyakit lama yang takkan pernah surut oleh waktu.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;Selain dari &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; pernikahan di &lt;i&gt;part&lt;/i&gt; pertama film, Lars von Trier menyuguhkan &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; lain yang cukup &lt;i&gt;memorable&lt;/i&gt; yaitu saat Claire dan suaminya duduk bersama menyaksikan planet Melancholia melewati bumi. Ditaburi temaram sinar kebiruan, rasa haru menyelimuti Claire saat ia menyaksikan planet tersebut bergerak semakin menjauh dan mengecil. Rasanya seperti pengalaman yang tak terlupakkan untuk bisa melihat dengan mata telanjang planet dengan ukuran besar yang muncul perlahan di hadapan kita. Film ini sarat dengan muatan psikologis manusia dalam berurusan dengan "kekerdilan" dirinya terhadap dunia yang mencakup langit dan bumi serta sistem yang mengatur semuanya. Memang tidak ada yang abadi dalam hidup ini, manusia pada hakikatnya harus berhadapan dengan kematian, bagaimana pun caranya dan kapan pun itu. Namun, bila kebetulan saja saat menengadah ke langit terlihat sebuah benda bundar yang bukan bulan, bintang, matahari, atau bahkan UFO, segeralah batalkan pernikahan!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Midnight in Paris&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AH7t5FCg1P8/Tq9mddRj1-I/AAAAAAAAAk0/2TzJ-n1zbm8/s1600/midnight-in-paris-movie-photos-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-AH7t5FCg1P8/Tq9mddRj1-I/AAAAAAAAAk0/2TzJ-n1zbm8/s320/midnight-in-paris-movie-photos-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gil Pender (diperankan Owen Wilson) adalah seorang novelis yang menganggap bahwa Paris di era 20-an adalah masa keemasan peradaban modern. Ia tidak terlalu tertarik dengan hidup di masanya, merasa kelahirannya terlambat beberapa dekade, dan tengah menulis buku tentang suatu tempat bernama Toko Nostalgia. Ia memiliki tunangan, tapi hubungan seks-nya tidak menumbuhkan perasaan &lt;i&gt;immortality &lt;/i&gt;yang mendalam dan keduanya tidak memiliki kesamaan persepsi mengenai jalan kaki di bawah guyuran hujan. Namun suasana hatinya berubah ketika tepat di tengah malam, sebuah mobil Peugeot antik datang dan mengajaknya pergi ke tempat yang tidak ia duga sebelumnya: Paris di era 20-an!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Scoot Fitzgerald, Ernest Hemingway, Gertrude Stein, Pablo Picasso, Salvador Dali, dan tokoh-tokoh seni lainnya, mewarnai malam-malam ajaib yang selalu dilalui Gil tiap pukul 00:00 di Paris. Pesta dansa, diskusi karya lukis, pergaulan sosial dengan para jenius (yang berlimpah jumlahnya di kala itu), dan perselingkuhan kecil dengan seorang &lt;i&gt;art groupie&lt;/i&gt; membuat hidupnya begitu bersemangat. Semakin sering ia berada di sana, semakin kuatlah penyangkalannya terhadap hidup yang sedang ia jalani. Di sisi lain, itu menjadi semacam cermin yang menjelaskan apa yang sebenarnya ia inginkan dan butuhkan dalam hidup. Pada akhirnya, film ini bicara tentang apakah orang yang kamu cintai adalah orang yang benar-benar kamu cintai sepenuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="title-extra" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Film ini digarap dengan komedi khas Woody Allen dengan karakter utama yang juga khas Woody Allen. Dialog-dialog &lt;i&gt;witty&lt;/i&gt; ditambah dengan situasi yang &lt;i&gt;awkward&lt;/i&gt; menjadi sajian manis nan sedap yang bisa jadi resepnya hanya dimiliki oleh sutradara kawakan ini.&amp;nbsp; Tidak seperti komedi romantis pada umumnya, film ini lebih banyak "bicara" ketimbang menyuguhkan kekonyolan &lt;i&gt;gender behavior&lt;/i&gt;. Dengan tema utama pencarian jati diri, film ini merenggang sampai ke ranah eksistensial bagi para audiens terhadap harapan utopis akan kehidupan peradaban kontemporer. Bukankah kadang kita merenungkan bahwa generasi sebelumnya lebih baik daripada generasi yang sekarang? Yah, itu artinya di masa 50 tahun ke depan orang akan bilang bahwa generasi sekarang adalah generasi yang lebih baik dalam beberapa aspek. Jadi, jalani sajalah hidup ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="header" itemprop="name"&gt;&lt;span class="title-extra"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;También la lluvia&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Even The Rain&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9taZI-V5p9Q/Tim9SFIt_dI/AAAAAAAAAjg/rclXLzf9z6A/s1600/even.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180px" src="http://2.bp.blogspot.com/-9taZI-V5p9Q/Tim9SFIt_dI/AAAAAAAAAjg/rclXLzf9z6A/s320/even.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sekelompok &lt;i&gt;filmmaker&lt;/i&gt; Spanyol berada pada kondisi &lt;i&gt;the right place at the wrong time&lt;/i&gt; ketika mereka datang ke daerah Cochabamba di Bolivia untuk syuting film mengenai invasi Christopher Columbus terhadap suku Indian di sana. Di waktu yang bersamaan, gejolak domestik sedang terjadi antara rakyat dan pemerintah terkait persediaan air yang menipis. Rakyat Bolivia (keturunan Indian) harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa menikmati air dari tanahnya sendiri atau bahkan air hujan (&lt;i&gt;even the rain&lt;/i&gt;) sekalipun karena semuanya dikuasai oleh perusahaan multinasional. Sementara di dalam proyek film yang sedang dibuat, Columbus sebagai representasi dari kerajaan Spanyol, dikisahkan mengkolonialisasi kekayaan alam penduduk Indian di masa itu yang berupa emas. Maka di sini muncul ironi, apakah memang dari sejak dulu, suku Indian selalu digariskan untuk&amp;nbsp;menjadi orang-orang yang terampas dari hubungan mereka terhadap alam, dunia, dan kehidupan mereka sendiri? Dari sejak era Columbus sampai era modern?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Proses pembuatan film mereka tentu saja tidak berjalan mulus, selain karena kondisi yang memanas antara rakyat yang menuntut haknya dengan para anggota militer yang menjalankan tugasnya, kebetulan beberapa aktor (penduduk asli) yang terlibat di film tersebut juga merupakan bagian dari para demonstran yang marah. Sehingga tak jarang syuting harus tertunda akibat aktornya mendekam di penjara atau babak-belur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Film ini secara menarik memperlihatkan perjuangan rakyat (&lt;i&gt;people power&lt;/i&gt;) melawan otoritas superior yang dengan tangan-tangan gaibnya "merampas" apa yang telah menjadi milik bersama untuk dijadikan milik pribadi dengan iming-iming laba dan materi. Perjuangan yang dilakukan dengan tanpa kompromi yang bahkan ketika sang pemimpin demonstran (yang juga aktor bayaran) diberi uang oleh produser film untuk tidak melakukan aksi demo selama tiga minggu sampai syuting beres, keesokan harinya ia tetap turun ke jalan demi membela kepentingan yang lebih besar ("&lt;i&gt;there's something more important than your film&lt;/i&gt;").&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Pada akhirnya semua memang menyadari bahwa ada yang lebih penting dari film, yaitu nilai kemanusiaan. Film gagal dibuat setelah banyaknya biaya yang keluar karena&amp;nbsp;menolong sesama jauh lebih tinggi nilainya. Adegan mengharukan terjadi ketika sang produser berpisah dengan si pemimpin demonstran. Mereka saling berpelukan dan meneteskan air mata lalu si Indian memberinya sebuah bingkisan sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkan anaknya. Sebelum ia membuka bingkisan tersebut saya berpikir tentang apa kiranya yang bakal ada di dalamnya mengingat si Indian ini hanyalah rakyat miskin dengan tidak banyak yang ia punya dan hidupnya adalah &lt;i&gt;survivalism&lt;/i&gt;. Namun bingkisan memang selalu berisi sesuatu yang berharga, sesuatu yang luar biasa "mahal" nilainya untuk dipersembahkan kepada seseorang, dan kali ini, kemewahan tersebut berwujud sebotol kecil air bening -&amp;nbsp;&lt;i&gt;yaku&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;The best quote: "The truth has many enemies. The lie has many friends."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;The Tree of Life&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QeNIhvr2I-o/TomOoRnU34I/AAAAAAAAAkg/3V82gsIXgyw/s1600/tree-of-life-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-QeNIhvr2I-o/TomOoRnU34I/AAAAAAAAAkg/3V82gsIXgyw/s1600/tree-of-life-4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bayangkan sebuah film yang isinya adalah galeri foto, tiap &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt;-nya bisa dijadikan &lt;i&gt;wallpaper&lt;/i&gt; di PC&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;atau laptop dan bahkan untuk menontonnya pun sebenarnya tidak perlu mendengarkan suaranya sama sekali, cukup "ditonton" saja. Film ini merupakan ekshibisi visual yang mengundang decak kagum, muncul sebagai media alternatif dari puitisasi kehidupan, keluarga, cinta, dan kematian. Coba tutup telinga lalu narasikan tiap &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; yang muncul di layar ke dalam kalimat, maka bukan tidak mungkin anda telah membuat bait-bait puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Plot&lt;/i&gt; dari film ini bukan sesuatu yang mudah untuk diuraikan, bisa jadi film ini tidak memiliki cerita sama sekali atau justru ceritanya itu memang multitafsir. Saya sendiri memahami cerita film ini adalah tentang tokoh Sean Penn yang tiba-tiba teringat tentang keluarganya (di masa kecilnya dulu) saat ia tengah berada di dalam kantor tempatnya bekerja (keluarga di mana kapan pun Brad Pitt muncul, masalah terjadi). Lalu perenungannya itu menyelam lebih dalam lagi: ia bertanya tentang jati dirinya, Tuhan, dan dunia, kemudian semakin dalam lagi sampai ke batas eksistensinya kemudian tentang makna penciptaan kehidupan yang melewati peristiwa dentuman besar, kemunculan ubur-ubur, era dinosaurus, sampai akhirnya terciptalah manusia; dan sejak itu dunia jadi lebih kompleks (baca: hubungan antar-manusia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Terrence Malick, sang sutradara, mengeksplorasi ke kedalaman jiwanya untuk menemukan "inti" dari seni gambar bergerak dan hasilnya adalah ia berhasil mendobrak pemahaman dan teori tentang bagaimana film disebut film. Ini adalah sinema posmodern yang tidak mengandalkan skema narasi tradisional dalam menyampaikan cerita, ini jauh lebih bebas, lebih berani, lebih berwarna, dan lebih intelek, bahkan terasa lebih &lt;i&gt;trippy&lt;/i&gt;. Lewat film ini, terutama dengan pengemasan tiap &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt;-nya yang apik dan sinematografi mempesona, Malick sepertinya mencoba menyampaikan kepada penontonnya bahwa tiap momen dalam hidup ini (bisa dibuat) berharga. Terbukti dari bagaimana ia sengaja menyisipkan &lt;i&gt;sequence &lt;/i&gt;munculnya langit &amp;amp; bumi dan hal-hal lain sebelum manusia dilahirkan, sebagai sebuah &lt;i&gt;statement&lt;/i&gt;&amp;nbsp; bahwa kehidupan ini terbentuk melalui proses yang panjang nan indah, maka manusia sebagai mahluk yang berpikir, pandai-pandailah menjalani serta mensyukurinya. Setidaknya itu yang saya tangkap selama 2,5 jam. Terserah buat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;The Trip&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-72VRpnXHbi0/Tq_o4Ux-xnI/AAAAAAAAAk8/F6vvTkvIy84/s1600/thetrip2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://2.bp.blogspot.com/-72VRpnXHbi0/Tq_o4Ux-xnI/AAAAAAAAAk8/F6vvTkvIy84/s320/thetrip2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Steve Coogan (&lt;i&gt;as himself&lt;/i&gt;) diutus oleh harian The Observer bersama Rob Brydon (&lt;i&gt;as himself&lt;/i&gt;) untuk melakukan wisata kuliner di daerah pedalaman &lt;i&gt;northern&lt;/i&gt; Inggris. Menginap di &lt;i&gt;cottage &lt;/i&gt;di area yang lemah sinyal ponsel, berkendara menelusuri jalan-jalan kecil pedesaan sambil meniru impresi aktor-aktor Hollywood, mengunjungi situs-situs alam yang asri, serta kesempatan mencicipi tiap hidangan berkelas adalah sebuah perjalanan yang cukup menghibur. Terutama bagi mereka berdua yang sedang menghadapi kenyataan sebagai aktor kawakan yang telah melewati masa keemasannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kontras di antara dua karakter ini terletak pada kematangan mental dalam menjalani hidup. Rob adalah seorang&lt;i&gt; family man&lt;/i&gt;&amp;nbsp; bersahaja yang tidak terlalu risih dengan keadaannya kini di mana ia tidak terlalu ambisius dalam menaggapi karir selebritisnya. Sementara Steve, memasuki usia 44 tahun, masih berpikir tentang Oscar, berpikir bahwa dia bisa menirukan aksen Michael Caine dan James Bond lebih baik dari siapapun, berpikir tentang bermain dalam film kolosal, bermimpi bahwa para sutradara &lt;i&gt;auteurs&lt;/i&gt; kelas atas pasti menginginkannya, berpikir untuk tinggal di Amerika untuk syuting film serial, dan ketika dibandingkan dengan Michael Sheen, ia berseru: "&lt;i&gt;I'm brilliant&lt;/i&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;The Trip&lt;/i&gt; adalah semacam perenungan &lt;i&gt;intermezzo&lt;/i&gt; Steve terhadap harga dari sebuah popularitas. Walaupun penyajiannya tidak terlalu dramatis, bahkan ini adalah film komedi khas &lt;i&gt;British&lt;/i&gt;, namun "kesendirian" yang diperlihatkan dari kehidupan selebritis yang sedang memudar mampu menggambarkan bahwa pada hakikatnya &lt;i&gt;species&lt;/i&gt; mereka serupa dengan manusia biasa pada umumnya. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai akhirnya krisis eksistensi datang. Dan saat itu terjadi, maka tidak ada yang lebih baik untuk diharapkan selain kehadiran sahabat dan kehangatan keluarga. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-739834652032658792?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/739834652032658792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/11/in-search-of-cinematic-experience.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/739834652032658792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/739834652032658792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/11/in-search-of-cinematic-experience.html' title='In Search of Cinematic Experience, Guided by A Lost Map to A Buried Treasure'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2HmVlDOdJ_A/To8wSSxAZUI/AAAAAAAAAko/oPWl6eQMY_U/s72-c/drv-05345+%25C2%25A9drive+film+holdings-llc.+all+rights+reserved.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-4285308979795440612</id><published>2011-10-31T20:16:00.000+07:00</published><updated>2011-10-31T20:16:11.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>And I Keep Hittin' Repeat-peat-peat-peat-peat-peat-peat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"So intimate, perfect, and so real. Not a fan of Kirsten Dunst but I'm definitely a fan of this music video. As a band who will be only remembered in history from now on, this song is a nice souvenir from REM. The title says it all and I think I can accept their broke-up a little bit easier. I always love black &amp;amp; white. Woman in black &amp;amp; white, I can't think of any sexy pose of female other than that. Kirsten shows her quality in this. She guides my heart to feel every feelings human can do by the look of her expression. I wonder what's on her mind. But on second thought, I'd rather not to know any and just watch it. Better be that way."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-beababd8cd4990e7" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v1.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dbeababd8cd4990e7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D17D2ED7A96732A5FFED32559358EFE6847BF7878.814F3B634B75E7B86E5E1FD77853CA6CC6DC88F7%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dbeababd8cd4990e7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DE47qWLBBqjuIzwON0i_HmUPxSsk&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v1.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dbeababd8cd4990e7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D17D2ED7A96732A5FFED32559358EFE6847BF7878.814F3B634B75E7B86E5E1FD77853CA6CC6DC88F7%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dbeababd8cd4990e7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DE47qWLBBqjuIzwON0i_HmUPxSsk&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"We All Go Back to Where We Belong"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;R.E.M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_1302700137"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1302700138"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-4285308979795440612?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/4285308979795440612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/10/and-i-keep-hittin-repeat-peat-peat-peat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4285308979795440612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4285308979795440612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/10/and-i-keep-hittin-repeat-peat-peat-peat.html' title='And I Keep Hittin&apos; Repeat-peat-peat-peat-peat-peat-peat'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-9025715874458033598</id><published>2011-10-15T01:44:00.004+07:00</published><updated>2011-10-16T20:39:02.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inner light'/><title type='text'>Kepingan Surau Yang Roboh</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Scepticism is the beginning of faith."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Oscar Wilde)&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Iman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ustadz tampil di TV, berceramah, kali berikutnya berkoar-koar dalam iklan, kali berikutnya tersenyum alim di &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;infotainment&lt;/i&gt;, kali berikutnya berperan sebagai dirinya sendiri dalam sinetron, beberapa saat lagi medium layar lebar ikut dirambahnya pula. Berimankah saya jika di balik kepala ini &lt;/span&gt;─&lt;span lang="IN"&gt;walau hanya sebersit dan diiringi keseganan, serta kelancangan yang berusaha untuk dijinakkan&lt;/span&gt;─&lt;span lang="IN"&gt; bertanya, apa yang telah kalian jual untuk ketenaran seperti itu? Berapakah harga untuk sebuah kemuliaan di jalan Tuhan yang telah kami bayar? Adakah diskon di dalamnya? Atau mungkin, potongan pajak?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin suatu hari nanti saya akan berpesan pada sang anak: “Nak, jika kamu ingin mengobati orang-orang yang sakit, jadilah dokter. Jika kamu ingin mengorbankan jiwamu untuk negara, jadilah tentara. Jika kamu ingin berperan dalam menegakkan hukum, jadilah polisi. Jika kamu merasa hidup ini lebih baik dengan gubahan nada, jadilah musisi. Jika kamu merasa kata-kata begitu berarti untuk disampaikan, jadilah penulis. Jika kamu merasa setiap momen dalam hidup begitu berharga untuk diabadikan, jadilah fotografer. Jika kamu merasa setiap ilmu harus diamalkan dan disampaikan, jadilah guru. Jila kamu merasa hidup ini jadi lebih mudah dengan mengolah warna, jadilah pelukis. Jika kamu ingin mendapat uang banyak, masuk TV, bintang iklan, dan dijamin masuk surga, jadilah ustadz. Tuhan ada di TV nak!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ceramah Jum’at; 15, 20, 30 menit membuai hadirin dengan kantuk yang malu-malu kucing. Kami tahu arahnya ke mana, kami tahu kesimpulannya apa, kami tahu apa yang akan disampaikan; ya, kami akan menjalani hidup dalam ketakutan akan bara neraka; ya, kami akan membuka mata untuk menghakimi kekafiran; ya, kami akan terus berdoa untuk Palestina dan belajar memusuhi dunia barat; ya, kami tahu. Maka &lt;/span&gt;─&lt;span lang="IN"&gt;dengan tanpa maksud untuk mengingkari ketetapan&lt;/span&gt;─&lt;span lang="IN"&gt; untuk memerangi hantu kantuk itu, bolehkah di sela-sela rentetan ceramah saya membaca buku? Dostoyevsky atau Dickens? Mungkin Rumi atau Gibran? Atau mungkin Al Jaelani dan Imam Ghazali? Atau bahkan Abu Nawas? itu pun bila saya diizinkan untuk tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anak-anak yang kecil dan naif, lucu, riang, ceria, dan tanpa beban. Apa yang terucap dari lidah kalian itu? Berdiri di bawah lampu sorot panggung, kalian bicara akhirat, bicara dosa, bicara syetan, bicara azab, dan menakut-nakuti dengan hukuman Allah. Kalian di sana dalam balutan atribut kesucian yang seharusnya adalah gestur kepolosan yang khas dari kebeliaan. Namun kakak kagum dengan bentuk keimanan itu, terutama di saat kalian berada di usia yang bagi kakak tepat untuk bermain, untuk berbuat kesalahan sebanyak-banyaknya dan belajar darinya, untuk mengarungi samudera imajinasi seluas-luasnya hingga mendarat di dataran realita nanti, untuk tertawa tanpa henti hingga akhirnya kalian menyadari bahwa tidak ada lagi yang lucu. Suatu saat nanti, semoga saja kalian tidak tumbuh menjadi seorang munafik atau seorang penyesal atas apa yang belum pernah kalian rasakan di saat kalian harus merasakannya. Toh, kalian sudah punya keimanan itu. Ataukah itu semua hanya untuk di depan kamera? Adakah orang tua kalian di bangku penonton?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perempuan, betapa pakaianmu menunjukkan keagunganmu. Keindahan kalian adalah mukjizat ilahiah, alamiah, batiniah, lahiriah, yang menempatkan tiap lelaki yang melihat kalian di persimpangan jalan antara surga dan neraka. Maka untuk kalian, sang nabi memberi perhatian khusus, ia mewasiatkan kalian untuk dilindungi dan sebuah pakaian yang terhormat siap melapisi kulit kalian. Tapi mengapa memakai jilbab dengan alasan takut akan siksaan akhirat? Karena bagi saya itu terdengar seperti paksaan. Mengapa memakai jilbab jika hatimu masih ingin melepasnya? Bukankah ini seharusnya berhubungan dengan keikhlasan? Mengapa kalian tubrukkan jilbab itu dengan mode yang membuat kalian terlihat seperti (badut) &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;hipster &lt;/i&gt;yang tersesat? Berimankah jika suara saya berseru kepada kaum di mana rasa cintaku tertambat, untuk melepas jilbab kalian dan kenakan di saat kalian siap dan tulus hati? Karena terkadang saya tidak melihat penjilbab seperti sebagaimana penjilbab seharusnya menampakkan diri; dalam kesucian, kebesaran, dan kekuatan untuk membuat jiwa ini luluh dan takluk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam keheningan ini saya mempertanyakan kadar iman di dalam diri. Dalam kebingungan saya melihat semuanya terasa berlawanan dengan apa yang saya pahami. Apakah iman saya telah luntur? Ataukah saya masih terpaku untuk melihat apa yang benar dan salah secara subjektif? Namun bukankah kalimat “Seharusnya ini tidak seperti ini” adalah juga sebuah bukti keimanan? Bukankah itu artinya ada hal lain yang dipercayai yang bisa lebih baik dari yang telah ada? Dan bukankah mempercayai sesuatu adalah pengertian dari iman? Entahlah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Iman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lebih mudah menyebutnya jika itu adalah nama seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-9025715874458033598?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/9025715874458033598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/10/kepingan-surau-yang-roboh.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/9025715874458033598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/9025715874458033598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/10/kepingan-surau-yang-roboh.html' title='Kepingan Surau Yang Roboh'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-6244634885458908789</id><published>2011-09-22T16:20:00.020+07:00</published><updated>2011-09-22T19:30:37.272+07:00</updated><title type='text'>The Rest is Noise</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;“They've been saying it for 30 years, ever since The Beatles split up,  you know, that rock'n'roll's dead. When ever there's a boom there's  always a bit of a lull afterwards. I suppose that avant garde punk rock  will come back for a while, and it will all be shit again, and then  guitar music will come back.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Noel Gallagher)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menemukan musik bagi saya adalah sebuah peristiwa yang penting; untuk menjadi seorang fan, pendengar setia, seseorang yang merasa terwakili dan terobati oleh gubahan lirik dan musik - terus terang, itu membawa saya pada bentuk pemahaman baru terhadap peradaban, dan menjadikan segalanya terasa lebih mudah untuk dilewati. Saya belajar dari ketiga band ini, yang bubar dalam kurun waktu 3 tahun terakhir - Oasis (2009), The White Stripes dan R.E.M. (2011) - bahwa musik bukan sekedar musik namun juga karya seni intelektual yang berinovasi di setiap era untuk muncul sebagai warisan budaya bagi generasinya; sebuah bukti audio tentang kondisi sosial, politik, dan terutama sebagai sebuah &lt;i&gt;statement&lt;/i&gt; tentang perlawanan dan pemberontakan (karena ini adalah &lt;i&gt;rock 'n' roll&lt;/i&gt;, walau bagaimanapun juga). Oasis muncul dalam gerakan &lt;i&gt;Britpop&lt;/i&gt; di pertengahan 90-an, The White Stripes adalah bagian dari kebangkitan &lt;i&gt;garage &lt;/i&gt;di awal 2000-an, sementara R.E.M. adalah pencetus &lt;i&gt;college rock&lt;/i&gt; di awal 80-an yang menginspirasi munculnya era &lt;i&gt;alternative rock&lt;/i&gt; di dekade setelahnya. Musik adalah sesuatu yang besar, dan bagi saya mereka membawanya ke tempat yang tepat, dnegan nilai historis dan momen-momen monumental yang menandainya, dan yang terutama lagi, mereka membawanya ke hati para pendengar - di mana tidak ada lagi tempat yang lebih tepat dari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman tersendiri dengan band-band ini. "Pertemuan" saya dengan Oasis menandai perubahan selera musik saya yang signifikan. Seorang teman tanpa sengaja menemukan kaset album keempat Oasis (&lt;i&gt;Standing in the Shoulder of Giants&lt;/i&gt;) di WC laki-laki SMP saya dulu di sekitar awal 2000-an. Saya meminjam kaset tersebut dan langsung mendengarnya berkali-kali di suatu malam dan saat itu saya merasakan momen magis seperti "Eureka!" - saya mendapatkan sesuatu; di tengah masa anak-anak seumuran saya mendengarkan Limp Bizkit atau Blink 182, kecintaan saya terhadap Oasis tentulah berarti: saya mendapatkan sesuatu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan saya dengan R.E.M. adalah ketika saya terbaring lemah karena sakit, di atas kasur, di dalam kamar yang gelap, saya memutuskan untuk tidur diiringi musik R.E.M. Saya ingat saya mulai tertidur saat lagu "&lt;i&gt;Electrolite&lt;/i&gt;" diputar dan tanpa sadar lagu tersebut terus bermain di dalam tidur saya. Saya tidak ingat apakah saya bermimpi yang jelas ketika saya bangun, lagu tersebut masih terngiang di kepala lalu pelan-pelan menghilang. Dan itu terjadi berjam-jam setelahnya, artinya dalam keadaan tidak sadar lagu tersebut terus ada di dalam kepala. Saya memang tidak sembuh berkat lagu tersebut tapi pengalaman tersebut bagi saya terkesan &lt;i&gt;psychedelic&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The White Stripes adalah masa SMA. Saat sedang duduk-duduk di lapangan di luar sekolah dengan seorang teman yang memegang gitar, tiba-tiba dia memainkan sebuah &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt;. Ia memainkannya berkali-kali tanpa kami tahu lagu apa yang tengah dimainkan. Kami hanya merasakannya sebagai &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; yang "pernah didengar di suatu saat" dan "enak untuk dimainkan." Lalu beberapa hari kemudian, sebuah videoklip di MTV dari The White Stripes dengan lagu "&lt;i&gt;Seven Nation Army&lt;/i&gt;" ditayangkan dan rasanya seperti "Nah ini dia!" - satu untuk teman saya itu dan satunya lagi untuk musik &lt;i&gt;rock&lt;/i&gt; yang bangkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan pada akhirnya, saya hanya bisa mengatakan terima kasih. Mendengar adalah cara terbaik untuk memperlakukan musik, untuk membuatnya hidup selamanya, dan terkenang abadi, walau saya tahu, &lt;i&gt;rock 'n' roll&lt;/i&gt; tidak akan sama lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6cJ_kpDCPpk/TnrylL_yzNI/AAAAAAAAAkM/vN2mgeoxuak/s1600/_46287153_000142142-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-6cJ_kpDCPpk/TnrylL_yzNI/AAAAAAAAAkM/vN2mgeoxuak/s320/_46287153_000142142-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"It's with some sadness and great relief to tell you that I quit Oasis tonight. People will write and say what they like, but I simply could not go on working with Liam a day longer. Apologies to all the people who bought tickets for the shows in Paris, Konstanz and Milan." &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u-tS-srNw24/Tnrwm_VyK1I/AAAAAAAAAkA/cxeR0UwmSZc/s1600/Meg-and-Jack-White-photog-007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://2.bp.blogspot.com/-u-tS-srNw24/Tnrwm_VyK1I/AAAAAAAAAkA/cxeR0UwmSZc/s320/Meg-and-Jack-White-photog-007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"The White Stripes will make no further new recordings or perform live. The reason is not  due to artistic differences or lack of wanting to  continue, nor any health issues as both Meg and Jack are feeling fine  and in good health. It is for a myriad of reasons, but mostly to  preserve what is beautiful  and special about the band and have it stay that way. Meg and Jack want  to thank every one for the incredible  support they have given throughout the 13 plus years of the White  Stripes' intense and incredible career. The White Stripes do not  belong to Meg and Jack anymore, The White Stripes belong to you now and  you can do with it whatever you  want. The beauty of art and music is that it can last forever if people  want it to. Thank you for sharing this experience. Your involvement  will never be lost on us and we are truly grateful." &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FBPToev4Kas/TnrxBNNH_iI/AAAAAAAAAkE/XvSQfssVoRU/s1600/REM_1316625664_crop_491x500.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-FBPToev4Kas/TnrxBNNH_iI/AAAAAAAAAkE/XvSQfssVoRU/s320/REM_1316625664_crop_491x500.jpg" width="314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"To our Fans and Friends: As R.E.M., and as lifelong friends and  co-conspirators, we have decided to call it a day as a band. We walk  away with a great sense of gratitude, of finality, and of astonishment  at all we have accomplished. To anyone who ever felt touched by our  music, our deepest thanks for listening."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-6244634885458908789?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/6244634885458908789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/09/rest-is-noise.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6244634885458908789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6244634885458908789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/09/rest-is-noise.html' title='The Rest is Noise'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6cJ_kpDCPpk/TnrylL_yzNI/AAAAAAAAAkM/vN2mgeoxuak/s72-c/_46287153_000142142-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-5274145997299618900</id><published>2011-08-18T23:35:00.000+07:00</published><updated>2011-08-18T23:35:21.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><title type='text'>Di Tengah Pesta Ulang Tahun Di Pertengahan Bulan Agustus</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;﻿&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Children are great imitators.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;So give them something great to imitate."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Anonymous&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, Indonesia ulang tahun yang ke-66. Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun! Ayo semuanya datang dan rayakan. Kibarkan bendera, tepuk tangan, nyanyi-nyanyi, dan nyalakan lilin kalau perlu. Ayo, semuanya diundang. Boleh bawa kado, boleh juga tidak. Yang jelas jangan minta traktir, tidak ada yang namanya traktir-mentraktir di ulang tahun yang ini. Bukannya tidak punya uang, tapi tidak etis, terlalu kekanak-kanakkan kalau tidak mau disebut tidak mau. Pokoknya bagaimanapun juga yang penting perayaan ini harus meriah. Ayo semua tepuk tangan. Semua tersenyum bahagia. Kembang api bertaburan di langit. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana tanggal 17 Agustus itu berlangsung ramai. Ini adalah ulang tahun besar, semuanya merayakan. Tapi kemudian, hingar-bingar itu mendadak sunyi ketika seorang anak kecil berteriak di tengah kerumunan. Anak kecil yang polos, naïf, dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu, dibalut kaos oblong dan celana pendek, dua gigi depannya tanggal, badannya kecil, begitupun kedua tangan dan kakinya, rambutnya berjambul dan suaranya lantang. Ia bertanya, “Siapa yang ulang tahun?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang dari kerumunan, seorang wanita, menjawab, “Ini ulang tahun Indonesia, sayang,” lalu gelak tawa renyah muncul beriringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak itu diam sampai mereka semua berhenti tertawa, lalu ia kembali bertanya, dengan frekuensi lebih rendah dari sebelumnya, “Indonesia itu siapa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua yang hadir di sana membisu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka saling menoleh, seolah-olah jawabannya ada di raut muka masing-masing. Tapi yang mereka temukan hanyalah tanda tanya yang sama. Lalu mereka menatap sosok presiden yang sedang duduk di singgasananya. Dalam keheranan, mereka saling berbisik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Itukah Indonesia? Sang pemimpin? Orang yang diberi tanggung jawab dan beban yang sangat berat untuk mengurusi kita. Juru bicara dari seluruh pelosok negeri ini. Dia yang memutuskan segala hal tentang segala hal yang terjadi di sini, di sekitar kita semua. Dia yang harus kita hormati. Tapi… bukan, bukan dia. Dia bukan Indonesia. Dia yang memimpin Indonesia. Jadi, bukan dia. Jelas bukan dia. Lihat ke sekeliling, kita semua merayakan hari ulang tahun ini, kita semua tanpa kecuali, bagaimana mungkin ini adalah ulang tahun sang pemimpin jika di antara kita juga ada yang membencinya? Kita semua sedang bersuka-cita, jadi tidak mungkin Indonesia adalah dia.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa? Mereka kembali sibuk mencari-cari sementara si anak kecil tadi sibuk memperhatikan tingkah laku orang-orang di depannya. Mereka melihat para wakil rakyat dan kembali berbisik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Mungkinkah mereka yang disebut Indonesia? Kumpulan orang yang suaranya mewakili setiap lidah dari rakyat negeri ini. Merekalah yang menampung segala aspirasi, keluh-kesah, dan mimpi dari kita semua. Mereka juga yang segala tindak-tanduknya adalah manifestasi dari kepercayaan dan amanah yang kita berikan. Jadi, mungkin saja mereka itu yang disebut… tapi bukan, bukan, sepertinya bukan. Mereka adalah orang-orang yang memperjuangkan Indonesia, yang mengatasnamakan Indonesia dalam setiap langkahnya, yang dimandati oleh mimpi-mimpi Indonesia. Mereka bukan Indonesia. Dan lagi pula ada beberapa dari kita yang membenci mereka. Mana mungkin kita semua merayakan ulang tahun orang yang dibenci. Bukan mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin bingung, mereka terus memikirkan dan mencari siapa itu Indonesia. Kesana-kemari mereka memalingkan wajahnya dan akhirnya pandangan mata mereka bertemu dengan rakyat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Apa mungkin mereka? Sekelompok orang yang mana para pejabat sibuk dan misuh-misuh bahkan sampai kocar-kacir untuk mengurusnya. Mereka yang selalu berubah ke dalam wujud angka-angka statistik sebagai tolak ukur dari segala hal, dalam berpolitik, dalam bersosial, dalam berekonomi, dalam propaganda, dalam kampanye, dalam undang-undang, dalam anggaran belanja, dalam rencana pembangunan, dalam demonstrasi, dalam debat, dalam rapat, dalam kaleidoskop, dalam berita, dan lain-lain. Intinya nama mereka selalu didengung-dengungkan ketika berbicara tentang Indonesia. Tapi, tunggu dulu. Lihat mereka. Bukankah Indonesia ini seharusnya sudah merdeka? Lepas dari segala belenggu? Bebas dari pengaruh luar? Tidak menghamba pada kekuatan lain? Kawan-kawan, jelas sekali mereka bukan Indonesia yang kemerdekaannya sedang kita rayakan sekarang."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin bingung, mereka akhirnya menjawab dengan apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Kalau begitu bendera merah putih? Lambang keberanian dan kesucian Indonesia. Tapi bendera hanyalah bendera. Hanya simbol belaka. Dikibarkan atau diinjak-injak, dia tetaplah kain. Dia hanyalah kartu nama, tanda pengenal, emblem dari Indonesia. Bukan Indonesia itu sendiri.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Pancasila? Dengan kelima-silanya yang tentu saja mencerminkan sebuah karakter dan nilai luhur. Ya, tapi Pancasila hanya kata-kata, tidak berwujud, Pancasila adalah mimpi kolektif di mana kita semua bersatu dan karenanya mengenal nasionalisme. Dia adalah sifat dari Indonesia, sampai kapanpun, tapi bukan Indonesia yang sedang kita bicarakan sekarang. Pancasila adalah moralitas Indonesia. Itu saja.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Para pahlawan yang telah gugur? Perjuangan mereka, tumpah darahnya, keringatnya, nyawanya. Mereka berperang untuk Indonesia, Indonesia, dan Indonesia. Mungkin mereka tahu siapa itu Indonesia. Tapi mereka ada di masa lalu. Indonesia tidak mungkin terus terikat dengan masa lalu.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Mungkinkah kita? Mungkinkah Indonesia ini adalah kita semua?”&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tapi siapa kita? Siapakah kita yang hadir bersama-sama di perayaan ini? Apa yang menjadikan kita sama? Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua, apa yang menjadikan kita ini satu? Bendera kita? Pancasila? Masa lalu? Itu semua hanya perangkat identitas belaka, administratif, pengakuan di atas kertas, hanya bukti kewarganegaraan saja yang tidak menjamin apapun selain fakta-fakta de facto dan de jure. Kita punya satu bendera, satu Pancasila, tapi tetap saja kita tidak melamgkah menuju ke arah yang sama. Masing-masing dengan tujuannya masing-masing. Kita bicara tentang sama-sama membangun Indonesia, tapi Indonesia yang mana? Indonesia-nya siapa? Semuanya subjektif. Tidak ada yang sepaham. Kalau Indonesia adalah kita, berarti Indonesia adalah sekumpulan orang plin-plan yang kehilangan arah, tidak punya satu tujuan, tidak karuan, tidak jelas, dan oleh karenanya bingung dan tidak punya keyakinan.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Kita bahkan tidak yakin dengan apa yang telah atau sedang kita lakukan sebagai bagian dari persembahan terhadap Indonesia.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Ya, itu dia. Berarti bukan kita yang disebut Indonesia. Siapa atau apapun Indonesia ini haruslah sesuatu yang mempersatukan kita. Suatu tujuan atau cita-cita yang mengarahkan kita bersama-sama. Dan kita sudah diberikan modal yang paling besar untuk bisa melakukannya, yaitu kemerdekaan.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tapi siapa dia? Apa dia?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para hadirin semakin bingung. Mencari-cari kesana-kemari. Ada yang mencari di dompetnya, di saku celananya, di saku kemeja dan jasnya, di dalam tasnya, di dalam sepatunya, di lubang hidungnya, di lubang telinga, di dalam mulut, dan bahkan ada yang sampai membuka celananya. Melihat semua itu, si anak tadi tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya yang nyaring dan renyah terdengar oleh semua orang. Sontak semuanya memandangi ekspresi senang muka anak itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang di antara mereka menunjuk dan berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Itu dia!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dia?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Itu dia!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Anak kecil itu? Kenapa?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sekarang saya mengerti tentang apa yang tadi kalian bicarakan. Argumen demi argumen yang dikatakan tadi akhirnya berujung pada satu hal, bahwa Indonesia tidak ada di antara kita. Yang ada di antara kita adalah kemerdekaan, dan itu pula yang sedang kita rayakan ini. Bukan Indonesia. Karena Indonesia selalu berada di depan kita, bukan di masa lalu atau masa sekarang, tapi di masa depan dan selalu demikian adanya oleh karenanya tadi kalian bicara tentang arah, tujuan, dan cita-cita. Tentang sesuatu yang harus dituju. Tapi kemudian, muncul pertanyaan mengenai tujuan apa yang akan menggerakkan kita semua bersama-sama, seperti apakah rupa Indonesia yang membuat kita harus bersatu untuk menujunya? Apakah merah putih? Burung Garuda? Baju batik? Bukan, tentu saja bukan. Tapi dia. Anak kecil itu. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia adalah masa depan, dia adalah Indonesia yang menjadi cita-cita dan tujuan kita semua. Lantas apa yang akan menyatukan kita? Merah putih? Burung Garuda? Baju batik? Bukan, tentu saja bukan. Tapi lihat dia. Lihat bagaimana ia tertawa. Lihat kebahagiaan yang polos itu. Itulah kawan-kawan, itulah tujuan kita. Merah putih, Pancasila, baju batik adalah perangkat dan konsep yang bias yang justru malah membuat kita bingung karena barangkali kita sudah kehilangan semangat untuk mengorbankan segalanya untuk itu semua. Nasionalisme adalah hal yang usang dan ketinggalan zaman. Tapi, pikirkan ini, bagaimana kalau kita semua bersatu untuk berjuang, mengerahkan tenaga, pikiran, dan do’a untuk dia, untuk anak-anak. Demi mempertahankan senyum yang terlukis di wajahnya itu. Lihat baik-baik senyumnya, itulah motivasi tiap tindakan kita nantinya. Kita yang menentukan apakah senyum itu akan tetap ada atau lenyap dari wajah anak-anak.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membentuk Indonesia, itu tugas kita. Indonesia adalah sebuah konsep tentang apa yang akan dilihat, dinikmati, diperoleh oleh anak-anak kita, calon anak-anak kita, keturunan kita. Kita diwarisi kemerdekaan, maka anak-anak kita harus mewarisi negara ini dari kita semua, kita yang harus membentuk negara ini untuk mereka karena jika tidak, mereka akan menjadi seperti kita, bingung dan hilang arah dan tak ada yang bisa menjawab apa itu Indonesia. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan semuanya demi anak-anak, demi generasi selanjutnya, karena bila tidak, kita tidak akan pernah bisa memerdekakan diri kita sendiri dan tentu saja kitapun tidak bisa memerdekakan negara ini. Mulai sekarang lakukan semuanya untuk dia, karena dialah cita-cita luhur kita. Anak kecil. Generasi penerus. Masa depan bangsa. Merekalah wajah Indonesia yang akan datang, tinggal bagaimana kita membentuk dan menghiasnya. Merekalah Indonesia. Kita tidak mungkin membenci mereka atau tega membuat mereka menderita kan?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para hadirin terdiam. Mencoba mencerna tiap perkataan yang mereka dengar dari salah satu dari mereka. Anak itu pun terdiam karena ia pusing dengan kata-kata yang tidak ia mengerti itu. Semua orang di sana kini menatap anak itu secara berbarengan. Menatap wajah polos yang belum tergurat apapun selain rasa ingin tahu dan kesenangan. Menatap kanvas putih yang belum diwarnai apapun, apakah itu merah ataupun putih. Menatap bagian dari diri mereka yang masih sangat muda, segar, dan kecil. Menatap pancaran sinar matanya yang dengan lugas menggambarkan mimpi-mimpi, cita-cita, dan imajinasi, serta harapan yang ditujukan pada mereka, di mana senyum akan terus merekah di wajahnya bila semuanya terwujud, namun bila tidak, air matanya akan dipertaruhkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dari sini, para kerumunan itu berpikir di dalam kepalanya masing-masing, bahwa mereka adalah anak-anak yang dulunya menangis, bahwa bapak mereka pun begitu, dan kakek mereka, dan seterusnya. Merekalah generasi yang menangis.Dan mereka berpikir bahwa apa yang sedang mereka rayakan sekarang adalah kegagalan. Kegagalan yang diwariskan turun-temurun karena Indonesia tak pernah terjawab. Lalu sambil merujuk kepada anak kecil tadi, salah satu di antara mereka berbisik:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Andai dia tahu. Untung saja dia tidak tahu.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-5274145997299618900?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/5274145997299618900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/08/di-tengah-pesta-ulang-tahun-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5274145997299618900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5274145997299618900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/08/di-tengah-pesta-ulang-tahun-di.html' title='Di Tengah Pesta Ulang Tahun Di Pertengahan Bulan Agustus'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-4343259013678887494</id><published>2011-07-25T22:41:00.023+07:00</published><updated>2011-07-26T09:39:46.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><title type='text'>At the Airport of Subconscious</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Solitude is fine,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;but you need someone to tell you that solitude is fine."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: small;"&gt;(Honore de Balzac)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;What about a rocket? It can&amp;nbsp;carry someone to outer space. Moon, Mars, the ring of Saturn, or even out of the Milky Way, those are the places you want to be, right?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Well those are exciting, surely are. But the question is, are you gonna go with me?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umm, I don’t know. I’m not sure.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;What is it?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;I don’t know. I mean, well, it’ll be pretty something to be in it, to be there, to go flying around between stars and the likes. It’ll be fun to be in Star Wars, you know, to live in science fiction. That is crazy. But…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yeah, but?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;But I’d rather go someplace else.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Oh really? Like where?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Just someplace else. I often think about a land where everything is not correctly colored. Where the sky is not blue but rather pale purple or maybe dark yellow, if that sort of color does exist. Where the sea is transparent so everyone can see clearly what’s under it. Where the color of the grass always changes according to my mood. And the sun beams its ray just like the lighting tricks at a rock ‘n’ roll concert, it flickers, it spins like a disco, it highlights the soul y’know what I mean? And the color of the sun is silver. Yeah, I guess so. That’s where I intend to be. Do you get the picture?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yes of course I do, more or less, yes. That’s splendid! Sounds so girly but it’s charming anyway. Sounds like Disney’s feature. I imagine there will be talking animals as well. Or winged people?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Winged people? No, not them, I’m not that kinda girl, y’know. Winged people sound silly, so do seven dwarves and fairy godmothers. Definitely out of my clouds. I don’t approve them. But talking animals are in. Animals are pretty and they deserve language to explain their feelings about anything.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Hmm, they’re gonna be a bit fussy, don’t you think? Merry, crowded, noisy. They might talk about us human, about how arrogant, deadly, dangerous, and reckless we are. And that’ll be a nonstop conversation among them.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;What? Uncomfortable to you?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Yeah, the noises. My idea of an excursion is to get into some kind of tranquility where I can spoil my eyes with a series of extraordinary views and surroundings. You know, it’s all about “enjoying” and that’s that. I don’t want to be in a middle of a crowd, it happens all the time in my life; I just want a special term and condition.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Okay I got it. I’m reconsidering talking animals. Maybe I’ll put dogs. They’re familiar cute pets, people rarely do any harms to them so they won’t do any bad conversation in return. All dogs go to heaven, don't they? And then it has to be a lion, the wisest of all, the king, the bravest beast, a majestic creature. Look, I’m not gonna turn this place into a state of constitutional monarchy, but it’s just that I love lion, y’know what I mean? And then a herd of dolphins. They always smile and I guess it’s alright. Mmm… well, I’ll think about the rest of the animals later. So, what about this term and condition you were saying? Any detail?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Let me think. You know, I always dream of a place with a whole chance of defying gravity. Drifting away freely. A place full of lights, fully futuristic, and the air feels like mild menthol. I’d like to be on the sky and look down to the parade of colorful light dots.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;So that’s where the idea of winged people came out.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Well― mmm… not really. I’m not talking about having a pair of wings.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Wouldn’t it be nicer if using a spaceship, or a jet, to fly?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;That’s right! I was thinking about that in a flash. Flying man is overrated, a bit boring. You know what, I’m thinking about a zeppelin or a gas balloon, a big one! That’s how I’ll beat the gravity.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sounds better!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Okay. I have to be specific right now. So this place has buildings in gothic architecture with meticulous design, and they’re not in monochrome as always, they have some colors that glow in the dark. The ground can glow too; if we step on it then it will partly glow in particular colors, depends on what mood we’re in. The stars are alight in the sky, bright silver of whimsical forms arranged in tidy constellation. The moon moves in circle, revolves around the land. Fireflies spark their electricity; they look like a wave of laser beam dancing through town, so eccentric. The trees sparkle. Traffic signs sparkle. Road markings sparkle. Sculptures sparkle. Towers sparkle. The place is shining. The place is shining to cover the darkness it’s in. And that’s the way it’s gonna be.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;That’s far out, man. Cruising over a shiny town in a motorized bubble. Wherever the wind blows, it won’t ever be a dull moment of sightseeing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Exactly!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Nice! Well, you know, there are something sparkling too in my place. Mushrooms! Big mushrooms! They are transparent, like crystals; they are blue, like sapphires. Sunray radiates toward them, makes them produce several light sticks like the one from a lighthouse y’know what I mean? And then the clouds fly low. Pastel-pink-colored clouds in which I’m tangled. The air is colored in pastels too, any colors you like except black, white, and grey; that’s too much black, white, and grey in our world, isn’t it? A bit boring isn’t it?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Yeah, right. I agree. But hey, at last you mention “pink”; it won’t be complete without that color, will it? All in all, your place is so inviting and inciting. I’d like to be there.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;I’d like to be in your place too, will it be too crowded if I join in?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;No, no. From the beginning, it was designed to be occupied by only two people. Only two. So you are very welcome.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ah, that’s about the same with mine. So then, when and where and who to go first?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;It’s up to you.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;I can’t decide, you do.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Hmm, okay. Look, there’s a sun in your place and there are stars in mine. So it’s easy, I go to yours when it’s day, and in the night you can go to mine. How about that?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Brilliant. Let’s do it now. Come to my place.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Right! Now? How?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yes, now! Just step into my head. Come on, jump in!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Wait a minute. I guess it’ll be more interesting if we go by riding something?&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Do you think so?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Yeah.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Alright then, what about a rocket?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-4343259013678887494?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/4343259013678887494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/07/at-airport-of-subconscious.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4343259013678887494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4343259013678887494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/07/at-airport-of-subconscious.html' title='At the Airport of Subconscious'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-5127596080399468367</id><published>2011-07-19T11:33:00.002+07:00</published><updated>2011-07-19T14:58:26.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><title type='text'>Dingin</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Solitude vivifies;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Isolation kills."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Joseph Roux)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dingin malam ini. Saya takjub pada bagaimana rasa dingin bisa menggigit badan saya tanpa ampun. Sampai-sampai usus buntu saya pun menggigil. Otak saya beku. Saya dikitari oleh lapisan es dalam bentuk keramik lantai. Segi empat dan&amp;nbsp;saling berjejer.&amp;nbsp;Kaki saya lumpuh, takut untuk menapak, takut untuk melangkah. Malam sedang telanjang, dinginnya bukan main. “Tidak ada yang namanya dingin,” kata Albert Einstein, “yang ada hanyalah panas (kalor) sebagai energi dan yang dimaksud dengan dingin adalah keadaan tanpa panas.” Lalu masalah apa yang telah terjadi di antara malam dan panas, hingga keduanya enggan untuk bertemu, untuk bergandengan tangan? Matahari tidak menjawab. Menjawab adalah tugas manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bumi sudah penuh. Kawan-kawan &lt;i&gt;alien&lt;/i&gt; tak pernah mendarat. Terlalu sesak, terlalu sempit, tidak ada lagi tempat parkir. “&lt;i&gt;There’s no place like home&lt;/i&gt;,” mereka pulang lagi tanpa sempat berpamitan. Kita hanya bisa menonton dari kejauhan. Menyaksikan piring-piring itu menghilang. &lt;i&gt;Beep beep beep&lt;/i&gt;. Artinya bumi sudah penuh. &lt;i&gt;Beep beep&lt;/i&gt;. Semua tempat sudah terisi. &lt;i&gt;Beep.&lt;/i&gt; Brengsek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bumi sudah penuh. Semua tempat sudah diciptakan dan dibangun. Menonton film di bioskop. Makan di restoran. Bermalam di hotel. Berolahraga di gymnasium. Mendapatkan uang di kantor, menyimpannya di bank, membuangnya di mal. Sakit di rumah sakit. Duduk dan mencatat di sekolah. Mesjid untuk bersujud. Gereja untuk mengaku dosa. Vihara untuk berlutut. Museum untuk bernostalgia. Jembatan untuk menyeberang. Makam untuk berbaring dan membusuk. Terminal, stasiun, dermaga, bandara untuk datang dan pergi. Pantai, pegunungan, daratan bersalju, taman bunga untuk latar belakang foto profil di Facebook. Penuh. Hanya tempat untuk tidak melakukan sesuatu yang belum ada. Tempat yang diciptakan khusus untuk tidak melakukan apa-apa, dengan kenyamanan untuk tidak melakukan apa-apa, kebebasan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi sebelumnya, harus ada yang menjelaskan apa artinya tidak melakukan apa-apa. Tidak bicara adalah diam. Tidak bergerak adalah mematung. Tidak bernapas adalah mati. Apakah tidak melakukan apa-apa itu ada? Ataukah seperti ‘dingin’ yang berarti ‘keadaan tanpa panas’? Apakah berwujud? Atau justru gaib? Kursi malasku tidak menjawab. Menjawab adalah tugas manusia. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya terkejut. Dikagetkan oleh seseorang. Di tengah malam dingin seperti ini tiba-tiba saya mengingat seseorang. Mungkin semacam kerinduan, atau hanya sekelibat kilatan memori yang acak. Dan dia datang. Tidak ada salahnya ditemani seseorang untuk sekarang ini. Lalu kita bicara. Mengobrol. Tentang tetek-bengek dan semacamnya. Dia coba berkelakar dengan sebuah cerita lucu. Saya menyambutnya dengan tawa. Kemudian saya balas lagi dengan cerita lucu yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sunyi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dia tertawa, dia mengatakannya. Dia mengakuinya, dia tertawa, terbawa oleh cerita lucu yang saya ceritakan. Tapi saya tidak bisa dengar suaranya. Saya tahu dia tertawa tapi gelak tawanya begitu sunyi. Jauh. Senyap. Tiba-tiba saya sadar suaranya hilang. Tiba-tiba saya sadar sedari tadi dia tak nampak. Tiba-tiba saya tak bisa merasakan kehadirannya. Tiba-tiba saya sadar saya tak bisa menyentuhnya. Membaui napasnya. Membaui aroma badannya. Membaui apapun yang telah ia telan sebelumnya. Tak bisa melihat sepasang matanya atau bibirnya yang bergetar saat bicara. Melihat hidungnya yang kembang-kempis. Berbagi oksigen untuk dihirup. Pendapat saya dia adalah hantu. Keberadaannya terasa namun tak nampak. Raib, menyisakan diri saya sendiri. Tertawa sendiri. Terhibur sendiri. Apanya yang berbagi? Hantu, kenapa kehadiranmu justru membuat saya semakin kesepian? Saya melihat ke sekeliling. Kabel dan internet. &lt;i&gt;We’re on social network&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dinginnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malam yang tidak seperti biasanya di mana saya kedinginan. Ditemani siaran radio dengan penyiarnya yang kesepian berceramah, “Apa kita sebegitu kesepiannya sehingga merasa harus selalu berbagi setiap saat?” Dia menonton konser Iron Maiden beberapa waktu yang lalu dan dia kesal, “Distorsi, &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt;, lengkingan, gebukan drum&lt;/span&gt;─&lt;span lang="IN"&gt; saya siap buat &lt;i&gt;headbanging&lt;/i&gt;; tapi kebanyakan penonton sibuk mengambil foto dan mengetik sesuatu.” Kesepian di tengah keramaian, dan sekarang ia bekerja sendirian di tengah malam, didengar oleh orang-orang yang juga sedang kesepian. “Apa kita sebegitu kesepiannya sehingga merasa harus selalu berbagi setiap saat?” ia mengulanginya lagi. Menjawab adalah tugas manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Einstein bisa mengatakan teori apapun tentang “dingin”, dengan cara yang sulit dimengerti ataupun yang mudah dicerna, dan pada akhirnya dia selalu benar. Tapi saya mengerti tentang ‘kehangatan’ yang hilang itu, yang dibicarakan si penyiar radio. Kerinduannya. Hasratnya yang kuat pada sebuah kehadiran. Pertemuan. Kata-kata yang terucap, kata-kata yang terdengar. Sapaan, percakapan. Sentuhan dan kesadaran akan dunia nyata, keberadaannya yang nyata. Kerinduan yang harus diobati. “&lt;i&gt;Sudah, masalah rindu tak akan selesai tanpa bertemu. Sudah, rindu hanya masalah mengarungi waktu, selebihnya sendiri dan biru&lt;/i&gt;,” begitu seorang kawan pernah berpuisi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 115%;"&gt;Mungkin malam ini tidak benar-benar dingin, kesunyianlah yang melakukannya. Dingin. Sampai-sampai usus buntu saya pun menggigil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-5127596080399468367?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/5127596080399468367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/07/dingin.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5127596080399468367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5127596080399468367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/07/dingin.html' title='Dingin'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-6717320068418061961</id><published>2011-07-14T19:30:00.002+07:00</published><updated>2011-07-18T00:53:56.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Inside the Warehouse of Our Abandoned Movie Theater, the Place You Might As Well Leave, There I Set My Eyes to the Small Screen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="color: #f1c232; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;"What we know of the world is little more than the mediated world, the image. We have no reality, but a derivative reality, which is extremely dangerous, most certainly from a political standpoint but in a larger sense to our ability to have a palpable sense of the truth of everyday experience."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f1c232; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232; font-size: x-small;"&gt;(Michael Haneke)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Akmareul boatda &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(I Saw the Devil)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ogUVp-gYqF8/Th2Rug9SYII/AAAAAAAAAjQ/081gM260ei0/s1600/i-saw-the-devil-03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213px" src="http://3.bp.blogspot.com/-ogUVp-gYqF8/Th2Rug9SYII/AAAAAAAAAjQ/081gM260ei0/s320/i-saw-the-devil-03.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Premisnya sederhana, bukan hal yang baru, cenderung klise, seperti &lt;i&gt;The Count of Monte Cristo&lt;/i&gt; yang ditulis Alexandre Dumas (yang mungkin saja mengawali tema ini dalam&lt;i&gt; pop culture&lt;/i&gt;), film ini adalah sebuah &lt;i&gt;sequence &lt;/i&gt;tentang usaha balas dendam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Seorang perempuan dibunuh dengan keji oleh seorang laki-laki, kepalanya dipenggal lalu ditenggelamkan di sebuah rawa, sang pacar sedih bukan kepalang, lalu marah bukan kepalang, dan kemudian dengan tekad bulat dan hati dingin, ia memulai aksi &lt;i&gt;hide and seek&lt;/i&gt; dengan si pembunuh. Sayang sekali si pembunuh tidak tahu bahwa sang pacar adalah anggota kepolisian yang terlatih, ahli beladiri dan dibekali &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; untuk melacak jejak si pembunuh. Dan ketika akhirnya keduanya bertemu dalam aksi &lt;i&gt;one on one bullying&lt;/i&gt;, sang pacar merubah nama permainannya menjadi &lt;i&gt;hit and run&lt;/i&gt;. Pukul dan tendangi sampai babak belur, lalu lepaskan, biarkan si mangsa berpikir penyiksaannya berakhir -seperti ditubruk banteng, sakit, setelah&amp;nbsp; itu tidak- menghirup udara bebas, merencanakan pembunuhan lagi, dan ketika perempuan tidak berdosa tersedu-sedu memohon pengampunan atas hidupnya di hadapannya, sang pacar muncul entah dari mana, dengan ekspresi dingin dan ilmu bela diri, lalu pukul dan tendangi sampai babak belur. Dan seterusnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Apa yang menarik dari cerita balas dendam ini adalah karakter si antagonis yang kebetulan seorang maniak yang hobi membunuh perempuan yang sedang sendirian (kalau memungkinkan, diperkosa dulu, sebelum kepalanya dipenggal pakai &lt;i&gt;guilotine&lt;/i&gt; buatan). Ia sama sekali tidak punya motif kuat seperti persaingan bisnis, rasa cemburu, pengkhianatan, atau perburuan harta warisan terhadap si korban (bahkan ia tidak mengenal mereka), sehingga kebrutalan sang pacar (yang sakit hati) saat menghajar si pembunuh (yang otaknya sakit) dapat dengan cepat mendapat tempat di hati penonton yang tak habis pikir dan kesal terhadap kelakuan gila si pembunuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Namun ketika akhirnya kekerasan demi kekerasan terus diperlihatkan, dipertontonkan dalam merahnya darah yang muncrat, apakah penghakiman yang seperti ini bisa direstui? Sang pacar yang merasa kehilangan (ya, bisa dimengerti) secara membabi buta melukai si pembunuh terus menerus hingga akhirnya lambat laun ia bertransformasi menjadi "kekejaman" itu sendiri, dan penonton merasa begitu puas melihatnya. Kejahatan dibalas kejahatan, kekejaman dibalas kekejaman, sebuah &lt;i&gt;rule of thumb&lt;/i&gt; dari balas dendam yang tidak terelakkan. Penonton senang, mengangkat kekejaman sebagai protagonis, kekejaman ada di pihak mereka, si pembunuh kalah, berlumuran darah dan sekarat, &lt;i&gt;horee!!&lt;/i&gt;, iblis telah dihancurkan, namun pada akhirnya, tetap saja, kejahatan yang jadi pemenang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Another Year&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iHtVjpH0HG0/Ta6_ks3K8_I/AAAAAAAAAiE/4bv0Li2KOGo/s1600/Another-Year-1-536x360.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214px" i8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-iHtVjpH0HG0/Ta6_ks3K8_I/AAAAAAAAAiE/4bv0Li2KOGo/s320/Another-Year-1-536x360.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Perkenalkan pasangan uzur Tom dan Gerri yang menjalani hidup sebagai orang biasa di sekitar orang-orang biasa dengan hidup mereka yang juga biasa. Film tanpa plot dari Mike Leigh ini sukses menampilkan hal yang biasa dalam hidup -yang tidak bersandar pada ambisi mencari kebahagiaan, atau potret kemalangan tanpa akhir- dengan begitu manis. Bahwa apa yang namanya keberuntungan dan kesialan adalah hal yang biasa, tidak perlu terlalu dirisaukan, toh suatu waktu kedua hal tersebut bisa saling bergantian mengisi hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yang menarik adalah sosok Marry, yang seperti menjadi &lt;i&gt;the clown of the crowd&lt;/i&gt; di sepanjang film dengan berbagai masalah dan keluhannya yang terus-terusan datang. Usianya sudah terlampau matang, namun belum juga menikah, belum memiliki rumah sendiri, yang menyimpan hati pada anak laki-laki Tom &amp;amp; Gerri namun langsung patah begitu mengetahui dia sudah memiliki tunangan, yang meracau tanpa henti di bawah pengaruh alkohol, yang ditaksir oleh rekannya yang pemabuk dan kelebihan berat badan, yang kebingungan untuk merawat mobil kecil yang baru ia beli dan sebagainya, dan sebagainya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dilatari dengan suasana iklim Inggris yang sejuk dari musim ke musim, Tom &amp;amp; Gerri seperti hidup dalam kebahagiaan di tengah kehidupan &lt;i&gt;suburban&lt;/i&gt; kelas menengah yang penuh masalah keseharian. &lt;i&gt;Another Year&lt;/i&gt; merupakan film keluarga yang begitu intim yang tidak menawarkan apapun selain sebuah dokumentasi yang apa adanya, yang dengan ketiadaan plot yang jelas, meninggalkan kesan bingung terhadap pesan apa yang terkandung di dalamnya, namun tetap tidak membuat kualitas film ini jatuh.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Des Hommes et Des Dieux &lt;/i&gt;(Of Gods and Men)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_HbQlQ-PFPQ/TawPU7AUDBI/AAAAAAAAAho/T85Hxr4nFgU/s1600/Des+hommes+et+des+dieux.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186px" r6="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-_HbQlQ-PFPQ/TawPU7AUDBI/AAAAAAAAAho/T85Hxr4nFgU/s320/Des+hommes+et+des+dieux.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Gambar di atas adalah cuplikan adegan ketika &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;﻿&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;kepala pendeta (tengah) bertanya kepada para pendeta yang lain tentang siapa yang akan tetap tinggal di dalam biara. Semuanya mengacungkan tangan dan menolak untuk mengungsi. Padahal di daerah tempat tinggal mereka sedang berkecamuk perang sipil Aljazair di mana keberadaan mereka terancam oleh kelompok fundamentalis Muslim. Mereka menolak bantuan dari pemerintahan yang dinilai korup tapi justru malah mendapat perlindungan dari para fundamentalis karena mereka telah mengobati pimpinan mereka yang terluka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tapi percaya kepada teroris bukanlah hal bijak. Sekali teroris tetap saja teroris. Karena pada akhirnya di tengah malam yang sunyi, saat sebagian besar dari mereka tertidur di dalam biara, para fundamentalis ini datang &lt;i&gt;menggrebek&lt;/i&gt;, menangkapi satu per satu dari para pendeta, dan menawannya. Pada akhirnya mereka semua mati ditembak. Beruntung salah seorang dari mereka berhasil bersembunyi di kolong kasur saat aksi penangkapan terjadi. Kalau tidak, mungkin film ini tidak akan dibuat, karena semua adegan di dalamnya terjadi berdasarkan kisah nyata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Book of Psalms, Psalm 82:6-7: "I have said, Ye are gods; and all of you are children of the most High. But ye shall die like men, and fall like one of the princes."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Incendies&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HcssbczXnVI/Th2RwlP6nWI/AAAAAAAAAjU/_6LjLBjlCHI/s1600/incendies.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-HcssbczXnVI/Th2RwlP6nWI/AAAAAAAAAjU/_6LjLBjlCHI/s1600/incendies.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sepasang anak kembar, diserahi surat wasiat dari ibunya dengan permintaan untuk dikubur dengan posisi wajah mencium tanah dan pantat mengarah ke langit (&lt;i&gt;what the...!&lt;/i&gt;) serta sebuah mandat untuk menelusuri jejak ayah kandung mereka yang masih hidup di suatu tempat, membawa film berbahasa Prancis ini pada teka-teki suram &lt;i&gt;semi-thriller&lt;/i&gt; dengan nuansa kelam (diperjelas lagi dengan &lt;i&gt;backsound&lt;/i&gt; lagu Radiohead "&lt;i&gt;You and Whose Army&lt;/i&gt;")&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Plot diawali suatu ketika di sebuah kolam renang, si anak perempuan tiba-tiba menemui ibunya "membeku" di atas kursi&amp;nbsp; di pinggir kolam. Tidak mau bicara, pandangan kosong, dan lelah. Tak lama kemudian si ibu menghembuskan napas terakhirnya. Dan saat penonton sampai di bagian akhir film, yang tentu saja sebuah &lt;i&gt;twist-ending&lt;/i&gt;, kebekuan tersebut dapat langsung dipraktekkan di depan layar monitor.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dilatari oleh konflik Timur Tengah dalam adegan &lt;i&gt;flashback&lt;/i&gt;, dan konflik pribadi antar si kembar,&amp;nbsp; film bergerak dalam alur lambat. Menyusun &lt;i&gt;puzzle&lt;/i&gt; dari setiap mosaik dalam setiap &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt;, menemui setiap fakta "hitam" dalam sebuah keluarga, menyingkap setiap detil rahasia kelam, sampai berhenti dalam sebuah kesimpulan yang merusak &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;. Pada akhirnya penonton pun dapat memaklumi mengapa seseorang ingin dikubur dengan posisi pantat di atas. Surat wasiat yang seperti itu&amp;nbsp; memang meresahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Kokuhaku &lt;/i&gt;(Confessions)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rgd8XxbnqFM/TawQZHLZFsI/AAAAAAAAAhs/2TIAypHY5Xk/s1600/kokuhaku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212px" r6="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-rgd8XxbnqFM/TawQZHLZFsI/AAAAAAAAAhs/2TIAypHY5Xk/s320/kokuhaku.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah kombinasi yang tepat, &lt;i&gt;a perfect collision&lt;/i&gt;, saat menggabungkan kisah misteri pembunuhan dihiasi karakter siswa-siswi Jepang yang dingin, &lt;i&gt;suicidal&lt;/i&gt;, asosial, serta gemar mem-&lt;i&gt;bully&lt;/i&gt;, dengan &lt;i&gt;cinematic poetry&lt;/i&gt; apik ala Terrence Malick di setiap &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; yang memberikan kedalaman melodramatis dari film gelap tentang anak seorang guru yang dibunuh oleh murid dari kelasnya sendiri (lagu Radiohead, lagi,&amp;nbsp; "&lt;i&gt;Last Flower&lt;/i&gt;" juga merupakan elemen tambahan yang turut menguatkan warna film).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;30 menit pertama&lt;i&gt;&lt;/i&gt; film ini adalah sebuah &lt;i&gt;breakthrough&lt;/i&gt; yang mendongengkan prolog film secara artistik (bagaimana titik hujan jatuh ke tanah, seorang anak gadis dilempar ke kolam renang, kepala seorang bocah dilempari bola &lt;i&gt;baseball&lt;/i&gt;,&amp;nbsp; semuanya dalam &lt;i&gt;slow motion&lt;/i&gt; yang halus)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;semuanya terjadi saat si ibu guru dengan tenang bercerita tentang anak perempuan satu-satunya yang tewas dibunuh sambil menganalisis motif dan modus pembunuhan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;tersebut yang mengarah kepada dua orang siswa di kelasnya. Selanjutnya adalah kisah para siswa tersebut disajikan dalam &lt;i&gt;point of view&lt;/i&gt; yang menarik, dengan adegan anak si ibu guru yang dilempar ke kolam muncul berkali-kali (&lt;i&gt;horrifying&lt;/i&gt; &lt;i&gt;but amazingly pretty&lt;/i&gt;), di mana selain berurusan dengan rasa bersalah dari dosa tindakan kriminal yang dilakukan, juga menanggung beban sosial dan ketakutan karena mereka diracuni oleh virus HIV yang disuntikkan oleh si ibu guru di dalam karton susu yang mereka minum di awal film (&lt;i&gt;the lunacy of Japanese&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Walau ber-&lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;di lingkungan sekolah, anomali yang kental tentang hubungan guru dan murid yang bagaikan karnivora dan herbivora memberikan kesan baru tentang sekolah sebagai tempat yang manipulatif dan berbahaya, yang dipenuhi ambisi serta keinginan kuat untuk berkuasa atau membuktikan diri sampai melampaui batas norma. Secara kasar, bisa saja ditarik kesimpulan tentang iklim kehidupan di Jepang yang kaku dan cenderung canggung secara emosional (tanpa perasaan, tidak heran industri robot mereka berkembang), walaupun masih terlalu dini untuk melakukan asumsi demikian. Namun tetap saja, saya membenci kekakuan (dan kegilaan) warga Jepang (salut untuk pemanjaan visualnya) . &lt;i&gt;Haik!&lt;/i&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; color: #e06666; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Lebanon&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OWCUU0nadkU/TawQz3CmEjI/AAAAAAAAAhw/KcHZVPBYTRU/s1600/lebanon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186px" r6="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-OWCUU0nadkU/TawQz3CmEjI/AAAAAAAAAhw/KcHZVPBYTRU/s320/lebanon.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah seorang prajurit bisa disebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;berada di medan perang bila menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam tank, melihat keadaan sekeliling melalui teropong, menembak sesekali, bergantian &lt;i&gt;shift&lt;/i&gt; untuk mengawas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, dan hampir setiap hari berlindung di balik lapisan besi sambil kepanasan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari apa yang terlihat melalui teropong tank, seperti kota yang porak poranda; serpihan-serpihan bangunan yang diledakkan; mayat seekor keledai yang tergeletak dengan isi perut terburai (yang ketika dilihat lebih dekat, tidak hanya matanya masih bisa berkedip, tapi juga mengeluarkan air mata); seorang ibu yang kehilangan keluarga dan tempat tinggalnya lalu dalam keadaan linglung di tengah desingan peluru, satu-satunya baju yang sedang ia pakai terbakar, dan hilanglah segala kepunyaannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;(adegan telanjang yang paling tidak menarik di dalam sebuah film); seorang tawanan musuh yang menangis menjerit-jerit minta ampun; dan sebagainya, maka prajurit di dalam tank tidak berada di dalam medan perang, tapi di neraka. Atau mungkin keduanya ya sama saja. &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;War is hell!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Madeo &lt;/i&gt;(Mother)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9LV6-np3hbw/TawQ3fjGsLI/AAAAAAAAAh0/S5PpvDLceLQ/s1600/madeo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" r6="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-9LV6-np3hbw/TawQ3fjGsLI/AAAAAAAAAh0/S5PpvDLceLQ/s320/madeo.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Intinya, seorang ibu akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya, terutama lagi kalau kebetulan sang anak adalah seorang yang terkena &lt;i&gt;mental breakdown&lt;/i&gt; (tetap saja, Won Bin terlalu manis untuk memerankan seorang cacat mental) dan dituduh membunuh seorang gadis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Maka dengan kemampuan seadanya, si ibu melakukan investigasi independen untuk menelusuri jejak-jejak kebenaran yang berceceran tak beraturan. Sampai akhirnya, kebenaran terungkap dalam caranya yang mengejutkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kandungan utama dalam film adalah tentang kompleksitas hubungan ibu-anak yang harus diuji di hadapan perilaku kehidupan di mana ketidakadilan merupakan ciri khasnya yang primer. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mengikuti alur dan atmosfer kisah-kisah detektif, yang mengumpulkan kepingan demi kepingan misteri sampai berujung pada fakta yang menggetarkan. Maka sampai di batas manakah seorang ibu akan melindungi anaknya saat situasi yang tidak menguntungkan tidak mampu lagi dielakkan? Di akhir film, si ibu memilih untuk berjoget-joget di padang ilalang, melupakan semua masalah dan kesedihan lewat jarum akupuntur yang ditancapkan di lutut. Meringankan tubuhnya dalam ayunan melodi infrasonik yang hanya berdengung di kepalanya sendiri. Mungkin dia sedang menyanyikan sebuah bait untuk menghibur dirinya sendiri: &lt;i&gt;Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;﻿&lt;span style="color: #e06666;"&gt;Micmacs à Tire-Larigot &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #e06666;"&gt;(Micmacs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--Qgpr6lw2Oo/TawQ6T5n6DI/AAAAAAAAAh4/N8WgjPFtPL0/s1600/Micmacs+%C3%83%C6%92%C3%82%C2%A0+tire-larigot.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179px" r6="true" src="http://4.bp.blogspot.com/--Qgpr6lw2Oo/TawQ6T5n6DI/AAAAAAAAAh4/N8WgjPFtPL0/s320/Micmacs+%25C3%25A0+tire-larigot.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dengan sinematografi serta &lt;i&gt;coloring&lt;/i&gt; yang unik dan padat, Jean Pierre-Jeunet sekali lagi berhasil menampilkan atmosfer &lt;i&gt;quirky&lt;/i&gt; dalam filmnya paska &lt;i&gt;Amelie&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Delicatessen&lt;/i&gt;. Sebuah kisah komedi komikal yang &lt;i&gt;underrated, &lt;/i&gt;diperkaya oleh deretan karakter aneh serta plot yang tidak biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Si tokoh utama adalah seorang penjaga toko rental video yang di suatu malam kepalanya terkena peluru nyasar dari sekelompok gangster. Setelah melalui acara lempar koin, dokter operasi memutuskan untuk tidak mengangkat peluru dari dalam kepalanya. Saat kembali lagi ke tempat kerjanya, posisinya telah diisi oleh tenaga kerja baru yang lebih muda, dengan kata lain dirinya sudah dipecat. Menggelandang kesana-kemari. Mengemis. Akhirnya dia bergabung bersama sekumpulan orang aneh yang tinggal di tempat pembuangan sampah. Suatu kali saat sedang berjalan-jalan ia menemukan dua pabrik senjata yang saling berseberangan, yang satu adalah pabrik yang memproduksi ranjau yang merenggut nyawa ayahnya di medan perang, satu lagi pabrik yang membuat peluru yang bersarang di dalam kepalanya. Dari sini, cerita utama film dimulai...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Film ini merupakan sebuah satir dari industri senjata yang meraih profit dari perang dan kematian di penjuru dunia yang lain. Misi si tokoh utama dkk. untuk memberi pelajaran pada kedua CEO perusahaan tentang &lt;i&gt;mudharat&lt;/i&gt; dari bisnis mereka terlihat begitu &lt;i&gt;Mission Impossible&lt;/i&gt; (minus Tom Cruise, plus manusia karet, yang berarti tiga kali lebih baik). Keduanya diikat di tengah padang pasir dan dipaksa untuk mengakui kelicikan serta perbuatan salah mereka. Semuanya direkam. Di-&lt;i&gt;upload&lt;/i&gt; ke Youtube&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kedua perusahaan ditutup. Perang berhenti. Semudah itu? Andai saja. Toh, dengan keganjilan yang ada di film ini penonton juga sudah diajak untuk berandai-andai dari sejak awal. &lt;i&gt;Why so serious?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Shi &lt;/i&gt;(Poetry)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YcAn-Jp4DQw/TawRBxkHgUI/AAAAAAAAAh8/grj6Hp8vWtA/s1600/shi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213px" r6="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-YcAn-Jp4DQw/TawRBxkHgUI/AAAAAAAAAh8/grj6Hp8vWtA/s320/shi.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Hampir mirip dengan ulasan &lt;i&gt;Madeo&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;tentang bagaimana seorang ibu melindungi anaknya, namun kali ini menggunakan tokoh anggota keluarga yang berbeda, yaitu tentang bagaimana sikap seorang nenek terhadap cucunya (dan beberapa temannya) yang dituduh, pada awalnya, dan akhirnya terbukti, membunuh seorang gadis.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan bila kebetulan sang cucu adalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab, kekanak-kanakkan, egois, seenak jidat, maka bisa dimafhumi bila langkah terbaik yang ditempuh si nenek dalam menghadapi kenyataan adalah dengan puisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Si nenek mencoba menemukan secercah harapan, titik terang, sebuah keindahan dari deretan kata-kata dalam puisi di tengah kegelapan dunia di sekitarnya yang tak berperasaan dan &lt;i&gt;irresponsible&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pelariannya, di satu sisi, terlihat begitu ringkih. Seorang wanita tua yang berada dalam siklus kehidupan tahap akhir, yang dalam tingkatan sosial sudah melewati usia produktif alias uzur dan tidak berguna, hanya bisa mengalah di atas panggung kehidupan yang sudah tidak lagi berpihak padanya (si cucu yang baru memasuki usia puber jelas-jelas tidak menaruh respek apa-apa terhadapnya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Disajikan secara &lt;i&gt;slow-paced&lt;/i&gt;, khas film-film kelas festival, kebosanan terasa menghinggapi seperti lalat. Menguap. Mengantuk. Tapi konflik yang intens di dalam film ini berhasil menjadi obat nyamuk yang manjur. Bagi dunia perfilman Korea Selatan, film seperti ini membuktikan sebuah pencapaian kualitas yang patut dirayakan terutama bila bicara tentang bagaimana sineas mereka mampu menyajikan suatu sisi kehidupan dalam teknik penceritaan yang kuat. Kemampuan merangkul pasar internasional yang dipenuhi seniman serta insan cendikia mendefinisikan nilai&lt;i&gt; high art&lt;/i&gt; dari film ini. Apa Indonesia sudah mampu melakukan hal ini, mencapainya, menggapainya, membanggakannya? Hmm. Lalu, apakah obat nyamuk bisa untuk mengusir lalat? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Un Prophete &lt;/i&gt;(A Prophet)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2T8u94OFGLI/TawREAxEDwI/AAAAAAAAAiA/oYnaqLpqGHQ/s1600/un+prophete.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214px" r6="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-2T8u94OFGLI/TawREAxEDwI/AAAAAAAAAiA/oYnaqLpqGHQ/s320/un+prophete.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Drama Prancis dengan nuansa &lt;i&gt;film noir&lt;/i&gt; modern. Kisahnya adalah mengenai &lt;i&gt;survivalism&lt;/i&gt; di dunia penjara, di mana yang kuat yang bertahan, yang lemah yang tersingkir. Etika penjara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;yang berdiri di atas prinsip "membunuh atau dibunuh" membagi &lt;i&gt;society&lt;/i&gt; di dalamnya dalam dua pihak yang saling berseteru yaitu antara &lt;i&gt;the Corsicans&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt; the Muslims&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;yang memberikan intrik tersendiri bagi si tokoh utama dalam bertahan hidup. Ujian pertamanya adalah membunuh seorang tahanan Muslim dan dia berhasil, sebagai hadiah ia mendapat perlindungan dari geng &lt;i&gt;Corsicans&lt;/i&gt; walaupun ia terlahir dengan ras Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Selanjutnya film menarasikan kisah pergulatan serta keterlibatan si tokoh utama dalam dunia kriminal penjara. Ia menjalankan satu bisnis gelap ke bisnis gelap yang lainnya. Ia bahkan ditemani oleh arwah khayalan si Muslim yang ia bunuh. Sampai pada akhirnya, ia beralih berpihak pada kelompok Muslim dan memusuhi pimpinan &lt;i&gt;mobster&lt;/i&gt;-nya dulu. &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Film ini merupakan &lt;i&gt;The Godfather&lt;/i&gt; yang bertemu &lt;i&gt;City of God&lt;/i&gt; dengan sedikit bumbu &lt;i&gt;The Shawshank Redemption&lt;/i&gt;. Si tokoh utama tidak mewakili karakter protagonis apapun, ia adalah seorang &lt;i&gt;anti-hero&lt;/i&gt;, dan kehidupan di penjara bukanlah sebuah balai rehabilitasi melainkan usaha penyelamatan diri dalam lingkaran&lt;i&gt; dog eat dog&lt;/i&gt; yang keras. Yang disebut keberhasilan seorang tahanan di dalam penjara adalah bukan ketika ia bertobat dan menjadi sosok alim yang baru, namun adalah saat dirinya berhasil keluar dari sana dengan selamat. Dan si tokoh utama telah melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;My Son, My Son What Have Ye Done?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PXsXsWHLdts/Ta76FFVu12I/AAAAAAAAAiQ/CZgPhD7o93s/s1600/myson1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221px" src="http://3.bp.blogspot.com/-PXsXsWHLdts/Ta76FFVu12I/AAAAAAAAAiQ/CZgPhD7o93s/s320/myson1.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;﻿&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Memfilmkan sosok eksentrik selalu menarik, terutama bila si tokoh memang mengidap kelainan jiwa dan membunuh ibu kandungnya sendiri dengan sebuah pedang antik. Diilhami oleh kisah nyata, film ini mengikuti perkembangan jiwa si pembunuh dalam &lt;i&gt;flashback &lt;/i&gt;di mana &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; kejadian yang sedang berlangsung adalah sebuah pengepungan yang dilakukan tim polisi dan SWAT di depan rumahnya. Si tokoh utama mengancam akan membunuh dua orang tawanan yang sedang ia sekap bila polisi tidak memenuhi permintaannya. Pengepungan yang menguras waktu dan tenaga itu akhirnya diakhiri dengan tawa konyol saat mengetahui bahwa ternyata apa yang sedang ia tawan bukanlah manusia, melainkan dua ekor burung flamingo. &lt;i&gt;Ha.. ha..&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Werner Herzog menyutradarai film ini dengan teknik sinematografi yang berbeda dari film-film sebelumnya yang biasanya tidak terlalu mengedepankan "kedalaman" atau bahkan "kepuitisan" secara visual. Sosok pembunuh yang digambarkan&lt;i&gt; prophetic&lt;/i&gt; di masa lalunya, dengan raut muka serta atmosfer kontemplatif (&lt;i&gt;backsound&lt;/i&gt; lagu &lt;i&gt;Cucurucucu Paloma&lt;/i&gt; yang begitu intim di &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; yang dingin bersalju), seperti sengaja menampilkan sisi &lt;i&gt;innocent &lt;/i&gt;dari dirinya, bahwa yang sebenarnya gila adalah dunia sekitar. Yah siapa yang tahu, tapi, menusuk ibunya sendiri di rumah tetangganya dan masih sempat berkerumun di lokasi kejadian begitu polisi datang sambil menggenggam gelas berisi kopi, bahkan sempat menyapa detektif yang akan menangkapnya, jelas bukan sesuatu yang waras untuk dilakukan, kalau tidak mau disebut bodoh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;If you have stabbed your mother, then you have to run away as fast as you can, not staying home and taking two flamingos as hostages!&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-6717320068418061961?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/6717320068418061961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/06/inside-warehouse-of-our-abandoned-movie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6717320068418061961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6717320068418061961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/06/inside-warehouse-of-our-abandoned-movie.html' title='Inside the Warehouse of Our Abandoned Movie Theater, the Place You Might As Well Leave, There I Set My Eyes to the Small Screen'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ogUVp-gYqF8/Th2Rug9SYII/AAAAAAAAAjQ/081gM260ei0/s72-c/i-saw-the-devil-03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-1109168381115162177</id><published>2011-06-24T00:22:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T00:23:49.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Scene After Scene: Crying</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Tears are the silent language of grief."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Voltaire)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-a9560bb2b4aff8d5" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v8.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da9560bb2b4aff8d5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D796718332F3CD360DB945E576DC0A05E2C69C12B.7D6AB0628B60A9B8B15DE9C3CE7AB74868BD1D4C%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da9560bb2b4aff8d5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D5DpBmSz8dFtqqwkXTT7kirKIfSY&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v8.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da9560bb2b4aff8d5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331531447%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D796718332F3CD360DB945E576DC0A05E2C69C12B.7D6AB0628B60A9B8B15DE9C3CE7AB74868BD1D4C%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da9560bb2b4aff8d5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D5DpBmSz8dFtqqwkXTT7kirKIfSY&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* The song is "&lt;i&gt;Creep&lt;/i&gt;" and performed by Scala &amp;amp; Kolacny Brother &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-1109168381115162177?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/1109168381115162177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/06/scene-after-scene-crying.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1109168381115162177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1109168381115162177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/06/scene-after-scene-crying.html' title='Scene After Scene: Crying'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-8848789570384439971</id><published>2011-05-15T21:09:00.003+07:00</published><updated>2011-06-30T12:07:41.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tribute'/><title type='text'>Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 1960's (romantic, contemplative, trippy)</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: white;"&gt;"We are more popular than Jesus now;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;I don't know which will go first -&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rock 'n' roll or Christianity."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(John Lennon)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Play it fuckin' loud!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;(Bob Dylan)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rock 'n' roll, bukan sekedar musik yang keras, penuh distorsi, tempo cepat, serta teriakan-teriakan pembangkit semangat, lebih jauh lagi ini adalah sebuah karya intelektual, dengan sejarah &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; yang dinamis, berkembang, serta berubah bentuk mengikuti arus pemikiran jiwa-jiwa pemberontak di sepanjang zaman. Lewat lagu-lagu yang tersimpan dalam album-album yang dibuat melalui perjalanan panjang ide-ide, daya kreasi, hasrat berinovasi, dan tentu saja, arogansi menjadi &lt;i&gt;rockstar&lt;/i&gt;, rock 'n' roll terdokumentasikan secara baik, liar, sekaligus menawan yang membawa pendengar, pemuja, fans, pada level baru dari ketundukan terhadap melodi dan harmonisasi. Semuanya diawali dari indera pendengaran, lalu rock 'n' roll menjadi kendaraan yang tepat untuk membawanya menuju hati, jiwa, dan pikiran, sampai akhirnya ke setiap tempat yang belum pernah terjamah. Inilah rock 'n' roll dalam perjalanannya yang melesat cepat, terjal, terpuruk, bangkit, menggebrak, nyaris mati, bermetamorfosis, berevolusi, stagnan, revolusioner, dan hidup untuk selamanya!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Revolver&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The Beatles&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jWYcddEh46c/TcqMXZS3DtI/AAAAAAAAAiU/K5H-iIZbNd8/s1600/Revolver.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198px" src="http://3.bp.blogspot.com/-jWYcddEh46c/TcqMXZS3DtI/AAAAAAAAAiU/K5H-iIZbNd8/s200/Revolver.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Turn off your mind, relax and float downstream, This is not dying, this is not dying."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika sayatan suara &lt;i&gt;strings &lt;/i&gt;mendayu di album ini (&lt;i&gt;Eleanor Rigby)&lt;/i&gt;, sebuah pengumuman dilontarkan bahwa The Beatles tidak lagi sama. Mereka menghilangkan seragam serta goyang kepala ceria, menggantinya ke dalam kekhidmatan pop yang lebih dalam membicarakan puisi cinta (&lt;i&gt;Here, There and Everywhere&lt;/i&gt;), atau penghayatan spiritualitas lewat permainan sitar (&lt;i&gt;Love You To&lt;/i&gt;) sebagai semacam indikasi bahwa level yang lebih tinggi sedang mereka gapai. Tema dan lirik nihil yang dijadikan indah dalam sebuah melodi (&lt;i&gt;I'm Only Sleeping&lt;/i&gt;) membuktikan kepiawaian departemen&lt;i&gt; songwriting&lt;/i&gt; dalam memahami musik dan dengarlah bagaimana Ringo Starr menemui takdirnya (&lt;i&gt;Yellow Submarine&lt;/i&gt;). Album ini adalah awal dari pencapaian The Beatles dalam inovasi musik yang tanpa batas, di mana salah satu caranya adalah dengan melompat jauh ke masa depan (&lt;i&gt;Tomorrow Never Knows&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Proses rekaman album ini merupakan sebuah inovasi baru dalam dunia recording dengan penggunaan alat-alat serta instrumen yang terbilang canggih pada zamannya. Suara vokal John Lennon di lagu &lt;i&gt;Tomorrow Never Knows&lt;/i&gt; adalah contoh penggunaan teknologi di mana John sengaja memaksa teknisinya untuk membuat suaranya terdengar seperti suara Dalai Lama yang sedang berceramah dari puncak gunung Himalaya. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Highway 61 Revisited&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bob Dylan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-J99WXvWA6OQ/TcqNoG5cBwI/AAAAAAAAAiY/XuTYVJysB_M/s1600/highway+61.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/-J99WXvWA6OQ/TcqNoG5cBwI/AAAAAAAAAiY/XuTYVJysB_M/s200/highway+61.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"How does it feel? To be without a home, Like a complete unknown, Like a rolling stone."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebagai suara dari sebuah generasi, maka menjadi sahih apabila Bob Dylan dengan tegas sekaligus puitis menyerukan kegelisahan dalam sebuah &lt;i&gt;anthem&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Like A Rolling Stone&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Bob tidak mendefinisikan genre musiknya secara spesifik, namun aroma protes di dalamnya menghentak bersama dengan irama yang dimainkan (&lt;i&gt;Tombstone Blues&lt;/i&gt;). Kritis menyinggung topik sosial yang berlaku dalam hubungan antar-manusia (&lt;i&gt;From A Buick 6&lt;/i&gt;) dan tak lupa ia berkisah tentang satir politik (&lt;i&gt;Queen Jane Approximately&lt;/i&gt;) sebelum akhirnya kembali ke akar &lt;i&gt;blues&lt;/i&gt; yang telah lebih fasih dalam mengekspresikan kepahitan (&lt;i&gt;Ballad of A Thin Man&lt;/i&gt;). Album ini diawali oleh sebuah hentakan dan kemudian ditutup oleh sebuah renungan panjang dari koridor gelap nan sunyi tentang kehidupan (&lt;i&gt;Desolation Row&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Album ini menandakan awal transisi Bob Dylan dari akustik ke elektrik yang oleh para fans setia musik&lt;i&gt; folk&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dianggap sebagai bentuk pengkhianatan. Saat mengadakan konser di Newport Folk Festival, sehabis membawakan lagu &lt;i&gt;Like A Rolling Stone&lt;/i&gt; Bob disoraki oleh para penontonnya dengan cacian dan hinaan. Kabarnya akibat kejadian ini dia merasa syok dan sampai harus meneteskan air matanya di belakang panggung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;The Doors&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The Doors&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3e5U9yrh0CU/TcqPT_pRC_I/AAAAAAAAAic/9Kg3RB1M_Sw/s1600/the+doors.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/-3e5U9yrh0CU/TcqPT_pRC_I/AAAAAAAAAic/9Kg3RB1M_Sw/s200/the+doors.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"Try to set the night on fire!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Untuk karya di era &lt;i&gt;flower generation&lt;/i&gt;, album ini mampu merangkum dengan baik perjalanan &lt;i&gt;psychedelic&lt;/i&gt; yang memusingkan&amp;nbsp; dalam balutan irama-irama magisnya (&lt;i&gt;Light My Fire&lt;/i&gt;). Nuansa rock keras berpadu bersama syair-syair indah Jim Morrison menghasilkan kontradiksi yang magnetis (&lt;i&gt;Break on Through {To the Other Side}&lt;/i&gt;) ditambah dengan &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; blues yang berat sebagai identitas lain yang mereka anut (&lt;i&gt;Back Door Man&lt;/i&gt;). Lagu cinta mengalir dalam &lt;i&gt;flow&lt;/i&gt; yang gelap dengan efek &lt;i&gt;acid trip&lt;/i&gt; yang begitu kentara (&lt;i&gt;The Crystal Ship&lt;/i&gt;) sambil di sisi lain melodi &lt;i&gt;sing-a-long&lt;/i&gt; menghadirkan&amp;nbsp; suasana terang bulan yang syahdu (&lt;i&gt;Alabama Song {Whisky Bar}&lt;/i&gt;). Sisi gelap yang dimunculkan dalam album ini merupakan sebuah kontemplasi suram yang menekan imajinasi sampai ke bantas "kesuntukan" yang sempurna (&lt;i&gt;The End&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lagu The End tercipta jauh sebelum The Doors merilis album debutnya. Pada suatu ketika mereka mengadakan sebuah &lt;i&gt;show&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;di sebuah klub dan membawakan lagu ini. Jim Morrison mengubah baitnya lalu berteriak dengan lantang "&lt;i&gt;Mother, I want to fuck you&lt;/i&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;yang kemudian disambut oleh riuh-rendah penonton. Hal tersebut dianggap tidak senonoh dan mereka diusir oleh sang manajer klub. Peristiwa ini sampai ke telinga bos Elektra Records yang tertarik dengan imej band dan langsung mengontrak mereka untuk merilis album.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;The Velvet Underground &amp;amp; Nico&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The Velvet Underground&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1opESPqZo60/TcqPW2za6WI/AAAAAAAAAig/CLBl1bv6VTs/s1600/album-The-Velvet-Underground-The-Velvet-Underground--Nico.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193px" src="http://2.bp.blogspot.com/-1opESPqZo60/TcqPW2za6WI/AAAAAAAAAig/CLBl1bv6VTs/s200/album-The-Velvet-Underground-The-Velvet-Underground--Nico.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"I don't know just where I'm going, But I'm gonna try for the kingdom, If I can, Cause it makes me feel like I'm a man."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Inilah sebuah eksperimen &lt;i&gt;avant-garde&lt;/i&gt; yang meletakkan fondasi awal bagi setiap gebrakan &lt;i&gt;tour-de-force&lt;/i&gt; dalam dunia musik rock (&lt;i&gt;All Tomorrow's Parties&lt;/i&gt;). Penggunaan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; gitar yang repetitif adalah awal dari ide mengenai distorsi punk yang kasar (&lt;i&gt;I'm Waiting for the Man&lt;/i&gt;) dan &lt;i&gt;tribute&lt;/i&gt;-nya terhadap narkotika dalam senandung lagu dengan transisi tempo yang menggila (&lt;i&gt;Heroin&lt;/i&gt;) merupakan gebrakan ekspresi kebebasan yang nyata. Mereka mengangkat tema-tema yang tidak biasa seperti tentang sosok pengedar narkoba, malaikat maut, atau bahkan pelaku sadomasokis (&lt;i&gt;Venus in Furs&lt;/i&gt;). Suara Nico yang agak kaku membawakan lagu cinta dengan kesan yang elegan dan damai (&lt;i&gt;I'll Be Your Mirror&lt;/i&gt;) sementara suara lembut Lou Reed membawakan atmosfer &lt;i&gt;dream pop&lt;/i&gt; yang menggoda tanpa henti (&lt;i&gt;Sunday Morning&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Keterleibatan Nico, solis wanita asal Jerman, di album ini adalah lebih karena campur tangan produser Andy Warhol. Setelah album ini dirilis, mereka tidak lagi berkolaborasi dengan Nico, hal ini disebabkan karena personel band merasa Nico kurang disiplin dan profesional. Dia selalu telat datang untuk &lt;i&gt;show &lt;/i&gt;dan menghabiskan banyak waktu di kamar rias untuk ritual bakar lilin yang aneh. Selain itu, tuli parsial yang dideritanya sering mempengaruhi harmonisasi lagu dan menjadi bahan olok-olok personel lainnya.&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Are You Experienced?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The Jimi Hendrix Experience&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XZcUGrTVas4/TcqPZkKmuZI/AAAAAAAAAik/BI3hgLloKOI/s1600/are+you.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/-XZcUGrTVas4/TcqPZkKmuZI/AAAAAAAAAik/BI3hgLloKOI/s200/are+you.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;"Excuse me while I kiss the sky."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Seperti petir di tangan Zeus, gitar listrik dengan pasrah menyerahkan dirinya kepada sang dewa Jimi Hendrix untuk "diperkosa" agar mengeluarkan suara mengerang yang dahsyat (&lt;i&gt;Purple Haze&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Feedback&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; bercampur aduk dalam &lt;i&gt;kocokan&lt;/i&gt; tangan Jimi (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Foxy Lady&lt;/i&gt;) sementara melodi blues yang aduhai menerjang terus-menerus tanpa ampun (&lt;i&gt;Red House&lt;/i&gt;). Mereka meraih status populer untuk keahlian aransemen dalam memberikan energi pada sebuah lagu (&lt;i&gt;Hey Joe&lt;/i&gt;) dan mantra sihir blues yang kental untuk mengiringi kedamaian suasana&lt;i&gt; mellow&lt;/i&gt; &lt;i&gt;psychedelic&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;The Wind Cries Mary&lt;/i&gt;). Warna khas musik mereka adalah &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; pembangkit semangat yang mengalir deras dari penggunaan instrumen yang maksimal serta ketukan &lt;i&gt;up-beat&lt;/i&gt; yang sangat liar (&lt;i&gt;Fire&lt;/i&gt;). Setelah ini, gitar listrik mulai menjalani garis takdirnya di dunia.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pada awalnya album ini kurang mendapatkan respon hangat di Amerika Serikat. Sampai ketika mereka mengadakan konser di Monterrey Pop Festival, dengan nekat Jimi Hendrix membakar gitarnya sendiri di atas panggung sehabis lagu terakhir dibawakan. Ini mengundang decak kagum penonton dan setelahnya nama mereka menjadi terkenal walaupun harus dibayar mahal dengan luka bakar yang diderita Jimi di tangannya. Ia dilarikan ke rumah sakit sehabis konser tersebut.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-8848789570384439971?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/8848789570384439971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_2936.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8848789570384439971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8848789570384439971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_2936.html' title='Five Decades of Sex, Drugs, and Rock &apos;n&apos; Roll: 1960&apos;s (romantic, contemplative, trippy)'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jWYcddEh46c/TcqMXZS3DtI/AAAAAAAAAiU/K5H-iIZbNd8/s72-c/Revolver.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-5947360508357910540</id><published>2011-05-15T21:07:00.003+07:00</published><updated>2011-06-30T12:09:19.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tribute'/><title type='text'>Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 1970's (epic, mighty, rebellious)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Rock 'n' roll: Music for the neck downwards." &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Keith Richards)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;"You can't arrest me, I'm a rockstar!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;(Sid Vicious)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Led Zeppelin IV&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Led Zeppelin&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmLrHzNrSI/AAAAAAAAAeY/e3PZAhRDyko/s1600/Led_Zeppelin_IV.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmLrHzNrSI/AAAAAAAAAeY/e3PZAhRDyko/s200/Led_Zeppelin_IV.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"And she's buying a stairway to heaven."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Perpaduan luar biasa antara lengkingan, solo gitar yang flamboyan, serta gebukan drum dalam satuan &lt;i&gt;horse power&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Rock and Roll&lt;/i&gt;) menyingkap tirai&amp;nbsp;merah dari atas&amp;nbsp;panggung musik: sambutlah para &lt;i&gt;titan&lt;/i&gt; dari mitologi baru musik rock! Robert Plant berteriak dari kejauhan&amp;nbsp;sebelum akhirnya disambut oleh riuh rendah&amp;nbsp;melodi (&lt;i&gt;Black Dog&lt;/i&gt;), yang dari&amp;nbsp;balik kemegahannya&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;epik (&lt;i&gt;When&amp;nbsp;The Levee Breaks&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;terselip pula kegusaran akan mimpi-mimpi di&amp;nbsp;daratan yang tak terjamah (&lt;i&gt;Going to California&lt;/i&gt;). Mereka berkisah tentang para dewa dalam atmosfer mistis yang kental (&lt;i&gt;The Battle of Evermore&lt;/i&gt;) yang kemudian disambung dengan nada-nada melankolis yang bercerita tentang sosok manusia yang merindukan langit (&lt;i&gt;Stairway to Heaven&lt;/i&gt;), dan lewat album ini, mereka berhasil berada di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya album ini tidak diberi judul melainkan hanya berupa empat simbol &lt;i&gt;nordic&lt;/i&gt; yang dirancang oleh Jimmy Page, sang gitaris. Menurutnya, keempat simbol ini mewakili karakteristik dari tiap personel Led Zeppelin. Namun maknanya sendiri tidak ada seorang pun yang tahu. Robert Plant, vokalis, pernah menanyakan hal ini kepada Page, sayangnya ia lupa dengan penjelasan yang ia terima. Page sendiri &lt;i&gt;keukeuh&lt;/i&gt; hanya akan memberi tahu sekali seumur hidup arti simbol tersebut kepada Plant.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Exile on Main St.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Rolling Stones&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmL8fz9h4I/AAAAAAAAAec/m5pYMM3hBpw/s1600/exile.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmL8fz9h4I/AAAAAAAAAec/m5pYMM3hBpw/s200/exile.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"You got to roll me and call me the tumbling dice."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Boleh disebut sebagai kelahiran kedua The Rolling Stones dari sosok liar menjadi sosok baru yang lebih &lt;i&gt;groovy&lt;/i&gt; dengan jiwa yang selalu ingin bergoyang (&lt;i&gt;Happy&lt;/i&gt;). Barisan musik "bersenang-senang" mewarnai suasana pesta di malam hari dengan &lt;i&gt;riff &lt;/i&gt;yang sedikit nakal (&lt;i&gt;Rocks Off&lt;/i&gt;) lalu suara vokal &lt;i&gt;raw&lt;/i&gt; bersahutan dengan harmonisasi paduan suara yang apik (&lt;i&gt;Tumbling Dice&lt;/i&gt;), mereka hadir untuk merayakan energi 70-an dalam semarak &lt;i&gt;power of love&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Loving Cup&lt;/i&gt;). Mick Jagger bernyanyi dengan cara yang paling &lt;i&gt;bluesy&lt;/i&gt; ditemani oleh saksofon dan harmonika (&lt;i&gt;Sweet Virginia&lt;/i&gt;) menghadirkan nuansa klasik tentang kerinduan. Mereka masih belum kehilangan sentuhannya dalam mengolah musik yang mampu memberikan semangat, apalagi kali ini ditambah dengan efek bergoyang-nya (&lt;i&gt;Shine A Light&lt;/i&gt;), yang merupakan sebuah poin plus!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Rolling Stones sengaja mengungsi ke Paris, Prancis untuk menghindari pajak yang besar di Inggris dan mulai merekam album ini. Proses penciptaan lagu terbilang unik di mana produser Jimmy Miller sengaja mengurung Mick Jagger dan Keith Richards di dalam sebuah kamar dan baru mengijinkan mereka keluar bila mereka telah menciptakan minimal sebuah lagu baru. Hal serupa diberlakukan juga pada personel lainnya dalam urusan menggubah lagu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Who's Next?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Who&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmMKy7ma0I/AAAAAAAAAeg/5jURqMGCEZs/s1600/whos_next.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmMKy7ma0I/AAAAAAAAAeg/5jURqMGCEZs/s200/whos_next.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"Don't cry, Don't raise your eye, It's only teenage wasteland."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Who mengawali disiplin ilmu eksperimen elektrik dalam kemasan konsep futuristik &lt;i&gt;opera rock&lt;/i&gt; yang kompleks nan magnetik (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Baba O'Riley&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;)&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mengoptimalkan fungsi &lt;i&gt;synthesizer&lt;/i&gt;, lewat tekstur &lt;i&gt;space-rock&lt;/i&gt; yang dinamis, mengoperasikan ide mengenai revolusi dengan mesin rock 'n' roll yang keras (&lt;i&gt;Won't Get Fooled Again&lt;/i&gt;). Keseluruhan album ini adalah sebuah prosesi tutur cerita dari potret fiksi mengenai spiritualitas (&lt;i&gt;Bargain&lt;/i&gt;), hubungan asmara dan komitmen yang menyertainya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;(&lt;i&gt;My Wife&lt;/i&gt;), lalu dengan kombinasi musik yang menawan menceritakan bayang-bayang penebusan kebebasan manusia (&lt;i&gt;The Song is Over&lt;/i&gt;). Sebuah lagu kemudian dinyanyikan sebagai penawar kesedihan atas keadaan duka mengenai keterpurukan yang mencapai klimaksnya di akhir (&lt;i&gt;Behind Blue Eyes&lt;/i&gt;). Keriuhan era 70-an kian menjadi terang, menggantikan romantisme 60-an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal muasal album ini adalah ide Pete Townshend, gitaris, untuk membuat album konsep rock opera berjudul &lt;i&gt;Lifehouse&lt;/i&gt;. Namun proyek ini gagal dengan banyaknya kendala yang meningkatkan stres para personel. Pete bahkan termotivasi untuk bunuh diri. Beberapa tahun kemudian, setelah berganti produser mereka akhirnya mengembangkan sisa-sisa proyek itu untuk dijadikan album baru. Dengan tidak lagi menggunakan tema opera, band justru lebih leluasa mengeksplorasi musik dan terbukti album ini menjadi terkenal karena terobosan &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt;-nya yang dinamis dan unik.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Paranoid&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Black Sabbath&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmMX7cQktI/AAAAAAAAAek/XaEeWaW46-8/s1600/Paranoid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmMX7cQktI/AAAAAAAAAek/XaEeWaW46-8/s200/Paranoid.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Politicians hide themselves away, They only started the war, Why should they go out to fight?"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suara gitar dan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; yang tebal, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;lirik-lirik maskulinitas, &lt;i&gt;beat&lt;/i&gt; yang tegas, distorsi dalam volume tinggi, sebuah genre baru tercipta dan &lt;i&gt;rock 'n' roll &lt;/i&gt;jadi terdengar gagah (&lt;i&gt;War Pigs&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Heavy Metal&lt;/i&gt; membuka jalan bagi karakter vokal yang bertenaga (&lt;i&gt;Paranoid&lt;/i&gt;) dengan iringan gitar solo serta &lt;i&gt;sound &lt;/i&gt;drum dan bass yang padat (&lt;i&gt;Hand of Doom)&lt;/i&gt; untuk memperoleh status terhormat dalam dunia rock. Dengan mengangkat tema perang Vietnam, album ini memberikan gambaran kengeriannya melalui musik yang diramu begitu mencekam menceritakan tentang kematian massal (&lt;i&gt;Electric Funeral&lt;/i&gt;), ditambah dengan balada&lt;i&gt; creepy&lt;/i&gt; yang menghipnotis dengan sisa-sisa ramuan &lt;i&gt;psychadelic&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Planet Caravan&lt;/i&gt;) yang semakin menambah "berat" albumnya. Mereka menetapkan kesan &lt;i&gt;machismo&lt;/i&gt; sebagai poin artistik yang baru yang kemudian diikuti oleh anggukan kepala dari para &lt;i&gt;metalheads&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Iron Man&lt;/i&gt;). &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Black Sabbath pernah dituduh sebagai pengikut setan yang menyebarkan pesan-pesan sesat. Sepasang orang tua menyalahkan mereka terutama untuk lagu yang berjudul &lt;i&gt;Paranoid&lt;/i&gt;, karena anaknya bunuh diri dan disinyalir terobsesi dengan lagu tersebut. Setelah ditelaah ternyata kejadian itu adalah sebuah kesalahan interpretasi terhadap lirik lagu di dalamnya. Ozzy Ozbourne, vokalis, terdengar menyanyikan bait "&lt;i&gt;I tell you to end your life&lt;/i&gt;",&amp;nbsp; padahal sebenarnya adalah "&lt;i&gt;I tell you to enjoy life&lt;/i&gt;."&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Raw Power&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Stooges&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmM02oUgFI/AAAAAAAAAeo/UjsUQRFmgXc/s1600/iggy_pop_raw_power.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmM02oUgFI/AAAAAAAAAeo/UjsUQRFmgXc/s200/iggy_pop_raw_power.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"I am a world's forgotten boy, The one who searches and destroys."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah dokumentasi penting dari &lt;i&gt;protopunk&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;yang tidak mengindahkan etika lain selain kasar, keras, dan lebih kasar lagi (&lt;i&gt;Raw Power&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Riff&lt;/i&gt; gitar yang lugas membawa pada nyanyian manusia gua dalam nuansa &lt;i&gt;hard rock&lt;/i&gt; primitif (&lt;i&gt;Your Pretty Face is Going to Hell&lt;/i&gt;) yang di sisi lain terdengar seperti menggoda Mick Jagger untuk ikut berjoget dalam frekuensi tinggi (&lt;i&gt;Shake Appeal&lt;/i&gt;). Alunan gitar akustik serta &lt;i&gt;loop&lt;/i&gt; piano tidak menyurutkan semangat embrio punk ini untuk mengekspresikan jiwa cadasnya (&lt;i&gt;Gimme Danger&lt;/i&gt;), apalagi ketika mereka bermain dalam tempo blues yang lebih lambat dari kebiasaan mereka (&lt;i&gt;I Need Somebody&lt;/i&gt;). Berbasis pada agresifitas, memicu bom pemberontakan dalam dunia musik di mana menjadi bising adalah aturan utamanya (&lt;i&gt;Search and Destroy&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lagu &lt;i&gt;Search and Destroy &lt;/i&gt;merupakan sebuah lagu protes terhadap perang Vietnam yang idenya didapat dari sebuah artikel di majalah &lt;i&gt;Time&lt;/i&gt;. Iggy Pop, vokalis, menuliskan lirik lagu itu dalam keadaan teler dan di bawah pengaruh obat-obatan. Di tengah proses penulisan itu, Iggy sempat tidak sadarkan diri selama&amp;nbsp;beberapa jam. Lalu ketika bangun, ia langsung menyelesaikan liriknya berdasarkan "pengalaman" yang ia lihat dan alami saat berada dalam keadaan trans tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Dark Side of the Moon&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pink Floyd&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNBYdCP9I/AAAAAAAAAes/aTSNoj1UemY/s1600/Dark+Side+of+the+Moon_dark_side.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNBYdCP9I/AAAAAAAAAes/aTSNoj1UemY/s200/Dark+Side+of+the+Moon_dark_side.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"New car, caviar, four-star daydream, Think I'll buy me a football team."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah tamasya menuju eksperimen &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; dalam konsep yang mengetengahkan tema perasaan alergi terhadap kehidupan. Kontemplasi dimulai dari sudut pandang hidup yang harus disyukuri oleh manusia sebagai mahluk intelektual (&lt;i&gt;Breathe&lt;/i&gt;) kemudian menjurus kepada entitas waktu yang memperkenalkan manusia pada penyesalan (&lt;i&gt;Time&lt;/i&gt;) yang berujung ke arah kegilaan mental yang seakan lumrah terjadi (&lt;i&gt;Brain Damage&lt;/i&gt;). Dengan &lt;i&gt;tune&lt;/i&gt; yang sunyi mereka menegaskan garis batas alienasi terhadap perbedaan ideologi (&lt;i&gt;Us and Them&lt;/i&gt;) sementara dengan &lt;i&gt;chord&lt;/i&gt; progresif serta seriosa yang mengawang-awang mereka seolah memperdengarkan suara jiwa yang terbang mengangkasa (&lt;i&gt;The Great Gig in the Sky&lt;/i&gt;). Balutan jazz yang terstruktur rapi mengerucutkan segala keresahan ke dalam satu pangkal masalah yang adiktif bagi siapa saja (&lt;i&gt;Money&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Roger Waters, bassis, mendedikasikan nama &lt;i&gt;Dark Side of the Moon &lt;/i&gt;kepada Syd Barrett, personel awal Pink Floyd sebelum digantikan David Gilmour. Syd adalah seorang jenius yang eksentrik dan kompleks. Kesehatan jiwanya terganggu akibat konsumsi zat LSD dan dia meninggalkan band begitu saja tanpa kabar. Tak ada yang mengetahui ke mana dia pergi. Sempat diberitakan ia muncul beberapa saat di studio dengan menyamar. Beberapa tahun lalu ia pun meninggal dunia.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;A Night at the Opera&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Queen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNP1lRCmI/AAAAAAAAAew/60K2iNneKiw/s1600/NightAtTheOpera75.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNP1lRCmI/AAAAAAAAAew/60K2iNneKiw/s200/NightAtTheOpera75.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Is this a real life? Is this just fantasy? Caught in a landslide no escape from reality."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dengan menghadirkan gegap-gempita opera, lengkap dengan orkestrasi serta &lt;i&gt;choir &lt;/i&gt;tenor-nya, Queen secara leluasa mendorong kreatifitas mereka ke batas yang terjauh (&lt;i&gt;Bohemian Rhapsody&lt;/i&gt;). Mereka menggubah suara-suara duniawi menjadi terdengar magis dan&amp;nbsp;subtil (&lt;i&gt;'39&lt;/i&gt;), yang kemudian terdengar begitu jenaka&amp;nbsp;serta komikal (&lt;i&gt;Seaside Rendezvous&lt;/i&gt;), dan di lain kesempatan berubah menjadi berat&amp;nbsp;dalam balutan geraman dan&amp;nbsp;gebukan drum yang menderu (&lt;i&gt;I'm in Love with My Car&lt;/i&gt;). Mereka menyentuh wilayah "keintiman" perasaan dengan secara kontradiktif membawakan tema romantisme&amp;nbsp;dalam&amp;nbsp;sesi pemujaan (&lt;i&gt;You're My Best Friend&lt;/i&gt;) yang kemudian beralih&amp;nbsp;ke dalam ratapan&amp;nbsp;patah hati penuh&amp;nbsp;penghayatan (&lt;i&gt;Love of My Life&lt;/i&gt;) diiringi oleh&amp;nbsp;melodi denting piano yang mengiris dengan manisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat hendak merilis &lt;i&gt;Bohemian Rhapsody&lt;/i&gt; sebagai &lt;i&gt;single&lt;/i&gt;, petinggi label menyangsikan bahwa lagu tersebut terlalu panjang dan rumit untuk bisa diputar di radio. Band akhirnya memberikan lagu ini pada Kenny Everett, penyiar di Capitol Radio. Kenny lalu iseng memutarkan sebagian dari lagu ini sekilas. Tak disangka setelahnya banyak telepon dari pendengar yang memintanya untuk memutar lagu tersebut secara utuh. Beberapa hari kemudian para fans mengantri di toko musik dan&amp;nbsp;pulang dengan tangan hampa karena&amp;nbsp;&lt;i&gt;single&lt;/i&gt; ini belum resmi diliris sama sekali.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Rocks&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Aerosmith&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNP1lRCmI/AAAAAAAAAew/60K2iNneKiw/s1600/NightAtTheOpera75.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNdqmMXrI/AAAAAAAAAe0/wiKawYFqNb4/s1600/rocks.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNdqmMXrI/AAAAAAAAAe0/wiKawYFqNb4/s200/rocks.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"I'm baaaackkk! I'm back in the saddle again."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Album yang berhasil menangkap esensi Aerosmith di puncak &lt;i&gt;rocking moment&lt;/i&gt;- nya yang buas, keras, dan tak terkalahkan (&lt;i&gt;Back in the Saddle&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Riff-riff&lt;/i&gt; yang "bergizi" melatari cerita &lt;i&gt;armageddon&lt;/i&gt; yang seksi (&lt;i&gt;Nobody's Fault&lt;/i&gt;), kisah lugas tentang "teler" dan narkoba (&lt;i&gt;Combination&lt;/i&gt;), lalu dengan tempo cepat dan harmonisasi &lt;i&gt;crunchy&lt;/i&gt; bernyanyi dalam lagu riang yang terinspirasi dari kematian &lt;i&gt;drug dealer&lt;/i&gt; langganan band (&lt;i&gt;Rats in the Cellar&lt;/i&gt;). Permainan lirik yang kreatif serta pengaruh &lt;i&gt;blues&lt;/i&gt; yang kental (&lt;i&gt;Last Child&lt;/i&gt;) turut memberikan jiwa pada lagu-lagu di dalamnya yang mampu dengan cepat menguasai pendengarnya. Karakter suara vokal Steven Tyler yang kuat menciptakan keunikan pada gaya bernyanyinya sementara teknik gitar Joe Perry tidak henti-henti memanjakan sekaligus "mengganggu" telinga dengan tepat tanpa harus terlena untuk memainkannya secara berlebihan (&lt;i&gt;Home Tonight&lt;/i&gt;). Tanyakan saja pada Slash, James Hetfield, dan Kurt Cobain tentang betapa hebatnya album yang satu ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lagu pembuka &lt;i&gt;Back in the Saddle&lt;/i&gt; menyertakan efek suara pecut di dalamnya. Semula, mereka benar-benar menggunakan pecut di dalam studio untuk direkam. Namun setelah berjam-jam hasilnya nihil untuk mendapatkan suara yang dimaksud, yang terjadi malah para personel tersayat dan terluka terkena pecut itu. Akhirnya mereka menggunakan tali tambang sepanjang 30 kaki yang diputar-putar dan tembakan pistol angin untuk memberi kesan suara pecutan yang sempurna.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Ramones&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ramones&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNoJbm5yI/AAAAAAAAAe4/tQ515Gj9yVg/s1600/ramones.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmNoJbm5yI/AAAAAAAAAe4/tQ515Gj9yVg/s200/ramones.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Hey ho, Let's go!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah &lt;i&gt;statement&lt;/i&gt; baru dalam dunia rock dikeluarkan: musik dengan irama cepat, tanpa solo gitar, durasi di bawah 2 menit, lirik &lt;i&gt;nyeleneh&lt;/i&gt;, dan hitung sampai 4, sambutlah &lt;i&gt;punk&lt;/i&gt;! (&lt;i&gt;Blitzkrieg Bop&lt;/i&gt;). Berbasis pada semangat The Beatles era awal, Ramones menampilkan musik &lt;i&gt;rock 'n' roll&lt;/i&gt; tradisional dalam pola yang lebih agresif dan&lt;i&gt; sound&lt;/i&gt; yang lebih berat (&lt;i&gt;Beat on the Brat&lt;/i&gt;), dan mungkin juga ditambah dengan sedikit pengaruh "zat-zat" lainnya (&lt;i&gt;Now I Wanna Sniff Some Glue&lt;/i&gt;) yang mampu memberikan efek berontak yang masif dalam &lt;i&gt;pop culture&lt;/i&gt;. Di balik "kekasaran" musiknya, mereka menciptakan harmonisasi yang apik dengan suara tepuk tangan dan &lt;i&gt;backing vocal&lt;/i&gt; "seadanya" (&lt;i&gt;Judy is A Punk&lt;/i&gt;) sementara itu di sisi lain, mereka juga mampu bicara tentang perasaan cinta (&lt;i&gt;I Wanna Be Your Boyfriend&lt;/i&gt;), tentu saja dengan cara yang mereka pilih sendiri, lugas dan &lt;i&gt;to the point&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu penutup di album ini, &lt;i&gt;Today Your Love, Tomorrow The World&lt;/i&gt; merujuk pada Nazi dan organisasi Hitler Youth. Liriknya berbunyi "&lt;i&gt;I am a Nazi baby, I am a Nazi yes I am&lt;/i&gt;" dianggap terlalu ofensif oleh label dan ditolak untuk dipublikasikan. Akhirnya sebelum album dirilis, Ramones memberikan lirik pengganti yang lebih "bersahabat" walaupun secara keseluruhan&amp;nbsp;isi di lagu tersebut tetaplah sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Never Mind the Bollocks, Here's the Sex Pistols&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sex Pistols&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmN0gQbJJI/AAAAAAAAAe8/B-BQTSuRU3U/s1600/Never_Mind_the_Bollocks_Heres_the_S.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmN0gQbJJI/AAAAAAAAAe8/B-BQTSuRU3U/s200/Never_Mind_the_Bollocks_Heres_the_S.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"No future for you!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Gema punk masuk ke teritori Inggris Raya dan di dataran monarki tersebut, dia mewujud&amp;nbsp;menjadi anarki (&lt;i&gt;Anarchy in the UK&lt;/i&gt;). Album ini adalah sebuah dinamo "huru-hara" yang nakal di mana kata-kata kasar, teriakan lugas, bersatu dengan musik kencang untuk mengangkat tema-tema frontal seperti aborsi (&lt;i&gt;Bodies&lt;/i&gt;), apatisme remaja (&lt;i&gt;Pretty Vacant&lt;/i&gt;), serta&amp;nbsp;hasrat untuk menanti tembok Berlin runtuh, jauh sebelum itu semua benar-benar terjadi (&lt;i&gt;Holidays in the Sun&lt;/i&gt;). Musik mereka adalah sebuah pemberontakan yang tidak tanggung-tanggung, dipenuhi cercaan atas segala gejala dan nilai-nilai sosial yang kerap terjadi lewat perspektif yang "liar". Tidak hanya sebuah label rekaman besar yang mereka serang (&lt;i&gt;E.M.I.&lt;/i&gt;), bahkan sang ratu yang duduk manis di singgasananya pun tanpa ragu mereka&amp;nbsp;sebut fasis&amp;nbsp;(&lt;i&gt;God Save the Queen&lt;/i&gt;). Dengan semangat seperti ini maka istilah &lt;i&gt;punk is dead&lt;/i&gt; adalah salah besar!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Johnny Rotten, sang vokalis, mengaku pada media bahwa di awal karirnya saat hendak membuat album ini, Sex Pistols selalu tidak punya uang untuk membeli peralatan dan instrumen musik. Oleh karena itu ia harus mencuri alat-alat milik musisi lain seperti beberapa gitar, mikrofon, dan &lt;i&gt;amplifier&lt;/i&gt; dari Keith Richards (The Rolling Stones) dan David Bowie agar bisa melakukan proses rekaman. Ia bahkan mencuri mantel bulu milik Keith dan menjuluki dirinya sendiri sebagai &lt;i&gt;Robin Hood of Punk&lt;/i&gt;.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;London Calling&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Clash&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmN_VpRUZI/AAAAAAAAAfA/IRcjBjuiWpI/s1600/london+calling.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmN_VpRUZI/AAAAAAAAAfA/IRcjBjuiWpI/s200/london+calling.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Cause London is drowning and I, live by the river."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika punk memperoleh tendensi predikat negatif sebagai sebuah aliran musik yang "merusak" musik itu sendiri, album ini menjawab berbagai tanda tanya tentang musikalitas dan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; dalam punk (&lt;i&gt;London Calling&lt;/i&gt;). Mereka membawa pemberontakan melewati jalur intelektualitas dengan eksplorasi musik yang kelak mempengaruhi warna di era 80-an (&lt;i&gt;Clampdown&lt;/i&gt;). Variasi mereka melebar dari pop renyah (&lt;i&gt;Lost in the Supermarket&lt;/i&gt;) menuju &lt;i&gt;modern ska&lt;/i&gt; yang santai (&lt;i&gt;Rudie Can't Fail&lt;/i&gt;), lalu campuran antara &lt;i&gt;dub&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt; reggae&lt;/i&gt; yang lantang mempropagandakan pesan anti kekerasan dalam hukum (&lt;i&gt;The Guns of Brixton&lt;/i&gt;). The Clash membantu punk dalam mencari bentuknya yang baru yang kemudian turut membantu melahirkan genre-genre musik yang lain, salah satu bentuknya dilahirkan dari keberanian mereka dalam "menyelewengkan" musik dengan membuat lagu cinta yang&amp;nbsp;bisa jadi sering dinyanyikan "diam-diam" oleh para &lt;i&gt;punkers&lt;/i&gt; sambil&amp;nbsp;berjoget (&lt;i&gt;Train in Vain&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menyemangati para personel The Clash agar lebih &lt;i&gt;soulful &lt;/i&gt;dalam proses rekaman, produser Guy Stevens banyak melakukan hal-hal aneh di luar dugaan di dalam studio. Ia sering membanting bangku, tangga, berlari-larian, berteriak tak jelas, berkelahi dengan sound engineer hingga menyiram sebuah piano klasik yang sedang dimainkan oleh Joe Strummer, vokalis, dengan sekaleng bir. Pihak label terpaksa harus membayar 6000 pounds untuk kerusakan yang dibuatnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-5947360508357910540?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/5947360508357910540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_6979.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5947360508357910540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/5947360508357910540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_6979.html' title='Five Decades of Sex, Drugs, and Rock &apos;n&apos; Roll: 1970&apos;s (epic, mighty, rebellious)'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmLrHzNrSI/AAAAAAAAAeY/e3PZAhRDyko/s72-c/Led_Zeppelin_IV.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-4351805820325348239</id><published>2011-05-15T21:04:00.003+07:00</published><updated>2011-06-30T12:17:26.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tribute'/><title type='text'>Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 1980's (detached, independent, distorted)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Music can change the world because it can change people." &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Bono)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"And you have to understand, that's why top 40 radio exists. It's not there for people who seek out music and who love music."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;(Michael Stipe)&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Damaged&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Black Flag&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQWiaTkdI/AAAAAAAAAfE/9u1Yejku5Kc/s1600/damaged.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQWiaTkdI/AAAAAAAAAfE/9u1Yejku5Kc/s200/damaged.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"We are tired of your abuse, Try to stop us it's no use."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dalam perkembangannya, punk terikat oleh batas teritori untuk tumbuh dan Washington DC adalah tempat di mana musik ini berubah menjadi &lt;i&gt;hardcore&lt;/i&gt; yang kasar (&lt;i&gt;Rise Above&lt;/i&gt;). Agresifitas yang tinggi, lengkap dengan suara &lt;i&gt;beat &lt;/i&gt;tergesa-gesa sebagai pemicu gerakan &lt;i&gt;moshing&lt;/i&gt; penuh semangat (&lt;i&gt;Gimmie Gimmie Gimmie&lt;/i&gt;), serta permainan gitar yang meraung-raung dengan cepat (&lt;i&gt;Police Story&lt;/i&gt;), memberikan penegasan bahwa album ini takkan memberikan jeda sedikit pun untuk menarik napas. Terdapat getaran destruktif dalam tarikan mereka yang sedikit menyinggung&lt;i&gt; blues&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Damaged I&lt;/i&gt;), lalu kemudian bermain-main di wilayah tempo lagu dalam hentakan yang ribut (&lt;i&gt;Six Pack&lt;/i&gt;). Bagian terbaiknya adalah sisi riang yang terekspos secara maksimal di balik deru not-not yang merangsek keluar bersama amarah (&lt;i&gt;TV Party&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini sempat mengalami masalah dalam pendistribusian. Distributor Unicorn Records memutuskan bahwa album ini anti-orangtua, dan mereka menyertakan logo di &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; belakang yang berbunyi: "&lt;i&gt;As a parent, I found it an anti-parent record&lt;/i&gt;." Black Flag kemudian memutuskan untuk mendistribusikan secara &lt;i&gt;indie&lt;/i&gt; lewat bantuan label rekamannya SST. Namun akibatnya mereka harus terlibat kasus perdata dengan Unicorn selama dua tahun dengan tuduhan pelanggaran kontrak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Psychocandy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Jesus and Mary Chain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQjdDrNuI/AAAAAAAAAfI/Ftft_xQKwaE/s1600/psycho.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQjdDrNuI/AAAAAAAAAfI/Ftft_xQKwaE/s200/psycho.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"But you break me in two, And you throw me away, And you spit on my head, You trip me up."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Menyatukan nilai-nilai tradisi serta mitologi rock 'n' roll dengan kebisingan berlapis-lapis, melahirkan sebuah visi mengenai arah musik alternatif di masa mendatang (&lt;i&gt;Never Understand&lt;/i&gt;). Distorsi yang berantakan, seperti dimaksudkan untuk memekakkan telinga (&lt;i&gt;The Living End&lt;/i&gt;), berpadu dengan lengkingan gitar dalam desibel tinggi (&lt;i&gt;You Trip Me Up&lt;/i&gt;), hadir sebagai sebuah pertanyaan tentang adakah yang lebih berisik dari ini semua (&lt;i&gt;Taste the Floor&lt;/i&gt;)? Kedalaman musikalitas mereka tersaji dalam kontras antara &lt;i&gt;angelic voice&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;raw guitar&lt;/i&gt; yang manis (&lt;i&gt;Something's Wrong&lt;/i&gt;). Lagu cinta yang diiringi ketukan degup jantung yang intens lalu bertemu karakter suara yang berat mempersembahkan pujian luhur terhadap perasaan tersebut sambil tetap memperagakan ketidak-acuhan yang dingin khas &lt;i&gt;rockstar&lt;/i&gt; kasmaran (&lt;i&gt;Just Like Honey&lt;/i&gt;). &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kali band bermain dalam konser di North London Polytechnic. Penonton harus menunggu mereka untuk tampil selama lebih dari satu jam. Ketika akhirnya band muncul, mereka hanya bermain sekitar 20 menit. Penonton tidak puas dan mulai rusuh, melempari anggota band yang sembunyi di belakang tirai panggung dengan botol kosong lalu merusak peralatan dan instrumen di atas panggung. Jim Reid, vokalis, beralasan bahwa seluruh lagu yang mereka&amp;nbsp; punya saat itu hanya bisa dimainkan dalam durasi 20 menit saja.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Master of Puppets&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Metallica&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQvY5sS7I/AAAAAAAAAfM/dXM19q9_kpg/s1600/Master_Of_Puppets-Frontal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQvY5sS7I/AAAAAAAAAfM/dXM19q9_kpg/s200/Master_Of_Puppets-Frontal.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Taste me you will see, More is all you need, You're dedicated to, How I'm killing you."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tak ada alasan untuk menghentikkan distorsi di album ini, dengan bekal musik &lt;i&gt;trash&lt;/i&gt; yang diusung, dengan geraman &lt;i&gt;machismo&lt;/i&gt;, gebukan drum rusuh, permainan gitar yang melebihi speedometer, mereka mengklaim diri sebagai energi baru (&lt;i&gt;Battery&lt;/i&gt;). Dalam kaitannya dengan pengkultusan di dalam dunia metal, mereka adalah monster yang mencetus &lt;i&gt;headbanging&lt;/i&gt; massal (&lt;i&gt;Master of Puppets&lt;/i&gt;) sekaligus raksasa yang mengerang dalam durasi yang panjang tanpa lelah (&lt;i&gt;Disposable Heroes&lt;/i&gt;) yang anti mengekspresikan perasaan cinta terhadap apapun. Sarat akan tragedi yang disampaikan oleh empat "binatang buas" sehingga terdengar seperti auman teritoris terhadap karakter musik &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; era 80-an (&lt;i&gt;Leper Messiah&lt;/i&gt;) hingga&amp;nbsp;mereka berani menantang dunia musik dengan menyertakan dua solo gitar dan solo drum sekaligus dalam satu lagu (&lt;i&gt;Welcome Home {Sanitarium}&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan album ini harus dibayar mahal oleh Metallica. Saat sedang melakukan rangkaian &lt;i&gt;promo tour&lt;/i&gt; di Eropa, bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan terbalik di sebuah kota di Swedia. Basis mereka, Cliff Burton, terhempas keluar jendela dan meninggal seketika&lt;b&gt; &lt;/b&gt;setelah sebelumnya ia memenangkan taruhan dengan gitaris Kirk Hammet untuk menempati bagian tempat tidur (&lt;i&gt;bunk&lt;/i&gt;) di dalam bus. Penyebab kecelakaan diduga karena kelengahan sopir bus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Murmur&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;R.E.M.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQ6J80FzI/AAAAAAAAAfQ/OWvDRA5h2hc/s1600/murmur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQ6J80FzI/AAAAAAAAAfQ/OWvDRA5h2hc/s200/murmur.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"Calling all in transit, Calling all in transit, Radio free Europe."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Debut brilian dari gerakan &lt;i&gt;college rock&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;yang menerobos masuk dunia &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; dengan sound unik, lirik-lirik abstrak, serta karakter gitar &lt;i&gt;jangly&lt;/i&gt; yang tidak datang dari masa lalu, masa kini, ataupun masa mendatang (&lt;i&gt;Moral Kiosk&lt;/i&gt;). Karya mereka tidak biasa, disertai dengan gaya bernyanyi yang samar dan lembut (&lt;i&gt;Talk About the Passion&lt;/i&gt;) lalu menjadi semacam &lt;i&gt;breakthrough&lt;/i&gt; di tengah hingar-bingar rock 'n' roll yang memberikan visi baru mengenai musik alternatif. Album ini menegaskan pentingnya &lt;i&gt;feel&lt;/i&gt; sebagai unsur utama emosional lagu sehingga hasilnya adalah karya &lt;i style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;new wave&lt;/i&gt; yang multitafsir (&lt;i&gt;Perfect Circle&lt;/i&gt;). Ada suasana jalan-jalan sore cerah yang riang (&lt;i&gt;We Walk&lt;/i&gt;), hari-hari sekolah, atau sebuah penebusan dosa yang ringan (&lt;i&gt;Shaking Through&lt;/i&gt;). Konsep mereka mengenai musik menjadi berhasil saat orang-orang berdansa di bawah iringan lagu yang syairnya dimaksudkan untuk tidak dimengerti oleh siapapun (&lt;i&gt;Radio Free Europe&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara unik dan khas yang dihasilkan dari musik R.E.M. di dalam album tercipta karena ketidakpuasan band dengan produser sebelumnya, Stephen Hague. Saat rekaman, Hague lebih menekankan pada aspek teknis dalam bermusik yang membuat band terbebani. Mereka meminta label untuk mencari produser baru dan disetujui. Pengalaman dengan Hague membuat band bekerja dengan sikap menolak apapun yang berbau klise dan teknis seperti band-band rock&lt;i&gt; major label&lt;/i&gt; dengan penggunaan gitar solo atau alat &lt;i&gt;synthesizer&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;The Queen is Dead&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Smiths&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmREw22nxI/AAAAAAAAAfU/lFARgG3bCmw/s1600/queen+is+dead.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmREw22nxI/AAAAAAAAAfU/lFARgG3bCmw/s200/queen+is+dead.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Take me out tonight, Where there's music and there's people and they're young and alive."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Lewat kendaraan &lt;i&gt;indie &lt;/i&gt;yang sedang masif berkembang di era 80-an, The Smiths meredefinisi musik rock lewat suara alunan gitar yang "bersih" serta gaya bernyanyi yang berayun-ayun (&lt;i&gt;The&amp;nbsp;Boy with the Thorn in His Side&lt;/i&gt;). Tanpa disertai distorsi yang berat, musik mereka merambah suasana baru yang memadukan kejenuhan dengan keriangan yamg melatari melodinya (&lt;i&gt;Some Girls are Bigger Than Others&lt;/i&gt;) sehingga kesan &lt;i&gt;dark&lt;/i&gt; dari lagu dapat dengan diam-diam membawa emosi yang menyejukkan (&lt;i&gt;Cemetry Gates&lt;/i&gt;). Suasana "kelam" ala The Smiths ini meluas ke sisinya yang begitu manis (&lt;i&gt;There is A Light That Never Goes Out&lt;/i&gt;), lalu kemudian juga menjadi begitu sarkartis (&lt;i&gt;Bigmouth Strikes Again&lt;/i&gt;), walau mereka tetap tidak mampu menahan sisi humorisnya untuk keluar (&lt;i&gt;Frankly Mr. Shankly&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam kredit album tertulis bahwa pengisi &lt;i&gt;backing vocal&lt;/i&gt; adalah Ann Coates. Beberapa lagu di&amp;nbsp;album ini&amp;nbsp;memang menggunakan jasa suaranya untuk mengisi bagian&amp;nbsp;vokal yang tinggi. Faktanya Ann Coates adalah tokoh fiktif karena dia tidak lain adalah suara Morrisey, vokalis, yang direkam dengan alat bernama &lt;i&gt;harmoniser&lt;/i&gt; yang bisa menaikkan nada suaranya menjadi lebih tinggi dari biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;The Joshua Tree&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;U2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmROoJG6QI/AAAAAAAAAfY/qolVLkGrc3w/s1600/the-joshua-tree---u2-7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmROoJG6QI/AAAAAAAAAfY/qolVLkGrc3w/s200/the-joshua-tree---u2-7.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Where the streets have no name, We're still building and burning down love."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Inilah sebuah &lt;i&gt;magnum opus&lt;/i&gt; yang melejitkan nama U2 beserta musikalitasnya dalam mengembangkan esensi pop ke jalur rock dengan menjaga keseimbangan di antara keduanya&amp;nbsp;dalam harmonisasi &amp;nbsp;irama&amp;nbsp;(&lt;i&gt;I Still Haven't Found What I'm Looking For&lt;/i&gt;). Mereka memperkenalkan inovasi &lt;i&gt;sound &lt;/i&gt;lewat &lt;i&gt;hook&lt;/i&gt; lagu yang dibangun oleh teknik &lt;i&gt;delay&lt;/i&gt; gitar yang meretas imajinasi (&lt;i&gt;Where the Streets Have No Name&lt;/i&gt;) sambil merentangkan genre ke ranah &lt;i&gt;folk&lt;/i&gt; yang dibentengi kesunyian serta &lt;i&gt;echo&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Running to Stand Still&lt;/i&gt;). Album ini lahir dari sebuah pencarian tentang makna kehidupan serta peradaban (&lt;i&gt;In God's Country&lt;/i&gt;) yang memunculkan kesan tentang hasrat, rasa kerinduan, kehilangan (&lt;i&gt;One Tree Hill&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; sampai ketika mereka membaurkan semua perasaan tersebut&amp;nbsp;dalam penghayatan yang sentimentil (&lt;i&gt;With or Without You&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video klip single &lt;i&gt;Where The Streets Have No Name&lt;/i&gt; dilakukan di atap sebuah gedung toko minuman di Los Angeles. Mereka memainkan lagu tersebut secara langsung dan mengundang banyak penonton yang berkumpul di bawah gedung. Tentu saja hal ini menyebabkan kehebohan dan kemacetan lalu-lintas. Polisi setempat lalu menyuruh mereka untuk segera turun dan di akhir video, polisi akhirnya menghambur di atap gedung memaksa mereka untuk berhenti syuting. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Appetite for Destruction&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Guns N Roses&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmROoJG6QI/AAAAAAAAAfY/qolVLkGrc3w/s1600/the-joshua-tree---u2-7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRZwvIN-I/AAAAAAAAAfc/80lkQQjo-3k/s1600/appetite-for-destruction.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRZwvIN-I/AAAAAAAAAfc/80lkQQjo-3k/s200/appetite-for-destruction.jpg" width="198px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"You know where you are? You're in a jungle baby, You're gonna die!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di sinilah &lt;i&gt;glam rock&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;hair metal&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;norak&lt;/i&gt; bercampur dengan &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt; bermusik yang berbahaya serta lengkingan peringatan untuk kelahiran kedua embrio keliaran rock 'n' roll (&lt;i&gt;Welcome to the Jungle&lt;/i&gt;). Karya mereka adalah tentang merayakan alkohol (&lt;i&gt;Nightrain&lt;/i&gt;), hidup bebas (&lt;i&gt;It's So Easy&lt;/i&gt;), lalu &lt;i&gt;tribute&lt;/i&gt; terhadap sosok perempuan &lt;i&gt;broken home &lt;/i&gt;pecandu narkoba (&lt;i&gt;My Michelle&lt;/i&gt;). Namun kegilaan mereka tidak begitu saja mendominasi segala aspek dari kreasi artistik yang tercipta, lewat cara yang membius mereka melukiskan keindahan dalam &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; serta melodi yang garang (&lt;i&gt;Paradise City&lt;/i&gt;). Dan ingat, kita tak akan mampu membenci Axl Rose dengan segala omong kosong atau perilaku minusnya setelah lagu ciptaannya mengenai masa kecil selalu bisa menggugah hati siapa saja (&lt;i&gt;Sweet Child O' Mine&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keadaan melarat dan teler akibat obat-obatan mereka sempat melampiaskan kekesalan karena album yang tidak rampung-rampung pada rumah sewaan milik sutradara kawakan, Cecil&amp;nbsp; B. DeMille. Saat manajer Arnold Stiefel menengok rumah tersebut, ia terhenyak melihat jamban yang dilempar keluar jendela, kotoran manusia di wastafel, bau kencing, lalu sisa-sisa &lt;i&gt;burger&lt;/i&gt; yang berlumut. Nilai kerugian yang disebabkan mereka mencapai US$22.000 dan Stiefel pun lalu melepas mereka sebagai klien untuk selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Surfer Rosa&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pixies&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRltFJykI/AAAAAAAAAfg/qyZhh1hEhRk/s1600/Surfer+rosa-1988.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRltFJykI/AAAAAAAAAfg/qyZhh1hEhRk/s200/Surfer+rosa-1988.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Bloody your hands on a cactus tree, Wipe it on your dress and send it to me."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Inspirasi otentik dari &lt;i&gt;grunge&lt;/i&gt;, dengan &lt;i&gt;anti-fashion&lt;/i&gt; &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt;, tanpa &lt;i&gt;statement&lt;/i&gt; yang jelas mengenai genre, hanya struktur &lt;i&gt;loud-quite-loud&lt;/i&gt; yang inovatif dan fundamental bagi musik yang muncul setelahnya (&lt;i&gt;Bone Machine&lt;/i&gt;). Saat musik rock identik dengan imej &lt;i&gt;hero&lt;/i&gt;, mereka tidak malu menunjukkan kekonyolan (&lt;i&gt;Broken Face&lt;/i&gt;) dalam cara mereka membawakan lagu (&lt;i&gt;River Euphrates&lt;/i&gt;) atau ketika dengan &lt;i&gt;sound noir&lt;/i&gt; yang serius mereka bernyanyi tentang &lt;i&gt;scuba diving&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Where is My Mind?&lt;/i&gt;). Gebukan drum yang &lt;i&gt;heavy&lt;/i&gt; melatari suara gitar yang mengendap-endap memperlihatkan "&lt;i&gt;keculunan&lt;/i&gt;" mereka dalam bermusik patut diberi respek (&lt;i&gt;Cactus&lt;/i&gt;). Pada dasarnya, mereka tidak terlepas dari punk, walau eksplorasi liriknya lebih bebas seperti ketika mereka membahas&lt;i&gt; oral sex &lt;/i&gt;yang&amp;nbsp; berselimutkan lagu cinta &lt;i&gt;happy-go-lucky&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Gigantic&lt;/i&gt;). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khusus untuk merekam suara Kim Deal, bassis, terutama untuk &lt;i&gt;part backing vocal,&lt;/i&gt; proses rekaman dilakukan di dalam ruangan kamar mandi. Menurut produser Steve Albini, ini dilakukan semata-mata untuk memperoleh efek suara &lt;i&gt;echo&lt;/i&gt; yang alami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suara Kim yang direkam di dalam studio adalah saat dia menceritakan tentang guru sekolahnya pada bagian &lt;i&gt;intro&lt;/i&gt; lagu &lt;i&gt;I'm Amazed&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Daydream Nation&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sonic Youth&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRwmJIdPI/AAAAAAAAAfk/patBehXnu4k/s1600/syouthdaydream.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmRwmJIdPI/AAAAAAAAAfk/patBehXnu4k/s200/syouthdaydream.jpg" width="198px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"He acts the hero, We paint a zero, On his hand."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Musik rock&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; yang dipenuhi balada &lt;i&gt;cengeng&lt;/i&gt; tersingkir secara tidak terhormat oleh lengkingan gitar &lt;i&gt;chaotic&lt;/i&gt; yang mengerang dalam &lt;i&gt;noise rock&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Silver Rocket&lt;/i&gt;). Dengan etos &lt;i&gt;Do-It-Yourself &lt;/i&gt;yang mereka usung bersama nilai &lt;i&gt;hardcore&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;heavy metal &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;'Cross the Breeze&lt;/i&gt;), mereka menjadi pionir penting dari &lt;i&gt;indie movement&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;alternative rock&lt;/i&gt;. Banyak menggunakan variasi&lt;i&gt; tuning&lt;/i&gt; gitar yang tidak biasa (&lt;i&gt;Hey Joni&lt;/i&gt;) ditambah dengan suara gaduh yang lahir dari gesekan berbagai benda di atas senar gitar (&lt;i&gt;Total Trash&lt;/i&gt;) menjadikan musik mereka unik dan tidak lekang oleh zaman. Terdapat musikalisasi orasi yang dibalut &lt;i&gt;kocokan&lt;/i&gt; gitar &lt;i&gt;protopunk&lt;/i&gt; menjadi melodi pengantar yang nyaring (&lt;i&gt;The Sprawl&lt;/i&gt;). Setiap lagu adalah &lt;i&gt;guitar song &lt;/i&gt;yang cerewet dengan berbagai komposisi, dari yang "mengganggu" sampai ke yang &lt;i&gt;anthemic&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Teen Age Riot&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times;"&gt;Inspirasi lirik di beberapa lagu di dalam album berasal dari beberapa karya sastra. Bait awal lagu &lt;i&gt;The Sprawl&lt;/i&gt; diangkat dari novel &lt;i&gt;The Stars at Noon&lt;/i&gt; karya Daniel Johnson. Lagu &lt;i&gt;Rain King&lt;/i&gt; diilhami dari judul novel&amp;nbsp;&lt;i&gt;Henderson the Rain King&lt;/i&gt; karya Saul Bellow. Sementara lagu &lt;i&gt;Eric's Trip&lt;/i&gt;, dan di beberapa bagian dari &lt;i&gt;The Sprawl&lt;/i&gt;, mengandung nuansa dari karya-karya novel &lt;i&gt;science fiction&lt;/i&gt; William Gibson.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;The Stone Roses&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Stone Roses&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmR7HsXXoI/AAAAAAAAAfo/m1ryp9vzSXs/s1600/StoneRosesdebut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmR7HsXXoI/AAAAAAAAAfo/m1ryp9vzSXs/s200/StoneRosesdebut.jpg" width="198px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"I am the resurrection and I am the light, I couldn't ever bring myself to hate you as I'd like."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Semangat &lt;i&gt;psychedelic&lt;/i&gt; dibangkitkan kembali dengan mengasimilasi musik &lt;i&gt;dance&lt;/i&gt; dan rock alternatif (&lt;i&gt;I Wanna Be Adored&lt;/i&gt;). Di bawah&amp;nbsp;bendera &lt;i&gt;madchester&lt;/i&gt;, sebuah &lt;i&gt;scene&lt;/i&gt; terbentuk dengan iringan &lt;i&gt;anthem&lt;/i&gt; yang menegaskan kembali era &lt;i&gt;summer of love&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Waterfall&lt;/i&gt;). Suara vokal yang mengawang-awang dipersatukan dengan permainan gitar yang dinamis menghasilkan harmoni yang terbilang elok (&lt;i&gt;Made of Stone&lt;/i&gt;) yang senada dengan tema cinta yang diusung (&lt;i&gt;She Bangs the Drum&lt;/i&gt;). Mereka mencomot inspirasi dari era 60-an lalu dengan&amp;nbsp;tepat memperkenalkannya kembali kepada generasi &lt;i&gt;postmodern&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;This is the One&lt;/i&gt;) dan&amp;nbsp;di masa ketika musik &lt;i&gt;electronic&lt;/i&gt; merajai &lt;i&gt;chart&lt;/i&gt; dimana-mana, maka tak heran bila&amp;nbsp;album ini mewakilli&amp;nbsp;dunia rock 'n' roll&amp;nbsp;sebagai&amp;nbsp;kebangkitan baru&amp;nbsp;(&lt;i&gt;I am the&amp;nbsp;Resurrection&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Artwork&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; album ini dirancang sendiri oleh John Squire, gitaris, yang terinspirasi langsung oleh lukisan pelukis Jackson Pollock tentang sebuah kerusuhan di Paris pada 1968. Ia menambahkan gambar tiga buah lemon setelah mendengar cerita Ian Brown, vokalis, saat sedang berada di Prancis dirinya bertemu dengan orang yang pernah terlibat dalam kerusuhan itu. Orang tersebut memberitahu bahwa saat itu lemon&amp;nbsp; digunakan sebagai penawar untuk gas air mata.&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-4351805820325348239?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/4351805820325348239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_3388.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4351805820325348239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/4351805820325348239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_3388.html' title='Five Decades of Sex, Drugs, and Rock &apos;n&apos; Roll: 1980&apos;s (detached, independent, distorted)'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmQWiaTkdI/AAAAAAAAAfE/9u1Yejku5Kc/s72-c/damaged.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-1201175177337569872</id><published>2011-05-15T21:01:00.004+07:00</published><updated>2011-08-20T20:33:00.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tribute'/><title type='text'>Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 1990's (grungy, varied, innovative)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"If it's illegal to rock 'n' roll, throw my ass in jail!"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Kurt Cobain)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"I think the most important thing about music is the sense of escape."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Thom Yorke)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Blood Sugar Sex Magik&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Red Hot Chili Peppers&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSMZjDjaI/AAAAAAAAAfs/GXA4lWDTfj0/s1600/blood-sugar-sex-magik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSMZjDjaI/AAAAAAAAAfs/GXA4lWDTfj0/s200/blood-sugar-sex-magik.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Your mouth was made to suck my kiss!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Didukung oleh kolaborasi permainan gitar yang terinspirasi punk dengan suara bas dan drum yang &lt;i&gt;jazzy&lt;/i&gt;, suara vokal Anthony Kiedis mencapai titik terbaiknya di album ini lewat perpaduan teknik &lt;i&gt;rapping&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;rhyming&lt;/i&gt;, dan improvisasi &lt;i&gt;hard rock&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Suck My Kiss&lt;/i&gt;). Mereka mengadopsi gaya &lt;i&gt;funk&lt;/i&gt; yang begitu kental (&lt;i&gt;The Power of Equality&lt;/i&gt;) untuk kemudian dipadu-padankan dengan &lt;i&gt;ambience&lt;/i&gt; 80-an yang &lt;i&gt;groovy&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;If You Have to Ask&lt;/i&gt;). Saat memainkan lagu dengan tempo yang cepat, mereka mengarahkannya pada semangat &lt;i&gt;nyeleneh &lt;/i&gt;dalam kualitas musik yang dibawakannya (&lt;i&gt;Give It Away&lt;/i&gt;), sementara itu mereka juga memainkan lagu balada dalam balutan &lt;i&gt;flute&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mellotron&lt;/i&gt; untuk membuatnya terdengar "kharismatik" (&lt;i&gt;Breaking the Girl&lt;/i&gt;). Album ini menjadi lengkap dengan ekspresi kesendirian dan kesedihan yang sukses dibekukan menjadi karya lagu yang juga adalah komponen penting bagi pergerakan musik alternatif 90-an (&lt;i&gt;Under the Bridge&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini direkam di sebuah &lt;i&gt;mansion&lt;/i&gt; yang dulu pernah ditinggali oleh Harry Houdini. Tiap personel mengaku bahwa tempat tersebut berhantu dan kerap merasakan sesuatu. Chad Smith, &lt;i&gt;drummer,&lt;/i&gt; menolak untuk menginap di tempat tersebut sedangkan John Frusciante, gitaris, berpendapat bahwa hantu di sana bersahabat. Salah satu foto yang mereka ambil di sana memperlihatkan sebuah noda berwarna putih yang dianggap sebagai sebuah penampakan. Foto itu akhirnya dilampirkan di &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; belakang album.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Ten&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSisFDLDI/AAAAAAAAAfw/fbeqap9F348/s1600/Ten.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSisFDLDI/AAAAAAAAAfw/fbeqap9F348/s200/Ten.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Once upon a time I could control myself, Once upon a time I could lose myself."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dibuka dengan sebuah gertakan tentang kegilaan jalan pikiran manusia (&lt;i&gt;Once&lt;/i&gt;) lalu merembet ke teriakan &lt;i&gt;macho&lt;/i&gt; tentang kompensasi patah hati (&lt;i&gt;Porch&lt;/i&gt;), Pearl Jam merekonstruksi nuansa musik rock ke dalam jalur puitisasi mengenai rasa frustasi. Diimbangi oleh permainan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; gitar yang menohok serta vokal khas &lt;i&gt;kumur-kumur&lt;/i&gt;, mereka menyodorkan lirik-lirik yang menyibak kisah tragedi dari peradaban modern seperti hidup menggelandang (&lt;i&gt;Even Flow&lt;/i&gt;) serta endapan kekesalan dalam keseharian kehidupan remaja terasing (&lt;i&gt;Jeremy&lt;/i&gt;). Inilah&lt;i&gt; man-feminism&lt;/i&gt; yang dengan caranya sendiri tidak sungkan mengunjukkan jati dirinya sebagai Romeo yang sedang terluka (&lt;i&gt;Black&lt;/i&gt;), sementara di sisi lain mampu menanggapi ironi pribadi dengan gema &lt;i&gt;yel-yel&lt;/i&gt; yang membahana (&lt;i&gt;Alive&lt;/i&gt;). Dan dari sini dekade baru musik rock mengidentifikasikan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya, sebagian besar materi di album ini adalah sebuah demo tanpa vokal yang dikerjakan oleh personel Pearl Jam. Sampai akhirnya demo tersebut sampai ke tangan Eddie Vedder yang kala itu bekerja di pom bensin. Tanpa sepengetahuan anggota band, Eddie iseng menulis lirik untuk lagu demo itu dan menyanyikannya sendiri lalu dikirimkan kembali. Hal ini menarik perhatin personel yang lain sehingga mereka merekrut Eddie sebagai vokalis dan memintanya untuk menulis lirik untuk kesebelas lagu yang ada di dalam album &lt;i&gt;Ten&lt;/i&gt;.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Nevermind&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Nirvana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSsH7pS5I/AAAAAAAAAf0/ezjIIt12Xqk/s1600/Nevermind.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSsH7pS5I/AAAAAAAAAf0/ezjIIt12Xqk/s200/Nevermind.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Here we are now, Entertain us!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Lahir di tengah sebuah generasi yang membutuhkan pelampiasan terhadap rasa resah, Nirvana mengemas emosi tersebut ke dalam "kekasaran" yang artistik yang mewakili setiap suara kemarahan anak muda kala itu (&lt;i&gt;Smells Like Teen Spirit&lt;/i&gt;). Dengan mengawinkan etika &lt;i&gt;punk&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;metal&lt;/i&gt;, musik mereka menjelma menjadi erangan keras yang &lt;i&gt;strike-to-the-point&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Breed&lt;/i&gt;) ditambah dengan iringan senandung ambigu yang menggema dari refleksi kebingungan jiwa yang memberontak (&lt;i&gt;Lithium&lt;/i&gt;) sehingga menghasilkan gema sarkastis terhadap kehidupan sosial (&lt;i&gt;In Bloom&lt;/i&gt;). Mereka menerkamnya secara personal dengan pernyataan tentang menjadi otentik (&lt;i&gt;Come As You Are&lt;/i&gt;), melepaskan diri dari segala prasangka. Album ini adalah &lt;i&gt;grunge &lt;/i&gt;dalam karakternya yang tegas tentang rasa sakit, sehingga walau tanpa distorsi, kesenduannya tetap hidup (&lt;i&gt;Polly&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat sedamg merekam lagu &lt;i&gt;Lithium&lt;/i&gt;, Kurt Cobain sempat kesal dan frustasi karena tak kunjung menemukan &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; gitar yang ia inginkan. Ia pun lalu melampiaskan perasaannya dengan berteriak, memaki, dan membanting gitarnya di dalam studio. Produser Butch Vig merekam kejadian tersebut lalu menggubahnya dengan judul &lt;i&gt;Endless Nameless&lt;/i&gt; dan memasukannya ke dalam album sebagai &lt;i&gt;bonus track&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Loveless&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;My Bloody Valentine&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmS4kgjXoI/AAAAAAAAAf4/U1RqNBOykzY/s1600/Loveless.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmS4kgjXoI/AAAAAAAAAf4/U1RqNBOykzY/s200/Loveless.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"You can't hide, oh no, from the way I feel."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dilapisi oleh&lt;i&gt; layer-layer&lt;/i&gt; efek gitar, sampel drum, serta vokal mengawang-awang, musik &lt;i&gt;shoegaze&lt;/i&gt; memperkenalkan dirinya dengan &lt;i&gt;gimmick&lt;/i&gt; yang dingin dan magnetis (&lt;i&gt;Soon&lt;/i&gt;). Album ini merupakan sebuah eksistensi perasaan &lt;i&gt;moody&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;gloomy&lt;/i&gt; yang gelap (&lt;i&gt;Only Shallow&lt;/i&gt;) yang terjalin dengan atmosfer &lt;i&gt;trippy&lt;/i&gt; pengaruh semacam &lt;i&gt;sexy drugs&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;To Here Knows When&lt;/i&gt;). Semuanya adalah tentang inovasi dan eksperimen &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; yang mencoba untuk jauh lebih puitis dibandingkan dengan lirik-lirik yang ditulis (&lt;i&gt;I Only Said&lt;/i&gt;) dengan menampilkan vokal &lt;i&gt;echoing&lt;/i&gt; yang terendam begitu dalam. Kompleksitas dalam melodi pop-nya melahirkan "ilusi" simfoni magis yang jernih (&lt;i&gt;Blown A Wish&lt;/i&gt;) dan karya balada yang dibangun dalam fondasi gitar elektrik yang pekat (&lt;i&gt;Sometimes&lt;/i&gt;) berhasil mencairkan rasa frustasi secara perlahan. Tidak ada &lt;i&gt;follow-up&lt;/i&gt; dari album ini, karena pencapaian tertinggi telah diraih.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan antara band dan labelnya, Creation Records, mengalami kemunduran seiring berlangsungnya proses rekaman. Kevin Shields, &lt;i&gt;frontman&lt;/i&gt;, mengatakan bahwa awalnya label merasa album ini dapat direkam hanya dalam waktu 5 hari. Namun, Shields adalah seorang yang perfeksionis dan kompleks. Dia mengganti banyak produser dan menggubah lagu dengan banyak eksperimen dan instrumen. Album ini rampung dalam 2 tahun dan membuat Creation hampir bangkrut (walau Shields berpendapat itu adalah hal yang terlalu dilebih-lebihkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Rage Against the Machine&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rage Against the Machine&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTHe5014I/AAAAAAAAAf8/ZDJ7Jju3ykU/s1600/ratm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTHe5014I/AAAAAAAAAf8/ZDJ7Jju3ykU/s200/ratm.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Some of those that wear forces, Are the same that burn crosses." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mengadaptasi nilai-nilai pemberontakan punk, album ini memunculkan kembali&amp;nbsp;semangat perlawanan&lt;i&gt; anti-establishment &lt;/i&gt;ke dalam budaya pop. Tersaji lewat gaya &lt;i&gt;rap old school&lt;/i&gt; yang dikawinkan dengan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; mumpuni dalam mengolah efek gitar, mereka tidak hanya melakukan protes lantang terhadap otoritas (&lt;i&gt;Bombtrack&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;atau pengaruh sosial dari media (&lt;i&gt;Bullet in the &lt;/i&gt;Head) tetapi juga merayakan gerakan pemberontakan yang terjadi di mana saja (&lt;i&gt;Freedom&lt;/i&gt;). Sasaran utama mereka adalah sistem, terutama pemerintahan Amerika, dengan mempertanyakan makna kebebasan dalam masyarakat (&lt;i&gt;Know Your Enemy&lt;/i&gt;) ketika rasisme modern telah begitu mengental di dalam jalan pikiran kebanyakan manusia, dan mereka menyerang balik&amp;nbsp;itu semua&amp;nbsp;dengan "&lt;i&gt;Fuck you, I won't do what you tell me&lt;/i&gt;!" (&lt;i&gt;Killing in the Name&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Riff&lt;/i&gt; lagu &lt;i&gt;Killing in the Name&lt;/i&gt; tercipta secara tidak sengaja ketika Tom Morello, gitaris,&amp;nbsp;sedang mengajar seorang murid tentang &lt;i&gt;chord&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tuning&lt;/i&gt; gitar. Saat sedang memainkannya, ia langsung memberhentikan pelajaran dan merekam &lt;i&gt;riff &lt;/i&gt;tersebut. Esoknya,&amp;nbsp;sebuah lagu akhirnya&amp;nbsp;dibuat di studio lewat kolaborasi semua personel Rage Against the Machine. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Dookie&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Green Day&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTZGNR36I/AAAAAAAAAgA/N9SQ62O2SE0/s1600/Dookie.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTZGNR36I/AAAAAAAAAgA/N9SQ62O2SE0/s200/Dookie.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Am I just paranoid, Or I'm just stoned?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebut ini sebagai punk atau bukan sama sekali, tapi yang jelas mereka berhasil membungkam debat tak berujung itu dengan musik yang merepresentasikan karakter "nakal" &lt;i&gt;generation X&lt;/i&gt;, sebuah generasi yang menyesaki era 90-an. Dari mulai sikap mengeluh (&lt;i&gt;Basket Case&lt;/i&gt;), pelampiasan kebosanan dengan cara bermasturbasi (&lt;i&gt;Longview&lt;/i&gt;), sampai minggat dari rumah orang tua (&lt;i&gt;Welcome to Paradise&lt;/i&gt;). Green Day tampil dengan sangat sederhana dari segi lirik dan musik di mana mereka tidak berusaha untuk menjadi puitis atau bermetafora, namun terus terang dalam menentukan sikap apatis terhadap tanggung jawab sosial (&lt;i&gt;Burnout&lt;/i&gt;) dan simpatik terhadap keresahan yang ditimbulkan oleh tekanan sosial (&lt;i&gt;She&lt;/i&gt;). Walau dipenuhi oleh keluhan, terutama dari penggunaan kata &lt;i&gt;whine&lt;/i&gt; yang berulang-ulang, tapi mereka dengan apik menyampaikan pesan tentang kesetiakawanan&amp;nbsp;diiringi distorsi yang melodius (&lt;i&gt;When I Come Around&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini merupakan awal kerjasama Green Day dengan &lt;i&gt;major label&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Warner Music. Hal ini dianggap bertentangan dengan etika Punk oleh banyak kalangan yang mulai menghakimi Green Day dengan stempel &lt;i&gt;sold-out&lt;/i&gt;. Mereka terang-terangan ditolak dan dimusuhi oleh komunitas Punk di Berkeley, kampung halaman mereka dan tempat mereka mengawali karier. Bahkan personelnya sempat diancam akan dibunuh oleh sejumlah oknum tak dikenal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Superunknown&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Soundgarden&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTyg1MJUI/AAAAAAAAAgE/k_iU3q77jI0/s1600/superunknown.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmTyg1MJUI/AAAAAAAAAgE/k_iU3q77jI0/s200/superunknown.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"First it steals your mind and then it steals your soul."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Grunge membuas dalam pengaruh Black Sabbath dan pita suara yang "dipaksa" untuk bergetar hebat demi harmonisasi serta improvisasi Seattle &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; ke arah legendaris (&lt;i&gt;Spoonman&lt;/i&gt;). Dengan musik yang terkesan lebih berat dari album grunge lainnya, mereka merombak struktur lagu dalam memainkan musik keras (&lt;i&gt;My Wave&lt;/i&gt;), membawanya ke titik nada-nada tinggi berlapis geraman dan distorsi (&lt;i&gt;The Day I Tried to Live&lt;/i&gt;) yang tidak disangka di satu sisi dapat pula menyentuh hawa perenungan yang sifatnya naratif (&lt;i&gt;Fell on Black Days&lt;/i&gt;). Dirilis di masa ketika musik grunge mendekati masa kritis, dan pada akhirnya memudar, album ini seakan menjadi penutup yang gemilang bagi era tersebut karena sebuah mars grunge mereka ciptakan untuk dinyanyikan secara massal bagi siapapun yang merasa terdefinisi oleh kemeja flanel dan &lt;i&gt;jeans&lt;/i&gt; robek (&lt;i&gt;Black Hole Sun&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat sedang berusaha menulis sebuah lagu di &lt;i&gt;basement&lt;/i&gt;-nya, Chris Cornell, vokalis, mendengar suara ketukan di pintu depan tempat tinggalnya. Kemudian ia menghampiri dan melihat bahwa tidak ada seorang pun di sana melainkan seekor burung gereja yang tergelak di lantai dengan leher patah. Burung tersebut tak sengaja menabrak pintu dan Cornell memukulnya dengan batu bata untuk mengurangi penderitaan si burung. Setelahnya ia kembali lagi ke &lt;i&gt;basement&lt;/i&gt; dan menulis lagu &lt;i&gt;Like Suicide&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;The Downward Spiral&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Nine Inch Nails&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmT-aM0fTI/AAAAAAAAAgI/YOQJsVj4omk/s1600/Nine-Inch-Nails-The-Downward-Spiral-1994.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmT-aM0fTI/AAAAAAAAAgI/YOQJsVj4omk/s200/Nine-Inch-Nails-The-Downward-Spiral-1994.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"All the pigs are all lined up, I give you all that you want, Take the skin and peel it back, Now doesn't it make you feel better?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mengambil jalur &lt;i&gt;industrial&lt;/i&gt;, Nine Inch Nails melahirkan nuansa &lt;i&gt;dystopian-futuristik&lt;/i&gt; mengenai suatu masa di mana manusia mewarisi setiap gejala kerusakan (&lt;i&gt;Mr. Self Destruct&lt;/i&gt;) dan Tuhan telah benar-benar mati (&lt;i&gt;Heresy&lt;/i&gt;). Disajikan dengan gelap dan kelam (&lt;i&gt;Piggy&lt;/i&gt;) serta &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; yang menghentak dalam balutan distorsi dari&amp;nbsp;olahan &lt;i&gt;software &lt;/i&gt;yang &amp;nbsp;"kasar"&amp;nbsp;&amp;nbsp; (&lt;i&gt;March of the Pigs&lt;/i&gt;), album ini menjadi inovasi dalam sejarah musik rock. Trent Reznor menggubah ketukan &lt;i&gt;disco&lt;/i&gt; menjadi nada kesuraman yang eksotis untuk mengiringi kekuatan liriknya yang eksplisit (&lt;i&gt;Closer&lt;/i&gt;) yang tanpa sensor menyampaikan&amp;nbsp;hasrat seksual. Tidak diragukan lagi, lewat album ini Nine Inch Nails telah berhasil menciptakan sebuah &lt;i&gt;anthem&lt;/i&gt; untuk rasa sakit yang diawali dengan melodi balada sederhana, lalu kemudian diikuti oleh gelegar nada minor epik (&lt;i&gt;Hurt&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa lagu di dalam album ini, Trent Reznor banyak memasukkan &lt;i&gt;sample&lt;/i&gt; dari beberapa film favoritnya. Intro lagu &lt;i&gt;Mr. Self Destruct &lt;/i&gt;diambil dari film &lt;i&gt;THX 1138&lt;/i&gt;. Sementara itu suara perempuan di lagu &lt;i&gt;Reptile&lt;/i&gt; diambil dari film &lt;i&gt;The Texas Chainsaw Massacre&lt;/i&gt;. Masih di lagu yang sama, suara mesin yang muncul diambil dari film berjudul &lt;i&gt;Leviathan&lt;/i&gt; dan suara latar di sepanjang lagu ini dipinjam dari film &lt;i&gt;Aliens&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Slanted &amp;amp; Enchanted&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pavement&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmULbVzyYI/AAAAAAAAAgM/QSt-OiGUjVU/s1600/slanted.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmULbVzyYI/AAAAAAAAAgM/QSt-OiGUjVU/s200/slanted.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Between here and there is better than either here or there!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan keunikannya sendiri sebagai antitesa dari segala hal &lt;i&gt;high-definition&lt;/i&gt;, mereka masuk ke dalam radar sebagai band &lt;i&gt;lo-fi&lt;/i&gt; dengan kualitas suara &lt;i&gt;home recording &lt;/i&gt;yang memberi warna baru dalam keragaman musik 90-an (&lt;i&gt;Summer Babe {Winter Version}&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Lirik-lirik komedi (&lt;i&gt;Two States&lt;/i&gt;), komposisi lagu sederhana, permainan instrumen yang &lt;i&gt;anti-skill&lt;/i&gt;, ditambah dengan keberadaan &lt;i&gt;the best worst-singer&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;In the Mouth A Desert&lt;/i&gt;) turut menyebarkan &lt;i&gt;geek culture&lt;/i&gt; sebagai bentuk baru dari &lt;i&gt;trend&lt;/i&gt;. Pengaruh &lt;i&gt;noise rock&lt;/i&gt; terasa berpadu dengan gaya pop yang renyah (&lt;i&gt;Perfume-V&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang mengenyampingkan segala keseriusan dan kemuraman filosofi rock alternatif dalam syair parodi-ironi dan musik &lt;i&gt;easy listening &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Trigger Cut/Wounded-Kite at :17&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Less is more &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Here&lt;/i&gt;), dan itu dibuktikan dari status &lt;i&gt;cult&lt;/i&gt; yang diperoleh album ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini hanya dikerjakan oleh dua orang, yaitu Stephen Malkmus dan Scott Kannberg, sedangkan ketiga personel lainnya baru bergabung saat band mengadakan &lt;i&gt;tour&lt;/i&gt;. Sebelum dirilis secara resmi oleh label Matador Records, album ini disebarkan dalam bentuk kaset dari mulut ke mulut. Baru setelah mendapatkan tanggapan dan kritik yang positif dari para pendengarnya, mereka dilirik oleh label untuk memasarkannya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Siamese Dream&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;The Smashing Pumpkins&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmUYWL464I/AAAAAAAAAgQ/SpCvKISap8c/s1600/SiameseDream.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmUYWL464I/AAAAAAAAAgQ/SpCvKISap8c/s200/SiameseDream.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"The killer in me is the killer in you."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tidak lepas dari kegelisahan yang merambah generasi 90-an, album ini merendam tema tersebut dalam &lt;i&gt;sound &lt;/i&gt;yang berada di antara &lt;i&gt;dreamy&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;heavy&lt;/i&gt; yang membuat nuansa&amp;nbsp;kelam berkompromi dengan keriangan (&lt;i&gt;Cherub Rock&lt;/i&gt;). Dipersenjatai&amp;nbsp;oleh musikalitas yang merambah setiap hal di jaman &lt;i&gt;alternative rock&lt;/i&gt;, dengan meratap mereka bernyanyi tentang &lt;i&gt;child abuse&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Disarm&lt;/i&gt;), lalu bercerita tentang kebebasan (&lt;i&gt;Rocket&lt;/i&gt;), sampai kemudian memuncak dalam energi &lt;i&gt;chaotic&lt;/i&gt; yang nyaring (&lt;i&gt;Geek U.S.A.&lt;/i&gt;). Walau berisi kisah depresi, mereka mampu mengemasnya dalam &lt;i&gt;feel &lt;/i&gt;yang justru terasa mengerdilkan perasaan tersebut (&lt;i&gt;Mayonaise&lt;/i&gt;), termasuk ketika sebuah surat wasiat bunuh diri disenandungkan dalam lagu yang di bagian lain menegaskan tentang indahnya kehidupan (&lt;i&gt;Today&lt;/i&gt;). Mungkin memang tidak ada yang lebih kompleks dari era ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses pembuatan album ini dihiasi oleh berbagai tekanan dan atmosfer depresif pada tiap anggota band. &lt;i&gt;Drummer&lt;/i&gt;-nya punya masalah ketergantungan heroin yang akut. Gitaris dan basisnya berada di ujung tanduk dari kisah asmara yang mereka jalin dengan percekcokan selama rekaman. Sementara sang vokalis, dihantui terus-menerus oleh keinginan untuk bunuh diri&lt;b&gt; &lt;/b&gt;serta ketakutan berlebihan (&lt;i&gt;paranoid&lt;/i&gt;) akan kehilangan kemampuan untuk menulis lagu (&lt;i&gt;writer's block&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Live Through This&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Hole&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnIsRI1NSI/AAAAAAAAAgk/sTZ5h2nhtUU/s1600/live+through.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnIsRI1NSI/AAAAAAAAAgk/sTZ5h2nhtUU/s200/live+through.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"I fake it so real, I'm beyond fake. And someday you will ache like I ache."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah karya &lt;i&gt;masterpiece&lt;/i&gt; yang mengangkat perspektif perempuan terhadap mental "kanker" berisi rasa pahit, luka, sakit hati, dan obat-obatan (&lt;i&gt;Violet&lt;/i&gt;). Dengan kesedihan yang terekam, mereka menyanyikan tentang kepahitan menjadi wanita (&lt;i&gt;Miss World&lt;/i&gt;),  lewat keputusasaan yang nyata seakan diperdengarkan bahwa wanita  mewakili peran terberat yang harus dijalani seorang manusia dalam hidup (&lt;i&gt;Doll Parts&lt;/i&gt;). Tanpa ditutupi, mereka membawa bendera feminisme saat dengan suara serak meneriaki pemerkosaan (&lt;i&gt;Asking for It&lt;/i&gt;), kemudian dengan tegas membicarakan isu eksistensi (&lt;i&gt;Gutless&lt;/i&gt;) tentang menjadi diri sendiri, dengan resiko apapun &lt;i&gt;(Rock Star&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;  Namun dari semuanya, tidak ada yang lebih emosional&amp;nbsp;dari ketika  mendengar Courtney Love bernyanyi di bawah remang lampu sorot ditemani  aura panggung yang depresif (&lt;i&gt;Softer, Softest&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;J&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;udul dan lirik lagu &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Doll Parts&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; terinspirasi dari kisah hubungan asmara antara Courtney Love, vokalis, dan Kurt Cobain (Nirvana). Suatu kali&lt;span style="font-size: small;"&gt; Love mengirimi Kurt sebuah kotak berbentuk hati yang diberi parfum dan di dalamnya terdapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;t &lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;sebuah boneka&lt;/span&gt; dari porselan, tiga b&lt;/span&gt;unga  mawar kering, sebuah miniatur cangkir teh, dan cangkang kerang.  Bingkisan ini&amp;nbsp;merupakan permintaan maaf Love setelah mereka berdua  tiba-tiba saja bergulat sehabis pertama berkenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;(What's the Story) Morning Glory?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Oasis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmUmCdZq7I/AAAAAAAAAgU/3zKc1TCXX4Q/s1600/whats_the_story_morning_glory.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmUmCdZq7I/AAAAAAAAAgU/3zKc1TCXX4Q/s200/whats_the_story_morning_glory.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Slowly walking down the hall, Faster than a cannonball."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Gallagher bersaudara muncul di tengah kemuraman &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; musik rock di era grunge dengan tamparan optimisme (&lt;i&gt;Some Might Say&lt;/i&gt;), ajakan bergoyang dalam hentakan melodi (&lt;i&gt;Roll With It&lt;/i&gt;), serta arogansi yang mengembalikan citra &lt;i&gt;rockstar&lt;/i&gt; pada fitrahnya. Sebuah album yang tidak main-main di mana isinya dipenuhi lagu-lagu mars jiwa muda tentang mimpi memperoleh ketenaran (&lt;i&gt;Morning Glory&lt;/i&gt;) yang naif, khas kelas pekerja. Tidak ada yang terlalu istimewa dari musikalitas mereka, hanya melodi sederhana serta kekuatan lirik yang menusuk (&lt;i&gt;Wonderwall&lt;/i&gt;), walau tak dapat disangsikan bahwa kemampuan sang kreator, Noel,&amp;nbsp;untuk menelurkan nada-nada yang &lt;i&gt;anthemic&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Don't Look Back in Anger&lt;/i&gt;) memberikan album ini tempat yang tinggi (&lt;i&gt;Champagne Supernova&lt;/i&gt;) dalam gelombang&amp;nbsp;&lt;i&gt;alternative nation&lt;/i&gt; jilid dua.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Awalnya lagu &lt;i&gt;Don't Look Back in Anger&lt;/i&gt; diisi vokalnya oleh Liam Gallagher, namun karena ia kesulitan untuk menyanyikan bagian dengan nada tinggi, proses rekamannya tertunda. Suatu kali, sehabis pulang dari sebuah &lt;i&gt;pub&lt;/i&gt;. Liam melihat kakaknya Noel sedang merekam vokal untuk lagu tersebut. Perseteruan pun terjadi dan mereka berkelahi disaksikan oleh manajernya sendiri. Insiden ini membuat band sempat pecah, namun pada akhirnya, suara Noel-lah yang digunakan dalam lagu ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;The Colour and the Shape&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Foo Fighters&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TS14QKw1sYI/AAAAAAAAAhU/6w3l1fhXg9M/s1600/FooFighters-TheColourAndTheShape.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TS14QKw1sYI/AAAAAAAAAhU/6w3l1fhXg9M/s200/FooFighters-TheColourAndTheShape.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"And I wonder when I sing along with you If everything could ever feel this real forever, If anything could ever be this good again."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Penebusan dari sisa-sisa grunge ke dalam &lt;i&gt;hard rock&lt;/i&gt; yang lantang akan geraman serak yang bersatu dengan sisi lembut melodi-melodi Dave Grohl (&lt;i&gt;Monkey Wrench&lt;/i&gt;). Dari mulai UFO (&lt;i&gt;Enough Space&lt;/i&gt;) hingga tema standar mengenai hal-ihwal cinta (&lt;i&gt;Walking After You&lt;/i&gt;) tersaji dalam&lt;i&gt; flow&lt;/i&gt; yang teratur sehingga kekontrasan yang terkandung di sini menunjukkan &lt;i&gt;range&lt;/i&gt; emosi yang lebih luas dibandingkan kebiasaan alami grunge. Gebukan drum yang kuat dan rapi mengiringi hymne kepahlawanan yang gagah berani sekaligus sisipan dari sisi kerapuhannya (&lt;i&gt;My Hero&lt;/i&gt;). Mereka tampil dalam aksen rock 'n' roll yang keras yang kemudian secara terduga dapat pula terdengar begitu syahdu (&lt;i&gt;February Stars&lt;/i&gt;), namun benang merah dari keduanya adalah bahwa album ini bercerita tentang kerinduan (&lt;i&gt;Everlong&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pertengahan lagu &lt;i&gt;Everlong,&lt;/i&gt; di bagian instrumental, terdengar suara Dave Grohl, vokalis, yang samar-samar sedang membicarakan sesuatu. Suaranya memang sengaja dibuat demikian dengan kata-kata yang sulit diuraikan. Dave sendiri mengaku bahwa ia merekam suaranya yang sedang membacakan surat cinta, sebuah buku manual, dan menarasikan cerita tentang ayah dari seorang teknisi studio yang sama sekali tidak saling berhubungan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;OK Computer&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Radiohead&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnHy6NReuI/AAAAAAAAAgc/1MBwdC0SQ5M/s1600/OK460.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnHy6NReuI/AAAAAAAAAgc/1MBwdC0SQ5M/s200/OK460.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Ambition makes you look pretty ugly. Kicking, squealing Gucci little piggy."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Lewat album ini Radiohead menyebarkan pesan bahwa tidak ada yang lebih membahayakan dari modernitas, di mana tekanan psikis dari kebisingan peradaban dapat menimbulkan panik dan muntah (&lt;i&gt;Paranoid Android&lt;/i&gt;) serta bagaimana potongan rambut yang salah, selain dapat mendatangkan rasa mual, juga merupakan tindakan "kriminal" (&lt;i&gt;Karma Police&lt;/i&gt;). Elegi psikosis yang "dalam" dengan iringan &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; mengawang-awang, mendekatkan "keterasingan" kepada titik kesadaran terjelas tentang kehidupan yang menyedihkan (&lt;i&gt;No Surprises&lt;/i&gt;), di mana kekecewaan mengambil bentuknya dalam &lt;i&gt;pitch&lt;/i&gt; vokal yang&amp;nbsp;lirih (&lt;i&gt;Let Down&lt;/i&gt;). Mereka juga tidak ketinggalan untuk menyelipkan rekaman kekhawatiran terhadap&amp;nbsp;bencana&amp;nbsp;yang paling ikonik&amp;nbsp;dari peradaban modern ini: kecelakaan lalu-lintas&amp;nbsp;(&lt;i&gt;Airbag&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Welcome to the late 20th century&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu &lt;i&gt;Subterranean Homesick Alien&lt;/i&gt; dilatari oleh dua kejadian. Yang pertama adalah inspirasinya didapat dari sebuah esai yang pernah ditulis oleh Thom Yorke, vokalis, saat ia bersekolah mengenai &lt;i&gt;alien&lt;/i&gt; yang&amp;nbsp;terdampar di&amp;nbsp;bumi. Yang kedua adalah saat Yorke tengah menyetir mobilnya sendiri lalu menabrak seekor burung. Saat keluar dari mobil ia cemas dirinya akan diculik oleh UFO. Judulnya sendiri dicomot dari lagu Bob Dylan, &lt;i&gt;Subterranean Homesick Blue&lt;/i&gt;s.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="firstHeading" style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: x-large;"&gt;Ae&lt;/span&gt;nima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tool&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnIeOiilvI/AAAAAAAAAgg/593gSn4iqFk/s1600/aenima.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnIeOiilvI/AAAAAAAAAgg/593gSn4iqFk/s200/aenima.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"Some say the end is near, Some say we'll see armageddon soon, I certainly hope will, I sure could use a vacation from this."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebuah rilisan &lt;i&gt;influential&lt;/i&gt;&amp;nbsp; dari &lt;i&gt;heavy metal&lt;/i&gt; intelek yang membedah secara kritis fenomena &lt;i&gt;modern lifestyle &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;lewat tamparan keras musik progresif (&lt;i&gt;Stinkfist&lt;/i&gt;). Mereka membongkar struktur lagu menjadi lebih &lt;i&gt;njelimet&lt;/i&gt; untuk mengetengahkan tema-tema yang cukup kompleks dari mulai teori Carl Jung yang menyangkut evolusi "kesadaran" manusia (&lt;i&gt;Forty Six &amp;amp; 2&lt;/i&gt;), anti-kristianitas L. Ron Hubbard (&lt;i&gt;Eulogy&lt;/i&gt;), lalu hasrat apokaliptik tentang akhir jaman (&lt;i&gt;Aenema&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;)&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;, yang semuanya didedikasikan kepada selera humor Bill Hicks. Musik yang "berat" mengungkap kesuraman dalam hubungan antar manusia , baik dalam ranah keluarga (&lt;i&gt;H.&lt;/i&gt;) maupun antar lawan jenis (&lt;i&gt;Pushit&lt;/i&gt;), yang menguak absurdisme kehidupan dan manusia di dalamnya. Mereka semakin menghentak dalam &lt;i&gt;jamming song&lt;/i&gt; yang berisi kritik terhadap kaum hipster, kapitalisme, serta ketenaran mereka sendiri dengan cara yang ambigu (&lt;i&gt;Hooker With A Penis&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;Lagu &lt;i&gt;Die Eier von Satan&lt;/i&gt; berisi petikan suara seorang laki-laki yang sedang berpidato dalam bahasa Jerman. Latar suara berisi suara audiens yang bersorak dan bertepuk tangan berikut suara yang menyerupai tamparan sehingga lagu ini mengesankan sebuah petikan pidato propaganda militer Nazi. Kata "&lt;i&gt;Satan&lt;/i&gt;" di judulnya semakin menguatkan dugaan tersebut. Padahal yang sebenarnya dikatakan oleh suara tersebut adalah resep cara membuat kue tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Antichrist Superstar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Marilyn Manson&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnI4NG7ZlI/AAAAAAAAAgo/65bFVrpYrHg/s1600/Antichrist_superstar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnI4NG7ZlI/AAAAAAAAAgo/65bFVrpYrHg/s200/Antichrist_superstar.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Hey you what do you see? Something beautiful something free? Hey you are you trying to be mean? If you live with apes, man, it's hard to be clean."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Album konsep &lt;i&gt;shock metal &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;yang penting yang menjembatani &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; gelap dan &lt;i&gt;gothic&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;violent content&lt;/i&gt; serta kebencian yang eksplisit (&lt;i&gt;Irresponsible Hate Anthem&lt;/i&gt;). Dengan &lt;i&gt;signature&lt;/i&gt; gitar yang mendengung kencang serta vokal berat yang menjerit-jerit seperti kesakitan, album ini dengan berani menyinggung masalah agama secara kontroversial (&lt;i&gt;Antichrist Superstar&lt;/i&gt;) dan beberapa paham nihilis yang frontal dalam eksplorasi &lt;i&gt;upbeat sound &lt;/i&gt;yang maksimal (&lt;i&gt;Angel With the Scabbed Wings&lt;/i&gt;). Marilyn Manson bernyanyi dalam rintihan (&lt;i&gt;Man That You Fear&lt;/i&gt;), mengembangkan sisi melodiusnya pada ruang-ruang kegelapan yang menghasilkan semacam kerapuhan dari balik temperamennya (&lt;i&gt;Tourniquet&lt;/i&gt;). Secara lebih keras, mereka mengkritik sistem sosial mengenai diskriminasi tersembunyi yang telah lama ditoleransi oleh orang-orang (&lt;i&gt;The Beautiful People&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Album ini merupakan sebuah album konsep yang terbagi ke dalam tiga bagian yang menceritakan tentang karakter &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;The Worm&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;.&amp;nbsp;Karakter ini adalah seorang yang menyedihkan dan tersiksa yang mengidolakan sosok bintang rock yang destruktif, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;The Superstar&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;. Kemudian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;The Worm&lt;/i&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: small;"&gt;akhirnya bertransformasi menjadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt; The Disintegrator&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; yang merupakan sosok mengerikan yang menguasai dunia karena&amp;nbsp;pengaruh setan (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;antichrist&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;) bernama &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Little Horn&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;. Manson menganalogikan cerita tersebut&amp;nbsp;dengan dunia politik di Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Follow the Leader&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Korn&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJJ4s4MII/AAAAAAAAAgs/ou6wPwQjg0g/s1600/followtheleader.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJJ4s4MII/AAAAAAAAAgs/ou6wPwQjg0g/s200/followtheleader.jpg" width="195px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"God paged me, You'll never see the light, Who wants to see?"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dengan menambahkan elemen grunge dan sedikit pengaruh hip hop, mereka meracik musik metal menjadi lebih dinamis dan ekspresif di bawah bendera numetal (&lt;i&gt;Got the Life&lt;/i&gt;). Dinyanyikan tanpa &lt;i&gt;growl&lt;/i&gt; ataupun lengkingan dan bahkan tidak bisa dikategorikan sebagai bernyanyi, hanya rintihan yang berselang-seling dengan teriakan, mereka tetap mampu mengeluarkan sisi eksplosifnya&amp;nbsp;dengan deras&amp;nbsp;(&lt;i&gt;It's On!&lt;/i&gt;). Album ini menampilkan metal dalam kapasitasnya sebagai&amp;nbsp;alat untuk menyampaikan keluh-kesah yang diangkat dari pengalaman menjadi&amp;nbsp;bagian dari masyarakat yang terasing, tersisih (&lt;i&gt;Reclaim My Place&lt;/i&gt;), bahkan&amp;nbsp;terhadap lingkungan&amp;nbsp;keluarga sendiri (&lt;i&gt;Dead Bodies Everywhere&lt;/i&gt;). Album ini akhirnya banyak merangkul banyak pendengar yang teridentifikasi oleh perasaan yang sama tentang &lt;i&gt;judgement&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sosial dan keinginan untuk membungkam&amp;nbsp;hal itu&amp;nbsp;(&lt;i&gt;Freak on A Leash&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu berjudul &lt;i&gt;Justin&lt;/i&gt; diangkat dari kisah seorang anak laki-laki bernama sama yang meninggal karena kanker usus. Anak tersebut menyatakan bahwa permintaan terakhirnya adalah untuk bertemu dengan Korn sebelum ia meninggal. Sementara itu lagu pertama di album ini ada di &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; ke-13, &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; 1 sampai 12 masing-masing berdurasi 5 detik tanpa suara apa-apa didedikasikan sebagai momen mengheningkan cipta untuk mengenang kematian Justin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Slipknot&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Slipknot&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJajyNHJI/AAAAAAAAAgw/Xc-KCy45oJE/s1600/slipknot.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJajyNHJI/AAAAAAAAAgw/Xc-KCy45oJE/s200/slipknot.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"All you wanna do is drag me down, All I wanna do is stamp you out!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rentetan kemarahan yang lahir dari tangan-tangan sembilan orang yang murka terhadap dunia dan mereka memulai semuanya dengan teriakan provokatif "&lt;i&gt;Here comes the pain&lt;/i&gt;!" (&lt;i&gt;Sic&lt;/i&gt;). Dilandasi oleh kebencian serta rasa sakit yang kemudian diolah menjadi musik, mereka menampilkannya&amp;nbsp;dalam artikulasi&amp;nbsp;geram (&lt;i&gt;Eyeless&lt;/i&gt;), menantang segala stigma dan prasangka dengan parade &lt;i&gt;'F' words&lt;/i&gt; dalam kualitas gertakan berfrekruensi maksimal (&lt;i&gt;Surfacing&lt;/i&gt;). Di balik segala macam kebisingan suara-suara, Correy Taylor menampilkan harmonisasi vokal yang apik lewat perpaduan intonasi serta gaya bernyanyinya dari lembut menjadi keras luar biasa (&lt;i&gt;Wait and Bleed&lt;/i&gt;). Mereka membanting musik &lt;i&gt;hip metal &lt;/i&gt;dengan teknik&lt;i&gt; rapping&lt;/i&gt; serta &lt;i&gt;hardcore&lt;/i&gt; yang lebih garang (&lt;i&gt;Spit It Out&lt;/i&gt;) lalu kemudian secara idealis mengkritik penghambaan imej di industri musik lewat topeng-topeng yang mereka kenakan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tr&lt;b&gt;ivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya di dalam album ini terdapat dua lagu &lt;i&gt;Purity&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Frail Limb Nursery&lt;/i&gt; yang dibuat oleh Correy Taylor, vokalis, yang terinspirasi dari cerita penculikan dan pembunuhan seorang gadis bernama Purity Knight. Ternyata kisah tersebut hanya cerita fiktif belaka dan si pengarang merasa keberatan dengan idenya yang dimuat di dalam lagu tersebut. Alhasil dua lagu itu dihilangkan dan diganti dengan lagu &lt;i&gt;Me Inside&lt;/i&gt; di versi terbaru albumnya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-1201175177337569872?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/1201175177337569872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1201175177337569872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/1201175177337569872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n_15.html' title='Five Decades of Sex, Drugs, and Rock &apos;n&apos; Roll: 1990&apos;s (grungy, varied, innovative)'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRmSMZjDjaI/AAAAAAAAAfs/GXA4lWDTfj0/s72-c/blood-sugar-sex-magik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-2936206874140746780</id><published>2011-05-15T20:50:00.008+07:00</published><updated>2011-08-20T12:40:10.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tribute'/><title type='text'>Five Decades of Sex, Drugs, and Rock 'n' Roll: 2000's (retro, minimalized, groovy)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: white;"&gt;"Well, I sort of don't trust anybody who doesn't like Led Zeppelin."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Jack White)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;"We want to make something that moves us when we hear it. Because after all the hype and awards and whatever, that's all music is."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;(Chris Martin)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Agaetis Byrjun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sigur Ros&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UGhQK638l_s/TktqPDUK-NI/AAAAAAAAAjs/w8V7nvPcdmg/s1600/sigur_ros-agaetis_byrjun.png.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/-UGhQK638l_s/TktqPDUK-NI/AAAAAAAAAjs/w8V7nvPcdmg/s200/sigur_ros-agaetis_byrjun.png.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Og hleður á ný, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Og hleður á ný, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Og hleður á ný, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Og hleður á ný."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Muncul sebagai warisan &lt;i&gt;shoegaze&lt;/i&gt; yang mengganti &lt;i&gt;layer&lt;/i&gt; distorsi dan &lt;i&gt;noise&lt;/i&gt; dengan kesunyian lintas dimensi dalam skema &lt;i&gt;post-rock&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;dream pop&lt;/i&gt; dataran Islandia yang dingin, inilah album dengan keintiman tingkat tinggi serta daya magis yang lahir dari melodi (&lt;i&gt;Svefn-G-Englar&lt;/i&gt;). Penggunaan instrumen yang kompleks yang disajikan secara minimalis adalah cara yang ampuh bagi tiap lagu untuk merambat langsung tanpa perantara ke jiwa, lewat&lt;i&gt; ambient&lt;/i&gt; yang gelap (&lt;i&gt;Ny Batteri&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; yang depresif, lalu suara vokal yang merintih dari dunia lain (&lt;i&gt;Viorar Ver Til Loftarasa&lt;/i&gt;) yang seakan-akan memanggil mahluk yang meringkuk seperti di &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; albumnya yang bersemayam di suatu tempat di dalam perut pendengar.&amp;nbsp;Vokal Jonsi yang lembut, mahir dalam menyampaikan irama-irama repetitif yang menenangkan dan nikmat di telinga (&lt;i&gt;Agaetis Byrjun&lt;/i&gt;). Walau menjurus depresif, namun di sisi lain musik mereka juga menelurkan harapan dalam bentuknya yang tengah merinding sendiri (&lt;i&gt;Staralfur&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa lagu di album ini yaitu &lt;i&gt;Olsen Olsen&lt;/i&gt;, bagian &lt;i&gt;reffrain Svefn-G-Englar&lt;/i&gt;, dan di &lt;i&gt;part&lt;/i&gt; akhir lagu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Agaetis Byrjun&lt;/i&gt;, Jonsi sang vokalis bernyanyi tidak dalam bahasa Islandia atau bahasa apapun tetapi menggunakan bahasa "racauan" yang tidak memiliki struktur dan makna sama sekali. Istilah ini disebut &lt;i&gt;Vonlenska&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Hopelandic&lt;/i&gt; yang merupakan cara bernyanyi yang unik yang ditemukan sendiri oleh mereka, terutama Jonsi. Teknik ini lebih memfokuskan kepada "suara" dari bahasa dibandingkan dengan konstruksi dari bahasa itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Is This It&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;The Strokes&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJyTJh8EI/AAAAAAAAAg0/zmhXRiefP1Q/s1600/is+this+it.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnJyTJh8EI/AAAAAAAAAg0/zmhXRiefP1Q/s200/is+this+it.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"In many ways they'll miss the good old days, Someday, someday."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Mencomot kembali&amp;nbsp;intisari rock 'n' roll era 60-an yang dibangun dari ketukan sederhana, &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; melodius, serta kualitas vokal yang &lt;i&gt;rough&lt;/i&gt;, album ini membawa dunia memasuki gerbang &lt;i&gt;garage&lt;/i&gt; di awal milenium (&lt;i&gt;The Modern Age&lt;/i&gt;). Lima pemuda New York mengkolaborasikan sisi manis mereka dengan kelusuhan distorsi yang diterjemahkan menjadi lagu yang akan membuat pendengar mengetukkan kakiknya (&lt;i&gt;Last Nite&lt;/i&gt;) dalam dinamika retro yang dibangkitkan dari dekade yang telah lampau (&lt;i&gt;New York City Cops&lt;/i&gt;). Bagian lain yang menguak sisi &lt;i&gt;mellow&lt;/i&gt;, diiringi &lt;i&gt;part&lt;/i&gt; bas yang &lt;i&gt;memorable &lt;/i&gt;serta gaya bernyanyi &lt;i&gt;malas-malasan&lt;/i&gt;, membius telinga pada kelinglungan yang cantik (&lt;i&gt;Is This It&lt;/i&gt;). Siapa sangka aroma &lt;i&gt;old-fashioned&lt;/i&gt; justru mampu mendatangkan kesegaran dalam dunia rock, selama itu bisa merangsang siapapun untuk tetap bergoyang (&lt;i&gt;Someday&lt;/i&gt;), kenapa tidak?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu &lt;i&gt;New York City Cops&lt;/i&gt; di album ini menimbulkan kontroversi di Amerika Serikat terkait kejadian 9/11. Lirik di dalamnya yang berbunyi "&lt;i&gt;New York City cops, they ain't too smart&lt;/i&gt;" dinilai sangat tidak relevan dan terlalu menyinggung keluarga korban dan polisi pada peristiwa teror yang mengerikan itu. Akhirnya, khusus untuk rilisan di Amerika, lagu ini dicabut walaupun sebetulnya lagu tersebut diciptakan jauh sebelum gedung WTC runtuh.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Toxicity&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;System of A Down&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKBKO2LcI/AAAAAAAAAg4/kk8LHL7pSMA/s1600/toxicity5yd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKBKO2LcI/AAAAAAAAAg4/kk8LHL7pSMA/s200/toxicity5yd.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"I don't think you trust in my self-righteous suicide, I cry when angels deserve to die."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Protes sosial, &lt;i&gt;anti-establishment&lt;/i&gt;, dan gerakan kontra-pemerintah; gabungkan semuanya dengan distorsi dan selera humor maka hasilnya adalah metal sirkus yang meledak-ledak (&lt;i&gt;Prison Song&lt;/i&gt;). Dengan meracik fluktuasi &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; di dalam lagu yang naik-turun secara tiba-tiba (&lt;i&gt;Atwa&lt;/i&gt;) didampingi dengan permainan gitar &lt;i&gt;heavy metal &lt;/i&gt;yang kembali ke akarnya dan aksen vokal yang unik (&lt;i&gt;Toxicity&lt;/i&gt;), publik mendeklarasikan album ini sebagai senjata resmi untuk menghancurkan popularitas &lt;i&gt;hip metal &lt;/i&gt;yang semakin banal. Ditambah lagi dengan kualitas lirik yang lebih "dalam" dan berisi dalam mengusung tema-tema sosial (&lt;i&gt;Aerials&lt;/i&gt;) yang membuat album ini mencolok, tidak peduli seberapa konyol mereka membawakan lagu-lagunya (&lt;i&gt;Chop Suey!&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di awal lagu &lt;i&gt;Chop Suey!&lt;/i&gt; terdengar suara yang mengatakan "&lt;i&gt;We're rolling Suicide&lt;/i&gt;." Hal tersebut&amp;nbsp;terjadi karena sebelumnya lagu itu diberi judul &lt;i&gt;Suicide&lt;/i&gt; namun tanpa alasan yang diketahui pasti mereka mengganti judul tersebut. Mereka sengaja memasukkan &lt;i&gt;take&lt;/i&gt; itu di&amp;nbsp; bagian intro. Lagu ini sendiri sempat dilarang diputar di Amerika karena liriknya dianggap mengintimidasi untuk melakukan bunuh diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;A Rush of Blood to the Head&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Coldplay&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKQJyvFnI/AAAAAAAAAg8/vx_cwqSuR0c/s1600/A-Rush-Of-Blood-To-The-Head.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKQJyvFnI/AAAAAAAAAg8/vx_cwqSuR0c/s200/A-Rush-Of-Blood-To-The-Head.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Running in circles, coming in tails, Heads on a science apart."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Setelah era &lt;i&gt;britpop&lt;/i&gt; memudar perlahan, tanah Britania mengembalikan rock 'n' roll ke bentuk yang simpel ala U2 namun masih menyisakan gaung hentakannya yang ringan dan lebih lembut (&lt;i&gt;In My Place&lt;/i&gt;). Minus &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; kasar, album ini menaruh &lt;i&gt;soul&lt;/i&gt; melankolisnya pada kekuatan piano yang menderu-deru (&lt;i&gt;Clocks&lt;/i&gt;) serta keterampilan dalam menciptakan lagu yang cocok untuk suasana &lt;i&gt;unplugged&lt;/i&gt; yang khidmat (&lt;i&gt;Green Eyes&lt;/i&gt;). Lirik-lirik pujian secara lebih terasah menawarkan sensitifitas bagi dekade 2000-an tanpa harus terdengar cengeng atau gombal (&lt;i&gt;God Put A Smile Upon Your Face&lt;/i&gt;). Dentingan piano yang empuk mengantarkan atmosfer "nina-bobo" dalam gerakan &lt;i&gt;slow motion&lt;/i&gt; sebelum kemudian ditutup oleh kemegahan yang muncul bersama&amp;nbsp; kesenduan dari senandung lirih (&lt;i&gt;The Scientist&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Chris Martin, vokalis, suatu kali mencoba menyanyikan lagu milik George Harrison yang berjudul &lt;i&gt;Isn't It Pity&lt;/i&gt; dengan menggunakan sebuah piano yang belum distel. Saat sedang memainkannya, ia meminta seseorang untuk menyalakan &lt;i&gt;recorder&lt;/i&gt; dan merekam. Hasilnya, melalui hasil rekaman Martin mendengarkan sebuah komposisi baru yang menurutnya&amp;nbsp; menarik. Dan dari situ akhirnya ia menciptakan melodi lagu &lt;i&gt;The Scientist&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Songs For the Deaf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Queens of the Stone Age&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKiUcvcJI/AAAAAAAAAhA/d6VMN3f6-A4/s1600/songs-for-the-deaf.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKiUcvcJI/AAAAAAAAAhA/d6VMN3f6-A4/s200/songs-for-the-deaf.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Gimme toro, Gimme some more!"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Sebagai pengusung &lt;i&gt;stoner &lt;/i&gt;mereka tidak bisa menghindar dari terdengar seksi&amp;nbsp;sekaligus liar (&lt;i&gt;A Song for the Dead&lt;/i&gt;), dua unsur yang telah lama menghilang dari musik rock. Lewat &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; gitar yang khas menggambarkan suasana &lt;i&gt;mexican desert&lt;/i&gt;, musik mereka tereksplorasi bebas dari mulai &lt;i&gt;blues&lt;/i&gt; yang berat (&lt;i&gt;Hangin' Tree&lt;/i&gt;) sampai nuansa ramalan &lt;i&gt;dark&lt;/i&gt; &lt;i&gt;apocalypse&lt;/i&gt; yang menegangkan (&lt;i&gt;The Sky is Fallin'&lt;/i&gt;), lalu menikung ke jalur pop yang memeriahkan suasana dengan suara-suara efek gitar yang mengerang lalu mencicit (&lt;i&gt;Go with the Flow&lt;/i&gt;). Perpaduan antara suara latar musik yang keras dan meriah dengan suara vokal yang nampak tidak terbawa hanyut oleh suasana merupakan &lt;i&gt;signature&lt;/i&gt; musik mereka yang spesial dan mendapatkan tempat tersendiri di awal abad 21. Terlebih lagi ketika di dalam musik mereka&amp;nbsp;selalu terdapat&amp;nbsp;&lt;i&gt;riff-riff&lt;/i&gt; "menggoda"&amp;nbsp;yang sulit dilupakan&amp;nbsp;(&lt;i&gt;No One Knows&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini menampilkan format unik tentang parodi siaran radio. Josh Homme, vokalis, dan Nick Oliveri, bassis, sempat berselisih paham tentang konsep radio tersebut. Adapun Nick berpendapat bahwa ide di balik ini adalah sebagai sindiran karena menurutnya lagu-lagu Queens of the Stone Age tidak pernah diputar di radio karena radio selalu memainkan lagu-lagu yang itu-itu saja jadi mereka memutuskan untuk membuatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Elephant&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;The White Stripes&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnHl6mOQKI/AAAAAAAAAgY/Ez1tHWD8DlE/s1600/Foo+Fighters.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKyBvsofI/AAAAAAAAAhE/NUw2zjwqT8U/s1600/elephant.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnKyBvsofI/AAAAAAAAAhE/NUw2zjwqT8U/s200/elephant.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"I'm gonna fight 'em off, A seven nation army couldn't hold me back."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Jack dan Meg muncul ke permukaan dengan menekankan kembali pentingnya penggunaan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; serta pelajaran &lt;i&gt;blues&lt;/i&gt;&amp;nbsp;klasik dalam esensi musikalitas &lt;i&gt;hard rock &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Seven Nation Army&lt;/i&gt;). Mengambil konsep minimalis, di mana ketukan dan melodi adalah dua unsur utama yang diutamakan, mereka mengolah musik menjadi mencekam (&lt;i&gt;The Hardest Button to Button&lt;/i&gt;) dan sarat dengan eksplorasi &lt;i&gt;blues&lt;/i&gt; yang diperoleh dari kehadiran sosok &lt;i&gt;guitar hero&lt;/i&gt; terakhir (&lt;i&gt;Ball and Biscuit&lt;/i&gt;). Mereka menyanyikan balada dalam kesunyian suara gitar akustik dan vokal lantang yang tertahan (&lt;i&gt;You've Got Her in Your Pocket&lt;/i&gt;). Walau hanya terdiri dari dua orang personel, bukan halangan untuk membuat musik yang penuh hingar-bingar (&lt;i&gt;I Just Don't Know What to Do with Myself&lt;/i&gt;), terlebih lagi karena kebetulan saja mereka memang jenius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul lagu &lt;i&gt;Seven Nation Army&lt;/i&gt; diambil dari kesalahan interpretasi Jack White pada kata '&lt;i&gt;Salvation Army&lt;/i&gt;' sewaktu dia masih kecil. &lt;i&gt;Riff&lt;/i&gt; gitar pada lagu ini sebenarnya diciptakan oleh Jack sambil membayangkan bahwa suatu saat&amp;nbsp;dirinya akan diminta untuk membuat sebuah lagu tema dari film &lt;i&gt;James Bond&lt;/i&gt;. Jack akhirnya mendapatkan kesempatan tersebut setelah album ini rilis, namun ia menciptakan lagu yang lain.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Fever to Tell&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Yeah Yeah Yeahs&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnLGBcgIhI/AAAAAAAAAhI/pJWClfjJ9Zg/s1600/fever.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnLGBcgIhI/AAAAAAAAAhI/pJWClfjJ9Zg/s200/fever.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Dunno, dunno, dunno, dunno, Bam, bam, bam, bam, bam, bam, bam, bam, bam."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Punk dalam &lt;i&gt;new wave&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;rock 'n' roll dalam &lt;i&gt;art house&lt;/i&gt;, virus baru&lt;i&gt; garage&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;membawa musik keras kepada &lt;i&gt;riot sex appeal&lt;/i&gt; yang tinggi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dalam rayuan distorsi (&lt;i&gt;Date With the Night&lt;/i&gt;). Estetika &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; mereka adalah tentang bagaimana &lt;i&gt;killer riff&lt;/i&gt; gitar yang dimainkan secara garang begitu serasi dengan ketukan drum yang &lt;i&gt;hip&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;untuk menimbulkan efek kekacaun yang elok (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;) lalu bersatu dalam &lt;i&gt;vibra&lt;/i&gt; vokal &lt;i&gt;riot grrrl&lt;/i&gt; Karen O yang adiktif (&lt;i&gt;Y Control&lt;/i&gt;). Tak ada yang bisa lebih baik dalam menciptakan musik mengenai orgasme yang merambat pelan layaknya bom waktu menuju puncak desahan yang ekspresif&amp;nbsp; (&lt;i&gt;Tick&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Tanpa ampun mereka membombardir telinga dengan berbagai rekaman hura-hura &lt;i&gt;rock show&lt;/i&gt; atraktif, lalu ketika kedalaman sisi sentimental-nya akhirnya terkuak, mereka mengaransemen kepedihan tersebut dalam kehebohan punk yang membuat pesta masih dapat terus berjalan (&lt;i&gt;Maps&lt;/i&gt;). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu &lt;i&gt;Maps &lt;/i&gt;yang dijadikan &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; dari album ini berisi "curhat" vokalis Karen O tentang hubungan percintaannya dengan kekasihnya yang bernama Angus Andrew. &lt;i&gt;Maps&lt;/i&gt; merupakan akronim dari &lt;i&gt;My Angus Please Stay&lt;/i&gt;. Sementara itu pada video klipnya, Karen mengatakan bahwa ia benar-benar menangis di dalamnya karena menyangka Angus tidak akan datang untuk ikut syuting bersamanya. Dia merasa sangat emosional walau akhirnya Angus datang terlambat 3 jam kemudian. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Funeral&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Arcade Fire&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnLfO9ut-I/AAAAAAAAAhM/S6zXWnFwbSo/s1600/funeral.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188px" src="http://2.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnLfO9ut-I/AAAAAAAAAhM/S6zXWnFwbSo/s200/funeral.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"We're just a million little gods causin' rainstorms turnin' every good thing to rust."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Didukung&amp;nbsp;oleh&amp;nbsp;musikalitas serta kekuatan imajinasi&amp;nbsp;yang tinggi, Arcade Fire mengangkat tema &lt;i&gt;childhood&lt;/i&gt; yang&amp;nbsp;berhasil membawa pendengar kepada pengalaman nostalgis yang megah (&lt;i&gt;Tunnels&lt;/i&gt;). Persilangan&amp;nbsp;antara sentuhan &lt;i&gt;baroque&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;post-rock&lt;/i&gt; berhasil mendobrak kemonotonan musik &lt;i&gt;garage&lt;/i&gt; tanpa harus kehilangan sifat agresif-nya (&lt;i&gt;Laika&lt;/i&gt;), ditambah lagi dengan kemampuan multi-instrumental dalam meramu &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; menjadi lebih "kaya" dan atmosferik (&lt;i&gt;Power Out&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;yang meletakkan semacam teritori baru dalam dunia rock. Album ini tidak menawarkan sesuatu yang dapat dinikmati sesuai dengan etika musik rock -&lt;i&gt;headbanging&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;moshing-&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tapi lebih kepada penghayatan yang menyejukkan (&lt;i&gt;Rebellion&amp;nbsp;{Lies}&lt;/i&gt;) serta kesempatan untuk melebur&amp;nbsp;ke dalam momen kolosal yang khidmat (&lt;i&gt;Wake Up&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama &lt;i&gt;Funeral&lt;/i&gt; dipilih sebagai judul album ini untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi&amp;nbsp;selama proses rekaman. Anggota keluarga dari beberapa personel yang terlibat meninggal dunia sepanjang tahun 2003-2004 yaitu neneknya Regine Chassagne, kakek dari Win dan Will Butler, serta bibi dari Richard Reed Parry.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Di luar itu, Win dan Regine juga menikah di sela-sela proses rekaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Whatever People Say I am, That's What I'm Not&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Arctic Monkeys&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnL3iSnEoI/AAAAAAAAAhQ/0vNVGUOJq8Y/s1600/Arctic_Monkeys-Whatever_People_Say_I_Am_Thats_What_Im_Not.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" src="http://3.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/TRnL3iSnEoI/AAAAAAAAAhQ/0vNVGUOJq8Y/s200/Arctic_Monkeys-Whatever_People_Say_I_Am_Thats_What_Im_Not.jpg" width="200px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"I bet that you look good on the dance floor, Dancing to electro-pop like a robot from 1984."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif; text-align: justify;"&gt;Sebagai band yang dibesarkan dalam generasi &lt;i&gt;social network&lt;/i&gt;, mereka merespon fenomena kesuksesan instan dengan musik yang dimotori oleh alkohol serta &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt; yang hiperaktif&amp;nbsp;(&lt;i&gt;The View from the Afternoon&lt;/i&gt;). Dipersenjatai dengan gagasan untuk melapis &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; yang enerjik (&lt;i&gt;I Bet You Look Good on the Dancefloor&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;dengan olahan syair yang memadukan prosa dan bahasa &lt;i&gt;slang&lt;/i&gt;, mereka membahas hal-hal tentang kekumuhan, distrik merah, serta kehidupan malam di daerah &lt;i&gt;suburb&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;When the Sun Goes Down&lt;/i&gt;). Keunikan musik yang ditampilkan dari kesederhanaan mereka dalam memainkan instrumen musik menjadikan album ini esensial. Aksen pinggiran Inggris yang kental&amp;nbsp;mensintesa kenaifan remaja dengan permasalahan rutinnya ke dalam tahap yang enak dinikmati (&lt;i&gt;Mardy Bum&lt;/i&gt;), lalu berujung kepada ode punk&amp;nbsp;mengenai kemunafikan jati diri anak muda yang disajikan secara ramah sekaligus menusuk (&lt;i&gt;A Certain Romance&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Trivia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan album debut ini membawa atmosfer baru terhadap band. Imbasnya adalah sang bassis, Andy Nicholson, memutuskan untuk keluar karena tidak tahan dengan aktivitas tur serta status baru mereka sebagai selebriti. Posisinya diganti oleh Nick O'Malley sampai sekarang. Sempat beredar kabar dari pihak keluarga bahwa Andy menyesali keputusannya dan malah semakin depresi terutama bila melihat atau membaca berita tentang Arctic Monkeys.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-2936206874140746780?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/2936206874140746780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/2936206874140746780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/2936206874140746780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/05/five-decades-of-sex-drugs-and-rock-n.html' title='Five Decades of Sex, Drugs, and Rock &apos;n&apos; Roll: 2000&apos;s (retro, minimalized, groovy)'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UGhQK638l_s/TktqPDUK-NI/AAAAAAAAAjs/w8V7nvPcdmg/s72-c/sigur_ros-agaetis_byrjun.png.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-6990691504525393291</id><published>2011-04-27T01:47:00.000+07:00</published><updated>2011-04-27T01:47:18.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote'/><title type='text'>Wake Up</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;"We've got to regain knowledge again,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;and we've got to regain an understanding again&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;﻿, &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;of &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;who we are&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;Not just those chosen to fuel systems&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;but &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;individuals who have power to criticize and analyze,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;and attack&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; injustice when it becomes &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;prevalent&lt;/span&gt; and &lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;apparent&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;in front of our &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;faces&lt;/span&gt; like it is in ours right now.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;We've been all &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;put to sleep&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Put to sleep to a system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;A system that continues to perpetrate &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;ignorance&lt;/span&gt; amongst our &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;spirits&lt;/span&gt; and amongst our &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;minds&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;One that wants you not to act&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;A system that would rather see all of you at that bar drinking beer filling your minds being &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;put to sleep&lt;/span&gt; with &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;beer&lt;/span&gt; or with &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;drugs&lt;/span&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;rather than acting against it and fighting a system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; which has been perpetrating imperialist lies and &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;other fucking bullshit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; for five hundred years.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;So fucking drink up or fucking wake up.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;You're part of the solution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; or you're part of the fucking problem.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;I am sick and tired of my own complacence in my life and I know &lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;I'm fucking sick of yours&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;So wake up and &lt;em&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: #cc0000;"&gt;stop fucking sleeping&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Wake up&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Zach De La Rocha of Rage Against the Machine)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-6990691504525393291?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/6990691504525393291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/04/wake-up.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6990691504525393291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/6990691504525393291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/04/wake-up.html' title='Wake Up'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-8284106469228484332</id><published>2011-04-15T08:51:00.003+07:00</published><updated>2011-04-19T01:02:14.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inner light'/><title type='text'>Indonesia, 230 Juta, Dan Eksistensi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Man is not the sum of what he has already, but rather the sum of what he does not yet have, of what he could have."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: x-small;"&gt;(&lt;em&gt;Jean-Paul Sartre&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekitar beberapa tahun lalu, sebuah analogi dari Jean-Paul Sartre mengenai eksistensialisme mengisi ruang perspektif di dalam kepala saya. Dia menelurkan sebuah teori tentang hakikat manusia di mana “esensi mendahului eksistensi” dan bukan sebaliknya. Ambil contoh sebuah gunting. Penciptaan gunting diawali dari ide tentangnya, yaitu ide mengenai sesuatu untuk memotong kertas, tali, atau apapun. Ini berarti bahwa gunting memiliki nilai yang mutlak sebagai alat untuk memotong dan bila gunting tersebut tidak mampu memotong kertas, maka itu adalah gunting yang buruk. Sedangkan manusia tercipta sebaliknya. Ia didahului oleh wujud, baru kemudian nilai-nya (atau fungsi serta ide penciptaannya) ditentukan kemudian oleh manusia itu sendiri yang berarti bahwa sepanjang hayatnya tugas seorang manusia adalah untuk selalu mencari makna dirinya. Maka sejak itu teori ini betah mendiami kepala saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukanlah hal yang mudah untuk dapat memahami ide ini secara sepenuhnya terlebih dalam usia kehidupan saya ini yang masih terlalu pendek untuk diakhiri, terutama mungkin karena untuk memahami ide ini artinya saya juga harus memahami diri saya sendiri. Tak jarang pikiran ini bermain-main. Sempat pula ia menguji sampai batas tertentu. Sampai batas di mana semuanya tergerogoti dan saya mulai tidak percaya bahwa realita sejalan dengan teori eksistensialisme Sartre tersebut. Sampai taraf kebingungan untuk menemukan gambar peta yang lebih besar untuk menentukan jalur-jalur yang selayaknya ditempuh. Terlebih lagi obrolan mengenai masa depan yang ―mungkin disebabkan oleh faktor usia yang tengah berada dalam tahap kedewasaan tingkat pemula― malah mendekatkan saya pada bayangan dystopia yang intens. Pertanyaan eksistensialisme tentang siapa dan akan menjadi apa, masih enggan terjawab. &lt;em&gt;Que sera, sera, whatever will be, will be&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oke, masa depan masih menjadi PR untuk saya tulis, entah karena saya malas, atau memang dungu. Tapi, apa memang benar peran atau fungsi seseorang dapat ditentukan oleh si individu, bukan oleh lingkungannya, kondisi geopolitiknya, latar historis, keadaan negara, tingkat ekonomi, laju inflasi, angka pendapatan kepala negara, harga bahan pokok, probabilitas terjadinya bencana alam, kepercayaannya terhadap suatu agama, &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; surat kabar, dan umur bumi, umur peradaban ini. Atau mungkin memang sejak awal semuanya ada di tangan Tuhan, terhitung sejak Adam melahap buah &lt;em&gt;khuldi&lt;/em&gt; yang terlarang itu. Sang Maha Pencipta itu mungkin memang sejak awal menciptakan semuanya sesuai dengan yang Dia inginkan, bahkan kehendak bebas manusia pun diatur sedemikian rupa sesuai dengan porsi yang telah ditentukan dan direncanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merujuk pada kekuasaan Tuhan dan peran manusia di dunia ini membawa saya pada sebuah analogi yang cukup menyimpulkan tentang bagaimana eksistensi keduanya bertaut, dan saya bicara tentang Indonesia (untuk seterusnya). Indonesia, sebuah negara kepulauan yang sangat besar, tepat bersandar di garis khatulistiwa, yang menganugerahinya dengan dua musim yang datang sillih berganti, di mana padi-padi, umbi-umbian, serta tanaman hijau tumbuh dengan dimanjakan. Pulau-pulau bertebaran, ditaburi pasir-pasir lembut, ombak berdebur dengan meriah, matahari tenggelam dalam oranye-kemerahan di Bali, sementara terumbu karang menyangga lautan yang luas. Begitu kayanya negeri ini sehingga para komodo pun memiliki pulaunya sendiri. Pohon-pohon meninggi hampir menyentuh langit dari balik hijaunya hutan, tempat burung cendrawasih bercengkrama dengan anak orangutan yang duduk di atas punggung badak bercula satu. Itu semua adalah tentang eksistensi Tuhan di Indonesia. Yang menjadikan semuanya nyata dalam satu perintah: &lt;em&gt;kun fayakun&lt;/em&gt;! Jadi, maka jadilah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan betapa telah lamanya negeri ini ‘meminjam’ eksistensi Tuhan untuk mengada sebagai sebuah negara yang berkonstitusi baiksecara &lt;em&gt;de facto&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;de jure&lt;/em&gt;. Seringkali kita mendengar jargon-jargon ‘Indonesia negeri yang kaya akan kekayaan alam’, ‘negeri yang indah, elok, dan permai’, atau ‘negeri zamrud khatulistiwa’ menggema dari ruang-ruang sekolah dasar hingga dari balik monitor televisi yang selalu berhasil membuat kita merasakan sebentuk kebanggaan kolektif. Sesuatu yang sifatnya &lt;em&gt;hoki&lt;/em&gt; (yang tentunya harus disyukuri juga) karena andai saja Tuhan menaruh gunung Semeru di sebelah gunung Fuji, danau Toba di alun-alun Berlin, atau pantai Karimun Jawa di Hawaii maka tanpa ‘perangkat keindahan’ itu eksistensi apa yang bertahan sebagai identitas Indonesia? Apa yang akan membuatnya bertahan sebagai negara? Keindahan itu mutlak menjadi milik Tuhan dan dengan memilikinya negara ini disebut ‘beruntung’ bukan ‘spesial’ dan memang demikianlah sifatnya bila berkaitan dengan hal ihwal ilahiah. Andaikan negara ini ditenggelamkan ke dasar laut sehingga menghilang dari peta, atas apakah dunia akan merasa kehilangan? Teritorinya berikut sumber daya alam yang terikat di dalamnya atau perannya (baca: kontribusi) dalam ‘meramaikan’ peradaban dunia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk poin yang kedua, kita masuk ke wilayah eksistensi manusia. Sebuah pertanyaan besar diarahkan pada eksistensi 230 juta lebih manusia Indonesia. Apa yang bisa diperoleh dari eksistensi sebanyak itu? Atau kalau merunut pada teori Sartre, di mana esensi mendahului eksistensi, maka apa yang disebut dengan esensi manusia Indonesia? Apa esensi Indonesia sebagai sebuah negara? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pokok penting mengenai eksistensialisme adalah tentang bagaimana manusia dihadapkan pada tanggung jawab untuk ‘mencipta’. Bukti suatu eksistensi manusia harus didasarkan pada esensinya (fungsi dan nilainya) yang utama yakni kemampuan untuk berkreasi atau berkarya sebagai buah investasi dari instrumen primer manusia seperti otak, hati, dan panca indera. Kemampuan ini setidaknya membedakan antara realitas manusia dan binatang ataupun tumbuh-tumbuhan. Sejarah peradaban manusia selama ini merupakan rentetan momen tentang penciptaan yang berkembang dari mulai tulisan yang diukir di atas batu hingga tombol yang dipencet untuk menulis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena itu mempertanyakan eksistensi Indonesia berarti mempertanyakan ide apa yang lahir darinya. Dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang, Indonesia tumbuh menjadi sosok yang pragmatis. Dengan pesatnya arus globalisasi serta investasi asing ditambah dengan daya beli masyarakatnya yang terfasilitasi dengan menjamurnya &lt;em&gt;mall&lt;/em&gt;, Indonesia tumbuh menjadi materialis. Lihat bagaimana suatu kelas sosial diakui, prestise terangkat, manusia dihormati; itu semua tentang sederas apa uang mengalir dari kantong ke kantong. Segelintir masyarakat kita tumbuh menjadi gergasi konsumtif yang diakui dunia, terbukti dengan begitu cepatnya produk-produk baru luar negeri terjual habis tanpa mementingkan efektifitas pemakaiannya secara fungsional. Segelintir masyarakat yang lain melongo di ambang jurang kecemburuan dan mematri kerangka pemikiran serba instan di kepalanya untuk menuju kehidupan segala hal yang kuantitatif. Bahkan institusi seperti sekolah atau perguruan tinggi tidak lagi murni berbasis pada pengetahuan dan perkembangan cara berpikir si pelajar, melainkan memantapkan doktrinasi tersembunyi mengenai betapa pentingnya hasil akhir di atas segalanya. Dan para sarjana pun mencari kerja untuk menutupi rasa takutnya akan ketidakmampuan untuk terus membeli, walaupun pekerjaan yang dilakukan malah semakin menumpulkan otak mereka untuk berkreasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang terlalu berat sebelah bila saya mengenyampingkan sejumlah warga negara Indonesia yang telah memenuhi fungsi eksistensinya dengan berkarya. Menghasilkan sesuatu yang tidak hanya sekedar produk budaya belaka tetapi juga merupakan kreasi olah ide yang bermanfaat secara massal dan memiliki nilai intelektual yang tinggi. Walau demikian, jumlahnya tidak terlampau banyak dan kadangkala kebesaran nama mereka dipengaruhi oleh akses yang secara beruntung mereka dapatkan, baik itu akses pendidikan, pengetahuan, wawasan, atau akses lain yang menunjang pembentukan dan perkembangan kreatifitas mereka. Dan dalam ranah ‘akses’ inilah, Indonesia patut dipertanyakan fungsi kedaulatannya dalam menjamin eksistensi warganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ruang-ruang kreatifitas nampaknya tidak terlalu mendapat perhatian dibandingkan ruang-ruang lain yang dibangun untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Dan entah siapa yang salah, sejak dulu kita memahami makna kata kesuksesan bersinonim dengan berlimpahnya harta benda yang kita punyai. Tak heran, dalam menyikapi era globalisasi-pun banyak orang-orang yang merasa tertuntut untuk menghasilkan uang lebih banyak atas nama kebutuhan (konsumtif) yang semakin banyak pula, bukannya tertuntut untuk memperbaharui pola pikir agar mampu bersaing dengan ide-ide dari berbagai belahan dunia yang semakin berkembang pesat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang teman pernah menceritakan tentang bagaimana seorang wakil rakyat mengaku heran dengan membludaknya jumlah ekonom, dokter, pengacara, dan insinyur, tapi negara ini justru tidak maju-maju. Teman saya itu menanggapi dengan menyatakan bahwa alasan kita mandek adalah karena kita kekurangan guru, seniman, penulis, budayawan, astronom, ilmuwan, sineas, jurnalis, penyair, cendikiawan, pelukis, dan berbagai macam profesi lainnya. Hal ini bisa saya benarkan, kekurangan profesi-profesi tersebut berarti mempersempit gejala eksistensi bagi manusia Indonesia, karena dalam menjalankan fungsinya, profesi-profesi tersebut bersimpuh pada kekuatan ide yang dihasilkan lewat proses pengolahan rasa, cipta, dan karsa yang mana mempertegas esensi manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun di negara ini, profesi-profesi demikian bukan hanya dirasa kurang peminatnya (ditambah dengan adanya pandangan kolot yang berkaitan dengan kecilnya angka harapan kesejahteraan bila dihubungkan dengan profesi tersebut), tetapi juga negara kurang mampu memfasilitasi tumbuh-kembangnya mereka di tanah air. Sokongan negara terhadap mereka terkesan segan, terbukti dengan kurangnya ekspos serta promosi untuk memperkenalkan fungsi serta kontribusi profesi tersebut terhadap publik. Usaha negara untuk menekan jumlah pengangguran seperti membuka instansi pendidikan yang terikat langsung dengan beberapa perusahaan terkesan mengharuskan masyarakat untuk menjadi karyawan yang digaji untuk menerima perintah, asalkan masyarakat usia produktif terserap menjadi tenaga kerja. Bagi saya, masalahnya akan tetap sama saja, daya kreasi tidak terpelihara dan terlebih lagi, terasah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang sudah selayaknya kita mempertanyakan esensi manusia Indonesia, dalam jumlahnya yang mencapai lebih dari 230 juta jiwa, mendiami sebuah negara kepulauan yang besar dengan sumber daya alam yang bertebaran di balik garis khatulistiwa. Tidak cukup hanya ‘mengada’ namun juga harus mampu ‘menjadi’. Walau mungkin kita tidak bisa melepaskan diri dari keadaan namun keinginan kuat untuk selalu membuktikan esensi pribadi sebagai seorang individu lebih penting untuk diperjuangkan sampai kapanpun. Sampai kapan kita akan terus kerasan duduk di bangku penonton? Sampai kapan kita akan diam memperhatikan negara ini pelan-pelan tenggelam, hilang dari peta dunia dan peradaban? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8076653518768936962-8284106469228484332?l=malarkii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://malarkii.blogspot.com/feeds/8284106469228484332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/04/indonesia-230-juta-dan-eksistensi.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8284106469228484332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8076653518768936962/posts/default/8284106469228484332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://malarkii.blogspot.com/2011/04/indonesia-230-juta-dan-eksistensi.html' title='Indonesia, 230 Juta, Dan Eksistensi'/><author><name>Ikra Amesta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13220041076780816248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pwlq3ni7qzQ/SnUiNujqgAI/AAAAAAAAADw/K6vWQRM4UwE/S220/look+at+the+camera+(1).jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8076653518768936962.post-3191669420106182096</id><published>2011-03-25T15:51:00.004+07:00</published><updated>2011-03-25T15:55:47.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blah blah blah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>With Peppermint Scent</title><content type='html'>*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;With peppermint scent dropped from fluorescent kites that towed away back and forth by curly wind in the monotone cyan sky,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;There the sun was never too shy to get high,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;On a land where unpaved road stretched out from my murky shoes and took an infinite zigzag shape to a place where the mighty mist might elegantly awake, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;There the cake eaters gathered ‘round to make a bake&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Geor
